jump to navigation

Tata Bahasa Muna Mei 8, 2014

Posted by Muhammad Alimuddin in News Blogdetik.
add a comment

Kamus Bahasa Muna
A. Frase Benda/ Frase Nomina
Contoh:
mie pasole = orang cantik
lemo kakolo = lemon (yang)
kecut
putolo morokono = pensil yang
runcing
piso morokono = pisau tajam
oe karindima = air (yang)
dingin
kaghau mombakano = makanan
(yang) enak
lambu mobhalano = rumah (yang)
besar
lambu karubhu = rumah (yang)
kecil
mie kamokulahi = orang (yang)
tua
Frase Verba
Contoh:
wanu fekarimba = bangun
cepat
buri fekakesa = tulis
yang bagus
nando nolodo = sedang tidur
hadae norendemo = barangkali
telah menyala
fumaa fekabhasri-bhari = makan
dengan banyak
Frase Adjektif
Contoh:
norubu sipaliha = kecil sekali
nopute sipaliha = putih sekali
bhala nopanda = besar pendek
nopanda sipaliha = pendek sekali
newanta sipaliha = panjang
sekali
nongkubu sipaliha = pendek sekali
nokesa sipaliha = bagus sekali
Frase Bilangan
Contoh:
seghonu baguli = sebuah
kelereng
sepolompu towu = satu rumpun
tebu
sepughu kulidawa = satu pohon
jati
sekilo dhambu sera = satu kilo
jambu mete
Frase Preposisi
Contoh:
we lambu = di rumah
nokala we sikola = ia pergi ke
sekolah
nekabua we tehi = ia memancing
di laut
te watu ini = di sana
nofopikae te badhu = dilekatkan
pada baju
dohoro te lani = mereka
terbang ke langit
dosuli te kampo = mereka
pulang di kampung
TIPE KONSTRUKSI FRASE
Frase Subtipe Konstruksi
Endosentrik Atribut
rase Benda
Kata benda yang pertama sebagai
pusat yang kedua sebagai atribut.
Contoh:
gulupu roti = tepung beras
kontuno pae = batu beras
lambu dhopi = rumah kayu
manu kampo = ayam kampung
manu lesi = ayam jantan
bheka robine = kucing betina
kalei bogisi = pisang bugis
Kata benda sebagai unsur pusat
dan
verba sebagai atribut.
Contoh:
boku kaada = buku yang
dipinjam
bheta kabhensi = sarung yang
robek
kenta katunu = ikan yang dibakar
kenta kakabua = ikan yang
dipancing
Kata benda sebagai unsur pusat
dan
kata sifat sebagai atribut.
Contoh:
sala kangkubu = celana pendek
badhu ngkadea = buku merah
badhu monifino = baju tipis
rabuta kawanta = tali panjang
lambu mokesa = rumah bagus
kapaea ngkalamata= pepaya
mengkal
foo motahano = mangga masak
paeasa bhalano = cermin besar
Kata benda sebagai unsur
pusatnya
dan kata ganti sebagai atributnya.
Contoh:
lambu aiku = rumah adikku
bokuno pisaku = bukunya
sepupuku
putolo isaku = pensil kakakku
o manu amaku = ayam ayahku
kaghauno inaku = masakan ibuku
Kata benda sebagai unsur
pusatnya
dan kata keterangan sebagai
atributnya.
Contoh:
kabisara ainiini = pembicaraan
tadi
gholeo naefitu = hari ke tujuh
katisa sewulamo = tanaman bulan
lalu
badhu bughou = baju baru
kagau indewi = masakan kemarin
Kata benda sebagai unsur
pusatnya
dan kata bilangan sebagai
atributnya.
Contoh:
tolu polompu bhasari = tiga
rumpun basari
raawua foo = tiga
buah mangga
sepughu banggai = satu pohon
kelor
ompulu rupia = sepuluh
rupiah
tolu losi piri = tiga lusin
piring
FraseVerba
Verba sebagai pusat dan
keterangan waktu sebagai
atributnya.
Contoh:
metofa naewine = mencuci
besok
pogurumo aitu = belajar
sekarang
nokala setaghumo = pergi setahun
yang lalu
metambu aitu = menimba
sekarang
Verba sebagai pusat dan kata
keterangan aspek atributnya.
Contoh:
nopoguru dua = belajar juga
nobisara kansuru = bicara terus
Frase Keterangan
Contoh:
namaghuleo aitu = malam ini
gholeo naewine = hari besok
gholeo indewi = hari
kemarin
Frase Adjektif
Contoh:
noradhi sipaliha = rajin
sekali
nentalea kansuru = terang
terus
Frase Subtipe Konstruksi
Endosentrik Atribut
Frase Benda
Koordinasi nomina tanpa
perangkai
Contoh:
robine moghane = laki-laki
perempuan
rangkaea misikini = kaya
miskin
Koordinasi nomina tanpa
perangkai
Contoh:
o sala bhe badhu = celana dan
baju
o oe bhe ifi = air dan api
siakito bhe gola = semut dan gula
Koordinasi nomina tanpa
perangkai
Contoh:
inodi bhe andoa = saya dan
mereka
anoa bhe intaidi = dia dengan
kami
anoa bhe andoa = dia dan mereka
Frase Verba
Contoh:
fumaa foroghu = makan minum
Frase Adjektif
Koordinasi adjektif tanpa
perangkai
Contoh:
karindi kapana = panas dingin
kakesa nonggela = bagus bersih
Koordinasi adjektif tanpa
perangkai
Contoh:
kalea bhe nopii = sakit dan
pedis
nolalesa bhe nonggela = luas dan
besar
Bahasa Muna adalah salah satu
Bahasa
Daerah di Sulawesi Tenggara yang
digunakan oleh seluruh Penduduk
Pulau
Muna dan Pulau Buton Utara.
Bahasa
Daerah memiliki beberapa
rumpun bahasa.
Seperti halnya bahasa lain,
Bahasa Muna
juga memiliki tata bahasa. Pada
kesempatan ini, penulis akan coba
membahas beberapa awalan
(prefix) dalam
Bahasa Muna, yakni sebagai
berikut:
1. Awalan ne-
Awalan ne- dalam bahasa muna
berarti
sama dengan awalan me- dalam
bahasa
Indonesia. Penggunaan awalan
ne- ini
dalam bahasa Muna tidak
mengubah kata
dasarnya. Contoh dan
Penggunaan:
Neala, artinya mengambil
(kata dasar: ala), contoh:
La Ali neala oe we laa
rangkowine (La Ali
mengambil air di kuala
tadi pagi)
Nehela, artinya menarik
(kata dasar: hela),
contoh: Embuno tehi
nehela kapala bhalano
(Gurita laut menarik kapal
besar)
Nenghoro artinya
membuang (kata dasar:
ghoro), contoh: Wa Bunti
neghoro rewu we kundono
lambu (Wa Bunti
membuang sampah di
belakang rumah)
Negholi artinya membeli
(kata dasar: gholi),
contoh:Inaku negholi
kenta katowo we daoa
(Ibuku membeli ikan
panggang di pasar)
2. Awalan me-
Penggunaan awalan me- dalam
bahasa
Muna hampir sama dengan
penggunaan
awalan ne-. Perhatikan contoh
penggunaan
awalan me- berikut:
Ali, o meala dua sau aini
(Ali, apakah engkau akan
mengambil juga kayu ini)
Budi, o megholi moreha
aniini we daoa rangkowine
(Budi, apakah engkau
membeli beras di pasar
tadi pagi)
Jadi penggunaan awalan me-
dalam
bahasa muna selalu diikuti
dengan partikel
o- dan penggunaannya berbentuk
kalimat
Tanya.
3. Awalan fo-
Awalan fo- sama dengan akhiran -
kan
dalam bahasa Indonesia.
Penggunaan:
Fofoni : naikkan. Contoh:
Fononi kaawu kulino te
wawono lambu (naikkan
saja kulitnya di atas
rumah)
Fondawu: jatuhkan.
Contoh: Fondawu kulino
bubuno aitu we wawa
(Jatuhkan kulit langsat itu
di kolong rumah)
4. Awalan fe-
Awalan fe- dalam bahasa Muna
sama
dengan akhiran -kan atau akhiran
–i
dalam bahasa Indonesia.
Fetingke (tingke :
dengar), contoh: Andi,
ane atumolaku fetingke
kanau (Andi, kalau saya
memanggilmu mohon
dengarkan saya)
Fenami (nami : rasa).
Contoh: Fenami kadada
aitu bhahi pedahaemo
namino (Cicipi sayur itu
bagaimana rasanya)
Fekadea (kadea: merah),
contoh: Fekadea wuluno
lambu bughoumu itu
(Merahkan warna rumah
barumu itu)
5. Awalan Gabungan ne-fo
Awalan gabungan ne-fo dalam
bahasa
Muna sama dengan imbungan
gabungan
me-kan dalam Bahasa Indonesia.
Nefondawu (ndawu:
jatuh), contoh: La Ali
nefondawu tongkuno kalei
tolu tongku (La Ali
menjatuhkan pelepah
pisang sebanyak 3
pelepah).
Nefoampe (ampe: naik/
bawa ke atas), contoh: Wa
Abe nefoampe kahitela te
wawono ghahu (Wa Abe
menaikkan jagung ke atas
loteng/plafon).
6. Awalan gabungan no-fo
Pada dasarnya awalan gabungan
no-fo
artinya sama dengan awalan
gabungan
ne-fo hanya saja apa yang
dilakukan oleh
subjek pada penggunaan no-fo ini
mengenai atau tertuju pada apa
yang
dimiliki oleh subjek.
Contoh:
Nofondawu (ndawu:
jatuh): La Ali nofondawu
tongkuno kaleino tolu
tongku (La Ali
menjatuhkan pelepah
pisangnya 3 pelepah)
Nofoampe (ampe: bawa/
membawa naik ke atas):
Wa Abe nofoampe
kahitelano te wawono
ghahu (Wa Abe menaikkan
jagungnya di atas loteng/
plafon)
Noforame (rame: ramai):
Isaku noforame kampuano
anano (Kakakku
meramaikan acara Aqiah
anaknya).
7. Awalan gabungan de-fo
Awalan de-fo artinya sama dengan
awalan
gabungan ne-fo hanya saja kalau
ne-fo
yang menjadi subjek adalah
tunggal
(orang ketiga tunggal) sedangkan
pada
awalan gabungan de-fo yang
menjadi
subjek adalah jamak (ketiga
jamak).
Contohnya kalimatnya sama
dengan
awalan gabungan ne-fo hanya
subjek saja
yang berbeda.
8. Awalan gabungan do-fo
Sama dengan awalan gabungan
no-fo
hanya saja pelaku/subjek adalah
jamak
(ketiga jamak).
9. Awalan gabungan ae-fo
Awakan gabungan ae-fo dalam
Bahasa
Indonesia kira-kira sama dengan
imbuhan
me-kan. Apabila suatu kata sudah
terdapat suku kata fo- maka suku
kata
tersebut tidak boleh diulang
(hanya 1 suku
kata fo- saja). Pelakunya hanya
orang
pertama tunggal.
Contoh:
Aefoowa (owa: bawa):
Inodi aefoowa bhirita we
liwu sewetano (Saya akan
membawakan berita ke
daerah seberang)
Aeforato (forato:
menginformasikan): Inodi
aeforato mieno liwu ane
naewine bhe rompuha
(Saya akan
menginformasikan kepada
penduduk desa kalau esok
hari ada pertemuan).
10. Awalan gabungan dae-fo
Penggunaannya sama dengan
awalan
gabungan ae-fo hanya saja yang
menjadi
subjek adalah orang ketiga jamak.
11. Awalan gabungan tae-fo
Penggunaannya sama dengan
awalan
gabungan ae-fo dan dae-fo hanya
saja
yang menjadi subjek pada awalan
gabungan ini adalah orang
pertama
jamak.
12. Awalan gabungan a-fo
Awalan gabungan ini
penggunaannya
sangat beragam, seperti kasus
berikut:
Apabila kalimat tidak
memiliki objek, dan jika
bertemu suku kata fo
maka cukup 1 suku kata
fo saja dalam kalimat.
Contoh: Inodi afoni te galu
rangkowine (Saya naik/
berangkat ke kebun tadi
pagi)
Apabila kalimat memiliki
objek, dan jika bertemu
suku kata fo maka harus
diulang. Contoh: Inodi
afofoni anaku te wawono
lambu (Saya menaikkan
anakku ke atas rumah

Soudheen Faithful > Muna
MENGENAL AWALAN (PREFIX)
DALAM BAHASA DAERAH MUNA
Bahasa Muna adalah salah satu
Bahasa
Daerah di Sulawesi Tenggara yang
digunakan oleh seluruh Penduduk
Pulau
Muna dan Pulau Buton Utara,
sebagian Maluku utara dan
sebaian kecil papua Bahasa
Daerah memiliki beberapa
rumpun bahasa.
Seperti halnya bahasa lain,
Bahasa Muna
juga memiliki tata bahasa. Pada
kesempatan ini, penulis akan coba
membahas beberapa awalan
(prefix) dalam
Bahasa Muna, yakni sebagai
berikut:
1. Awalan ne-
Awalan ne- dalam bahasa muna
berarti
sama dengan awalan me- dalam
bahasa
Indonesia. Penggunaan awalan
ne- ini
dalam bahasa Muna tidak
mengubah kata
dasarnya. Contoh dan
Penggunaan:
Neala, artinya mengambil
(kata dasar: ala), contoh:
La Ali neala oe we laa
rangkowine (La Ali
mengambil air di kuala
tadi pagi)
Nehela, artinya menarik
(kata dasar: hela),
contoh: Embuno tehi
nehela kapala bhalano
(Gurita laut menarik kapal
besar)
Nenghoro artinya
membuang (kata dasar:
ghoro), contoh: Wa Bunti
neghoro rewu we kundono
lambu (Wa Bunti
membuang sampah di
belakang rumah)
Negholi artinya membeli
(kata dasar: gholi),
contoh:Inaku negholi
kenta katowo we daoa
(Ibuku membeli ikan
panggang di pasar)
2. Awalan me-
Penggunaan awalan me- dalam
bahasa
Muna hampir sama dengan
penggunaan
awalan ne-. Perhatikan contoh
penggunaan
awalan me- berikut:
Ali, o meala dua sau aini
(Ali, apakah engkau akan
mengambil juga kayu ini)
Budi, o megholi moreha
aniini we daoa rangkowine
(Budi, apakah engkau
membeli beras di pasar
tadi pagi)
Jadi penggunaan awalan me-
dalam
bahasa muna selalu diikuti
dengan partikel
o- dan penggunaannya berbentuk
kalimat
Tanya.
3. Awalan fo-
Awalan fo- sama dengan akhiran -
kan
dalam bahasa Indonesia.
Penggunaan:
Fofoni : naikkan. Contoh:
Fononi kaawu kulino te
wawono lambu (naikkan
saja kulitnya di atas
rumah)
Fondawu: jatuhkan.
Contoh: Fondawu kulino
bubuno aitu we wawa
(Jatuhkan kulit langsat itu
di kolong rumah)
4. Awalan fe-
Awalan fe- dalam bahasa Muna
sama
dengan akhiran -kan atau akhiran
–i
dalam bahasa Indonesia.
Fetingke (tingke :
dengar), contoh: Andi,
ane atumolaku fetingke
kanau (Andi, kalau saya
memanggilmu mohon
dengarkan saya)
Fenami (nami : rasa).
Contoh: Fenami kadada
aitu bhahi pedahaemo
namino (Cicipi sayur itu
bagaimana rasanya)
Fekadea (kadea: merah),
contoh: Fekadea wuluno
lambu bughoumu itu
(Merahkan warna rumah
barumu itu)
5. Awalan Gabungan ne-fo
Awalan gabungan ne-fo dalam
bahasa
Muna sama dengan imbungan
gabungan
me-kan dalam Bahasa Indonesia.
Nefondawu (ndawu:
jatuh), contoh: La Ali
nefondawu tongkuno kalei
tolu tongku (La Ali
menjatuhkan pelepah
pisang sebanyak 3
pelepah).
Nefoampe (ampe: naik/
bawa ke atas), contoh: Wa
Abe nefoampe kahitela te
wawono ghahu (Wa Abe
menaikkan jagung ke atas
loteng/plafon).
6. Awalan gabungan no-fo
Pada dasarnya awalan gabungan
no-fo
artinya sama dengan awalan
gabungan
ne-fo hanya saja apa yang
dilakukan oleh
subjek pada penggunaan no-fo ini
mengenai atau tertuju pada apa
yang
dimiliki oleh subjek.
Contoh:
Nofondawu (ndawu:
jatuh): La Ali nofondawu
tongkuno kaleino tolu
tongku (La Ali
menjatuhkan pelepah
pisangnya 3 pelepah)
Nofoampe (ampe: bawa/
membawa naik ke atas):
Wa Abe nofoampe
kahitelano te wawono
ghahu (Wa Abe menaikkan
jagungnya di atas loteng/
plafon)
Noforame (rame: ramai):
Isaku noforame kampuano
anano (Kakakku
meramaikan acara Aqiah
anaknya).
7. Awalan gabungan de-fo
Awalan de-fo artinya sama dengan
awalan
gabungan ne-fo hanya saja kalau
ne-fo
yang menjadi subjek adalah
tunggal
(orang ketiga tunggal) sedangkan
pada
awalan gabungan de-fo yang
menjadi
subjek adalah jamak (ketiga
jamak).
Contohnya kalimatnya sama
dengan
awalan gabungan ne-fo hanya
subjek saja
yang berbeda.
8. Awalan gabungan do-fo
Sama dengan awalan gabungan
no-fo
hanya saja pelaku/subjek adalah
jamak
(ketiga jamak).
9. Awalan gabungan ae-fo
Awakan gabungan ae-fo dalam
Bahasa
Indonesia kira-kira sama dengan
imbuhan
me-kan. Apabila suatu kata sudah
terdapat suku kata fo- maka suku
kata
tersebut tidak boleh diulang
(hanya 1 suku
kata fo- saja). Pelakunya hanya
orang
pertama tunggal.
Contoh:
Aefoowa (owa: bawa):
Inodi aefoowa bhirita we
liwu sewetano (Saya akan
membawakan berita ke
daerah seberang)
Aeforato (forato:
menginformasikan): Inodi
aeforato mieno liwu ane
naewine bhe rompuha
(Saya akan
menginformasikan kepada
penduduk desa kalau esok
hari ada pertemuan).
10. Awalan gabungan dae-fo
Penggunaannya sama dengan
awalan
gabungan ae-fo hanya saja yang
menjadi
subjek adalah orang ketiga jamak.
11. Awalan gabungan tae-fo
Penggunaannya sama dengan
awalan
gabungan ae-fo dan dae-fo hanya
saja
yang menjadi subjek pada awalan
gabungan ini adalah orang
pertama
jamak.
12. Awalan gabungan a-fo
Awalan gabungan ini
penggunaannya
sangat beragam, seperti kasus
berikut:
Apabila kalimat tidak
memiliki objek, dan jika
bertemu suku kata fo
maka cukup 1 suku kata
fo saja dalam kalimat.
Contoh: Inodi afoni te galu
rangkowine (Saya naik/
berangkat ke kebun tadi
pagi)
Apabila kalimat memiliki
objek, dan jika bertemu
suku kata fo maka harus
diulang. Contoh: Inodi
afofoni anaku te wawono
lambu (Saya menaikkan
anakku ke atas rumah).
Dan masih banyak lagi contoh
lainnya dan
yang menjadi subjek adalah orang
pertama tunggal.
Masih banyak lagi awalan lainnya.
Catatan:
Subjek berbeda
penggunaan awalan dalam
Bahasa Muna juga
berbeda walaupun artinya
sama.
Penulis menulir artikel ini
tanpa membaca buku tata
bahasa muna dan hanya
berdasarkan pengetahuan
sendiri dan jika terdapat
kesalahan mohon saran
dan kritiknya.

PulauMuna, Terbentuk dari KarsBatukarang Maret 15, 2014

Posted by Muhammad Alimuddin in News Blogdetik.
add a comment

Pulau Muna yang
terletak di Provinsi Sulawesi
Tenggara hampir seluruhnya
tersusun oleh batu gamping
berumur Pleistosen (sekitar 1,8 juta
tahun yang lalu). Batu gamping ini
diperkirakan dari Formasi Wapulaka,
seperti terlihat pada tebing-tebing
batu gamping di sepanjang pantai.
Batu gamping ini merupakan
terumbu karang yang terangkat dan
sekarang membentuk kawasan kars
yang luas.
Demikian dipaparkan dalam Panel
Monitor Kars Indonesia yang
terdapat dalam Museum Kars di
Desa Gebangharjo, Kecamatan
Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri,
Jawa Tengah. Kawasan kars Muna
merupakan salah satu bentang kars
di daerah Sulawesi. Kars Muna juga
memiliki ciri tersendiri pada proses
pembentukannya. Selain itu juga
ditandai oleh adanya stalaktit dan
stalakmit yang telah menyatu di gua
Liang Metandono.
Di daerah Sulawesi, selain Kawasan
Kars Muna juga dijumpai kawasan
kars lainnya. Antara lain adalah
kawasan Kars Wawolesea, Sulawesi
Tenggara dan Kawasan Kars Maros-
Pangkep, Sulawesi Tenggara.
Berbagai ciri khusus menandai
masing-masing kawasan kars ini.
Baik dari proses pembentukannya
hingga kondisi fisik, lingkungan
maupun sosio-budaya yang
melingkupinya.
Kawasan kars Indonesia juga
dijumpai di daerah Kalimantan
antara lain Kawasan Kars
Sangkulirang, Tanjung Mangkaliat,
Tapin, Kalimantan Timur. Kawasan
kars ini terkenal karena gua-guanya
merupakan situs arkeologi yang
belum banyak diungkap dan
diketahui. Beragam tema dan
artefak terdapat dalam gua ini. Kars
Indonesia juga terdapat di Aceh,
Sumatera Barat serta berbagai
tempat lainnya.

sumber: http://www.esdm.go.id/berita/42-geologi/2750-mengenal-museum-kars-9-pulau-muna-terbentuk-dari-kars-batukarang.html

Menelusuri Jejak Sejarah Kebesaran Kerajaan Wuna Melalui Pengenalan Sisa—Sisa Peradaban Masa Lalu Desember 27, 2013

Posted by Muhammad Alimuddin in News Blogdetik.
add a comment

Menelusuri Jejak Sejarah Kebesaran Kerajaan Wuna Melalui Pengenalan Sisa—Sisa Peradaban Masa Lalu.

Haail Seleksi CPNS 2013 Tanggal 17 Desember Desember 2, 2013

Posted by Muhammad Alimuddin in News Blogdetik.
add a comment

Pelantikan Tamrin Mas’ra Diwarnai Hujan Lebat Januari 30, 2013

Posted by Muhammad Alimuddin in http://www.budpar.go.id/inside/imgdata/_cache/_big_paper-article464-img1350_lesungbatupenggalian.jpg.
Tags: , , ,
add a comment

Spionasenews.om, Baubau – Ada yang menarik perhatian sebagaian masyarakat Kota Baubau dngn pelantikan  AS. Thamrin, MH dan Waode Ma’asra Manarfa, M.Si sebagai Walikota dan Wakil Walikota Baubau periode 2013-2018 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, SE pada hari ini (30/1). Pasalnya begitu Ketua DPRD Kota Baubau mengetok palu tanda dibukanya Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka pelantikan dan pengabilan sumpah jabatan, hujun medadak turun sangat lebat.

Hujan yang mengiringi seluruh rangkaian prosesi pelantikan tersebut, karena sebelumnya matahari bersinar begitu terik.  Tidak ada segumpal awanpun yang berada diatas langit Keraton Kesiltanan Buton tempat diselenggarakan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah walikota dan Wakil Walikota Baubau pengganti Drs. MZ. Amirul Tami mini. Bahkan undangan yang berasal dari berbagai instasi dan masyarakat tersebut mengeluh kegerahan akibat teriknya mentari.

Namun begitu Gubernur Sulawesi Tenggara memasuki baruga tempat diselenggarakan pelantikan dan pengabilan sumpah jabatan yag dikuti dengan pembukaan Rapat oleh Ketua DPRD, tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebatnya seakan ditumph dari langit.Mendapat tumpaahan air hujan yang sangat mendadak tersebut seluruh undangan yang hadir khususnya yang berada ditenda diluar baruga kelimpungan menari tempat yang aan untuk menyelamatkan diri dari guyuran hujan.

Anehnya begitu Ketua DPRD menutup Rapat pertnda seluruh rangkaian prosesi pelantikan , secara tiba-tiba hujan langsung berhenti seakan ada yang menahannya. Hal inilah yang membuat masyarakat bertanya-tanya pertanda apa gerangan yang ditunjukan Allah pada hari ini.

Waode Hayati, salah  seorang undangan secara spontan mengatakan hujan yang turun tepat saat siding dibuka ini merupakan pertanda alam . Namun dia tidk berani menyimpulkan apa yang menjadi pertanda  dari huja tersebt.

“ Kalau  hujan ini sebagai pertanda kedua pemimpin baru Baubau ini mendapat berkah berarti Selama kepemimpinan mereka, Baubau akan dilimpahkan   rahmat dan limpahan kenikmatan namun kalau ini pertanda kemurkaan para leluhur, maka ada kemungkinan kepemimpinan meraka akan mendapat maaalah dalam perjalanannya” tukas Hayati diplomatis.(MA )

SEJARAH WUNA

" Pelajarilah Sejarah Bila Kamu ingn menguasai Dunia"

SOWITE : " Hansuru hansuru badha, sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu, sumano kono hansuru adhati- Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama "

Astrofiska DFSC

Astronomy And Physics Darul Falah Ctudy Club

PEMBELAJARAN GEOGRAFI

ASSALAMU'ALAIKUM

Snoring Dog Studio

Original Painting and Illustration and Comments on Life's Oddities

Todd Pack's Messy Desk

A blog about whatever comes to mind.

Gossip, Fast Fashion, Female Lifestyle, Sex & Love: CollegeCandy

Advice on student style, collegiate dating discussion guides, relationship advice and women's studies.

Broadside

Smart and surprising

Hey from Japan- or wherever the moving van arrives- Emily Cannell

Moving a Family When Everyone is Held Tightly in the Grips of Hormonal Fluctuations

F O O T B A L L I S T S

"Everything I know about morality and the obligations of men, I owe it to football." — Albert Camus..................... "If God existed, he would be a solid midfielder." — Aleksandar Hemon................……………...........................

The Adventures of Heidi Hefeweizen

tales of life, language & long-distance marriage by an American teacher in Germany

2Summers

An American in Quirky Johannesburg

Spot Share

This WordPress.com site is the bee's knees

Ankechuby's Weblog

Just another WordPress.com weblog

brainprojec

Semua pekerjaan di mulai dari otak

Rinomdn's Blog

Just another WordPress.com weblog

ryamelilea

Hidup sehat adalah hidup yang sebenarnya

Myslide Skateboard

Limited For Exclusive

Istiqomah di Atas Manhaj Salaf

Lau kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi

Muna An-NAdzyra^^

Kewajiban Seorang hamba lebih banyak daripada Waktu yang tersedia

Banjarnegara Bicara

From Banjarnegara To Indonesia

081394257824

les privat / autocad / sketchup

jhotasedjarah

Keajaiban terjadi pada orang yang percaya

Dinding Kreatif

Jangan Takut Untuk Sukses

Ramajani S

Menulis adalah membuat arsip kehidupan

GO ALLAH

Menuju Baitulloh Tanpa Kendala Biaya

Sneijdera D' Iniesta

Just for fun & share

Niswah Adzra Ghozi's blog

my dream,my work n my life

Oetoeh Koetatil

Just another WordPress.com site

Pembangunan Pasar Desa Cikijing

Dengan Sistim Swakelola Bertekad Menjadi Pelopor Pembangunan Berbasis Masyarakat

Blog Guru Fisika

Rudy Hilkya Hans E. Undjung, S.Pd, M.Pd di Palangka Raya - Kalimantan Tengah - Indonesia

nasimuddin_alkamal

Blog Pribadi

My Second World

Hope is a dream that doesn't sleep

PULAU MUNA TANAH YANG BERKAH

WITENO WUNA WITE BARAKATI

ghontohe

Just another WordPress.com site

tourwakatobi

Just another WordPress.com site

my alter-ARTIficial mind

Catatan-catatan amburadul tentang realita, mimpi-mimpi, dan apa saja yang mampu kutuliskan

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Business and investment

Investment,asset management operation

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 837 pengikut lainnya.