LEMBAGA ADAT MUNA (Setitik Harapan akan Lestarinya Adat Istiadat di Tanah Muna)


Medio Agustus 2017 lalu, Bupati Muna, L.M. Rusman Emba, S.T., mengukuhkan pengurus Lembaga Adat Muna. Seremonial pengukuhan yang berlangsung di Rumah Jabatan Galampa Kantolalo tersebut merupakan momentum penting untuk melestarikan nilai-nilai luhur adat istiadat di tanah Muna.

Ramadan.......,,,,

Dari sekedar seremonial pengukuhan tersebut, setidaknya ada setitik harapan kepada mereka yang diserahi amanah untuk menjadi motor penggerak dalam upaya melestarikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai adat istiadat suku/etnis Muna dalam kehidupan masyarakat Muna saat ini dan dimasa mendatang.

Selain harpan, seremonial pengkuhan Lembaga Adat Muna juga memunculkan segudang pertanyaan. Akankah lembaga adat yang dibentuk tersebut mampu menggali adat istiadat yang sesungguhnya yang pernah dijalani oleh etnis/suku Muna dimasa silam untuk selanjutnya dilestarikan dan dimanifestasikan dalam kehidupan masyarakat Muna saat ini? ………..

Akankah Lembaga Adat Muna akan ‘berjalan’ independent tanpa adanya intervensi dan kepentingan tertentu dalam mengaktualisaiskan nilai-nilai adat istiadat suku/etnis Muna? ……………Dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang terkait dengan eksisinya peran Lembaga Adat Muna dalam kehidupan masyarakat Muna saat ini dan dimasa mendatang.

Demi mewujudkan harapan dan tujuan dari terbentuknya Lembaga Adat Muna, maka sudah sejatinya jika lembaga tersebut dijadikan sebagai suatu organisasi adat yang tersusun atas pola-pola kelakuan, peranan- peranan, dan relasi-relasi yang terarah dan mengikat individu, serta mempunyai otoritas formal dan sanksi hukum adat dalam mengurus dan menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan yang berkaitan dengan adat istiadat dan hukum adat yang berlaku di tanah Muna.

Tak kalah penting, faktor lain yang akan mendukung tercapainya harapan dan tujuan pembentukan Lembaga Adat Muna adalah keberadaan pengurus yang berkecimpung dalam Lembaga Adat Muna tersebut adalah mereka yang ditokohkan, memahami seluk beluk adat istiadat suku/etnis Muna, serta memiliki kredibilitas, moral, kelakuan dan sikap yang dapat menjadi panutan dan suri tauladan bagi masyarakat Muna lainnya.

Sosok-sosok pengurus Lembaga Adat Muna ini menjadi sangat penting karena merekalah yang akan menjalankan fungsi Lembaga Adat Muna bersama pemerintah daerah dalam   merencanakan, mengarahkan, mensinergikan program pembangunan agar sesuai dengan tata nilai adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan yang berkembang dalam masyarakat Muna demi terwujudnya keselarasan, keserasian, keseimbangan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat Muna.

Selain itu, sosok-sosok yang menjadi pengurus Lembaga Adat Muna juga akan menjalankan fungsi sebagai alat kontrol keamanan, ketenteraman, kerukunan, dan ketertiban masyarakat, baik preventif maupun represif dalam menyelesaikan masalah sosial kemasyarakatan, penengah (hakim perdamaian) terhadap sengketa adat istiadat yang timbul di masyarakat.

Setidaknya, Lembaga Adat Muna harus mampu menunjukkan fungsi dan peran untuk :

  1. Membantu pemerintah dalam kelancaran dan pelaksanaan pembangunan di segala bidang, terutama dalam bidang keagamaan, kebudayaan dan kemasyarakatan;
  2. Melaksanakan hukum adat dan istiadat di tanah Muna;
  3. Memberikan kedudukan hukum menurut adat istiadat terhadap hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan hubungan sosial ke-adat-an dan ke-agama-an;
  4. Membina dan mengembangkan nilai-nilai adat dalam rangka memperkaya, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional pada umumnya dan kebudayaan adat khususnya;
  5. Menjaga, memelihara dan memanfaatkan kekayaan adat istiadat Muna untuk kesejahteraan masyarakat di tanah Muna.

 

 SEKILAS TENTANG ADAT PERNIKAHAN SUKU/ETNIS MUNA

Dalam sistem pernikahan suku/etnis Muna, dikenal tiga kelompok/golongan masyarakat yakni KAOMU, WALAKA, dan MARADIKA.

KAOMU, adatnya 20 boka.

WALAKA yang telah menduduki posisi/jabatan tertentu seperti kepala wilayah (camat), kepala kampung (kepala desa), adatnya 15 boka.

WALAKA yang belum/tidak menduduki posisi/jabatan tertentu, adatnya 10 boka 10 suku.

MARADIKA yang telah menduduki posisi/jabatan tertentu seperti kepala dusun/RT/RW, adatnya 7 Boka 2 Suku.

MARADIKA yang belum/tidak menduduki posisi/jabatan tertentu, adatnya 3 Boka 2 Suku.

KAOMU adatnya 20 boka. Adat Kaomu ini tidak berubah walupun menikahi wanita kalangan manapun (baik menikahi wanita sesama KAOMU, atau menikahi wanita  WALAKA atau menikahi wanita MARADIKA).

Jika WALAKA (baik yang telah menduduki posisi/jabatan tertentu ataupun belum) menikahi wanita KAOMU, maka adatnya berubah menjadi 35 Boka.

Jika WALAKA yang telah menduduki posisi/jabatan tertentu menikahi wanita MARADIKA maka adatnya 15 boka.

Jika WALAKA yang belum menduduki posisi/jabatan tertentu menikahi wanita MARADIKA maka adatnya 10 boka 10 suku.

Jika MARADIKA yang telah menduduki posisi/jabatan tertentu menikahi wanita KAOMU, adatnya 75 Boka.

Jika MARADIKA yang belum/tidak menduduki posisi/jabatan tertentu menikahi wanita KAOMU, adatnya NANGKU-NANGKU ADJARA (…….tak terhingga…….).

Jika MARADIKA (baik yang telah menduduki posisi/jabatan tertentu ataupun belum) menikahi wanita WALAKA, adatnya 35 boka.

Jika ada suku dari luar Muna yang menikah dengan orang Muna, adatnya disebut FETEGHO RUMAMPE (……..ketentuan adat Fetegho Rumampe dapat dibaca di salah satu tulisan pada blog : www.formuna.wordpress.com)…….

1 boka nilainya Rp 24.000,- (saat tulisan ini ditayangkan)

1 Suku nilainya sama dengan 0,25 boka.

ramadan......

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

ISTILAH-ISTILAH KEKERABATAN DI MASYARAKAT MUNA


Istilah-istilah kekerabatan di Masyarakat Muna meliputi Idha, Paapaa, Ama, Ina, Awa, Fokoidhau, Fokopaapaa, Fokoamau, Fokoinau, Kakuta/Kabhera, Isa/Poisaha, Ai/Poaiha, Pisa, Ndua, Ntolu, Fokoanau, Finemoghane, Finerobhine, Bhasitie, Fokoawau, Ana, Kamodu, Tamba, Bhai, Mosiraha, Kamokula, Abhi, Mieno lambu, dan Awantu/Awa Wangku.

ramadan........lm

Idha adalah sebutan untuk ayah pada golongan La Ode dan Walaka;

Paapaa adalah sebutan untuk ibu pada golongan Wa Ode dan Walaka;

Ama adalah sebutan untuk ayah pada golongan maradika;

Ina adalah sebutan untuk ibu pada golongan maradika;

Awa adalah sebutan untuk kakek, nenek, dan cucu untuk semua golongan;

Fokoidhau adalah sebutan untuk paman dari saudara laki-laki ayah dan/atau ibu pada golongan La Ode dan Walaka;

Fokopaapaa adalah sebutan untuk bibi dari saudara perempuan ayah dan/atau ibu pada golongan Wa Ode dan Walaka;

Fokoamau adalah sebutan untuk paman dari saudara laki-laki ayah dan/atau ibu pada golongan maradika;

Fokoinau adalah sebutan untuk paman dari saudara laki-laki ayah dan/atau ibu pada golongan maradika;

Kakuta/kabhera adalah sebutan untuk saudara kandung, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Isa/poisaha adalah sebutan untuk kakak, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Ai/poaiha adalah sebutan untuk adik, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Pisa adalah sebutan untuk sepupu satu kali, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Ndua adalah sebutan untuk sepupu dua kali, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Ntolu adalah sebutan untuk sepupu tiga kali, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Fokoanau adalah sebutan untuk kemenakan, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Finemoghane adalah sebutan untuk saudara laki-laki pada semua golongan;

Finerobhine adalah sebutan untuk saudara perempuan pada semua golongan;

Bhasitie adalah sebutan kepada keluarga yang hubungannya sudah jauh, seperti sepupu empat kali atau ketika dua orang atau lebih bercerita lalu saling menanyakan asal dari mana kemudian menyebut nama kakek atau nenek di suatu daerah ternyata mereka yang bercerita itu merupakan keturunan dari nenek/kakek tersebut;

Fokoawau adalah sebutan untuk nenek atau kakek dan cucu dari saudara pada semua golongan;

Ana adalah sebutan untuk anak, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Kamodu adalah sebutan untuk besan, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Tamba adalah sebutan untuk ipar, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Bhai adalah sebutan kepada teman, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Mosiraha adalah sebutan untuk tetangga atau orang yang sudah dianggap sebagai saudara atau keluarga sendiri pada semua golongan;

Kamokula adalah sebutan untuk orang tua, baik orang tua kandung maupun orang tua pada umumnya, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan;

Abhi adalah sebutan pribadi antara dua individu atas kesepakatan sebelumnya. Misalnya Iman dan Ayu berteman lalu mereka menyepakati sebuah nama untuk penyebutan mereka. Anggap saja nama yang disepakati itu adalah ‘Shifa’, maka Iman akan memanggil Ayu dengan nama Shifa. Demikian pula dengan Ayu, ia akan memanggil Iman dengan nama yang sama yaitu Shifa;

Mieno lambu adalah sebutan untuk suami atau istri pada semua golongan;

Awantu/awa wangku adalah sebutan untuk cicit, baik laki-laki maupun perempuan pada semua golongan.*

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Karakter dan Peran Pemuda dalam Melestarikan Budaya Muna


Masa depan budaya Muna tergantung kepada generasi muda Muna yang saat ini sedang tumbuh berkembang menyerap berbagai macam ilmu. Berbagai macam ilmu tersebut dapat diperoleh dari mana saja karena pengaruh globalisasi, internet, teknologi, dan lain-lain. Untuk itu para generasi muda Muna harus memiliki filter yang mampu menyaring berbagai macam informasi yang masuk agar tidak salah arah yang dapat mempengaruhi karakter masyarakat Muna.

IMG_0016

Begitu penting kedudukan dan peranan pemuda, sampai-sampai Bung Karno berucap, “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”. Merujuk hal itu, maka sangat dibutuhkan pembangunan karakter pemuda Muna demi harapan dan masa depan budaya Muna. Pembangunan karakter pemuda Muna merupakan hal penting karena Muna sebagai salah satu suku bangsa dengan nuansa budaya yang kental, membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter masyarakatnya. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat di tanah Muna.

Membangun karakter Pemuda Muna merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan/atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) Muna sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berdasarkan nilai-nilai dan norma yang berlaku. Karakter yang harus dibangun tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah tingkat pengetahuan, kepercayaan, dan struktur sosial.

Pemuda-pemudi Muna harus memiliki karakter yang kuat agar tidak terpengaruh oleh budaya barat yang merusak. Melalui pendidikan dan pengembangan pemuda Muna berkarakter maka perubahan ke arah yang lebih baik dalam segala aspek seperti pedidikan, sosial, budaya, ekonomi dan politik dapat terwujud.

Pemuda Muna hari ini adalah pemimpin masa depan. Ungkapan yang sering terdengar di teling kita membuat hati tergugah untuk melangkah, jiwa terhentak untuk bergerak, raga tertantang untuk berjuang. Pemuda Muna harus memiliki semangat ekstra, kemauan keras, pemikiran cerdas dan jiwa yang ikhlas, sebab tanpa landasan itu semua keberadaan pemuda Muna tidak akan berarti apa-apa.

Budaya Muna ada pada genggaman tangan para pemuda Muna. Perjalanan baik buruknya budaya Muna, tergantung pada perjalanan baik buruknya para pemuda Muna. Pemuda yang bisa mengatakan kebenaran adalah kebenaran dan kesalahan adalah kesalahan, tanpa ada suapan segenggam nasi dari para penguasa, tanpa ada seperak materi dari para hartawan, tanpa ada kezoliman dan dusta diantara kita.

Pendidikan sebagai pengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karnanya kemampuan yang dimiliki setiap pemuda Muna akan diasah dan dikembangkan hingga menghasilkan kereatifitas edukatif untuk menunjang perkembangan dan kemajuan daerah dan bangsa ini.

Karakter pemuda yang memiliki akuntabilitas terhadap tanah air, akan mampu mendobrak kebohongan-kebohongan yang sejak lama tertimbun, memberantas segala ketidak adilan yang menghiasi fenomena bangsa ini. Semua akan terbuka gamblang bila mana karakter kejujuran sudah tertanam sejak dini.

Disisi lain, pergaulan para pemuda yang sudah di kontaminasi dengan doktrin-doktrin budaya asing, penampilan yang tidak selayaknya ditampilkan di muka umum, pergaulan yang sudah melampaui batas, bahkan yang terbaru ini, penyucian otak para pemuda yang mengakibatkan dampak negatif yang berkepanjangan, belum ada yang bertindak dan memerangi itu semua. Seandainya hal ini dibiarkan dan berlarut-larut berkepanjangan akan menambah banyak ‘korban’ yang akan terjerumus kedalam lembah kehancuran.

Melalui pendidikan pemuda yang dibangun dengan kualitas tinggi, mentalitas kuat, dan kejujuran yang melekat akan mampu memberikan warna baru dalam merubah perkembangan dalam segala aspek kehidupan di daerah dan di negeri ini. Bukan hanya dalam bidang pedidikan saja, namun di bidang lainnya juga seperti sosial, budaya, ekonomi dan politik akan timbul perubahan kearah yang lebih baik.

PERAN PEMUDA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA MUNA

Kita Sebagai generasi muda, sudah seharusnya berpartisipasi aktif untuk melestariakn budaya Muna. Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui para generasi muda yang mempunyai kemauan, kemampuan, dan harapan yang besar untuk membangun suatu daerah agar lebih baik lagi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan potensi yang ada di Kabupaten Muna.

Generasi muda sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan kebudayaan di Muna dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan daerah ini.

Permasalahan terhadap masyarakat saat ini yang belum mengetahui, memahami, menguasai, dan mengkomunikasikan budaya Muna perlu suatu cara untuk dapat mengarahkan itu semua. Disinilah peran generasi muda di lingkungan tempat mereka tinggal untuk bersama-sama mengarahkan itu semua melalui pelestarian kebudayaan Muna, salah satunya dengan ikut serta langsung dalam acara festival budaya di daerah masing-masing agar dapat mengenal dan mencintai kebudayaan yang ada di Muna sejak dini.

Hal inilah yang membuktikan bahwa di pundak pemudalah masa depan pembangunan bangsa dan negara Indonesia, karena pada diri generasi muda tersimpan potensi yang besar dan memiliki daya kreatifitas yang tidak terbatas untuk kesuksesan suatu pembangunan. Begitu juga dalam pelestarian budaya di Muna. Kontribusi dan apresiasi yang besar dari generasi muda sangat diperlukan karena generasi muda sebagai tenaga-tenaga professional yang energik, kreatif, dan inovatif.

Pemberdayaan generasi muda sebagai motor penggerak untuk melestarikan budaya Muna sangat dibutuhkan sebagai upaya mempercepat kemajuan untuk dunia industri budaya dan pariwisata Muna di masa yang akan datang.

Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan budaya Muna. Pemuda adalah generasi penerus budaya Muna. Apabila pemuda sudah tidak lagi perduli terhadap budaya muna, maka budaya tersebut akan mati. Namun jika pemudanya memilki kecintaan dan mau ikut serta dalam melestarikan budaya Muna, maka budaya Muna akan tetap ada disetiap generasi.

Pemuda juga harus menjadi aktor terdepan dalam memajukan budaya Muna, sehingga budaya asing yang masuk ke daerah  tidak merusak atau mematikan budaya Muna tersebut.

Ada beberapa peran yang dapat dilakukan oleh pemuda dalam memajukan budaya Muna diantaranya :

  1. Memperkuat akidah. Akidah merupakan fondasih dasar yang harus dimiliki oleh para pemuda Muna untuk meneruskan nilai-nilai budaya Muna. Kuat dan tidaknya fondasih ini juga akan menentukan seberapa kuat karakter masyarakat Muna. Bila para pemudanya sudah tidak memiliki karakter yang kuat maka budaya asing pun akan mudah dengan leluasanya menggeser budaya Muna. Demikian sebaliknya, jika generasi muda Muna memiliki karakter yang kuat maka akan sangat sulit bagi budaya asing untuk bisa masuk, apalagi menggantikan buadaya Muna. Maka dari itu pemuda Muna seharusnya lebih menguatkan karakter dan kecintaanya pada budaya Muna yang akan mereka warisi nantinya.
  2. Meningkatkan Intelektualitas. Intelektualitas menjadi sesuatu yang di anggap penting karna melalui intelektualitas ini para pemuda Muna bisa menyelamatkan dan memajukan budaya Muna. Melalui intelektualitas ini akan lahir moral dan etika serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Muna. Keluasan ilmu pengetahuan juga bisa dijadikan sebagai jalan untuk membangun Muna, sehingga dengan keluasan ilmu tersebut para pemuda Muna bisa memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada masyarakat dan menjadi filter terhadap masuknya budaya asing.
  3. Pemuda sebagai asset masa depan. Sudah selayaknya dan sudah menjadi kewajiban untuk terus berusaha dan berupaya melestarikan peninggalan sejarah nenek moyang yang ditinggalkan dalam bentuk budaya maupun bentuk bangunan bersejarah. Sebagai generasi penerus sudah seharusnya jika para pemuda Muna menggali potensi dirinya dan berupaya untuk mengaktifkan lagi kebudayaan Muna yang sebagian besar sudah tergeserkan oleh nilai budaya asing yang secara etika dan moral sangat bertentangan dengan budaya Muna.
  4. Kesadaran Melestarikan Budaya Muna. “Melestarikan suatu budaya lebih sulit dari pada membuat budaya yang baru”. Begitulah ungkapan yang diutarakan banyak orang. Tapi itulah kenyataanya saat ini. Faktanya adalah lebih sulit mepelajari budaya Muna seperti tari linda atau yang lainnya daripada mempelajari budaya orang lain seperti budaya alai, lebay, budaya barat. Kondisi seperti ini bisa dilihat dengan begitu banyaknya anak muda yang lebih hafal lagu-lagu barat ketimbang lagu daerah Muna. Disinilah peran penting para pemuda untuk meluruskan dan membenarkan serta melestarikan budaya Muna yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Muna saat ini. Kesadaran untuk melestarikan budaya daerah ini idealnya memang harus dimulai dari para pemuda Muna, karna pada diri pemuda ini sebenarnya ada potensi yang besar yang perlu didorong untuk memacu semangat masyarakat agar lebih peduli pada budaya Muna.

penulis : La Ode Muhammad Ramadan

 

UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA MUNA


Budaya merupakan warisan dari leluhur atau nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya. Budaya terbentuk dari tradisi atau kebiasaan atau sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat.

......,Ramadan

Demi menjamin kelestarian budaya Muna yang kita cintai, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yakni :

  1. Kenali Budaya Muna

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya Muna. Hal pertama yang dapat dilakukan ialah mengenali budaya Muna. Dengan mengenal budaya Muna, paham apa saja budaya yang diwariskan nenek moyang masyarakat Suku Muna, akan lebih mudah untuk melestarikan budaya Muna karena telah benar-benar memahami dan mengerti bagaimana cara untuk menjaga budaya Muna tersebut.

Dalam hal ini, ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk mengenali budaya Muna yakni :

a. Mencari Tahu Tentang Budaya Muna

Jika belum benar-benar memahami budaya Muna, maka hal yang harus dilakukan ialah mencari tahu berbagai macam informasi yang berhubungan dengan budaya Muna. Informasi terkait budaya Muna dapat diperoleh dari bermacam-macam literatur seperti buku atau bisa juga melalui surat kabar. Apalagi, saat ini, banyak literatur yang membahas mengenai budaya dan kebudayaan sehingga akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi mengenai budaya Muna.

Selain dari literatur cetak, dapat pula mempelajari tentang budaya Muna melalui internet. Dengan perkembangan teknologi yang makin pesat karena pengaruh globalisasi, hal itu akan menjadi langkah mudah untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai budaya Muna.

b. Mengikuti Kegiatan Budaya Muna

Langkah selanjutnya untuk dapat mengenal budaya Muna setelah mempelajari tentang budaya tersebut adalah mengikuti kegiatan budaya Muna. Jika mengikuti kegiatan budaya Muna, maka akan memunculkan perasaan cinta terhadap budaya Muna tersebut. Dalam mengikuti kegiatan budaya Muna, sebaiknya terlibat langsung di dalam kegiatan tersebut, sebab jika hanya mengikuti kegiatan budaya sebatas sebagai penonton atau peserta saja, maka tidak akan mendapatkan pengalaman yang mengesankan.

c. Bergabung dalam Komunitas Budaya Muna

Jika ingin mengenal budaya Muna, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan bergabung dalam komunitas budaya Muna yang ada seperti Komunitas Rumah Hijau Indonesia Kabupaten Muna. Dalam komunitas tersebut akan didapatkan cukup informasi terkait budaya Muna karena dalam sebuah komunitas selalu ada tokoh kebudayaan yang berkunjung untuk menambah pengetahuan anggota komunitas, termasuk adanya diskusi-diskusi diantara sesama anggota komunitas terkait budaya Muna.

 

  1. Mengajarkan Budaya Muna Kepada Orang Lain

Setelah mengenal betul budaya Muna, mulai dari sejarahnya sampai macam-macam kebudayaan yang lahir dari budaya tersebut, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memberikan pengajaran kepada orang lain agar semakin banyak orang yang mengenal budaya Muna tersebut. Dalam hal ini, ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan yaitu mengajar di sekitar lingkungan tempat tingal dan/atau mengajar di sekolah.

a. Mengajar di sekitar lingkungan tempat tinggal

Untuk melakukan hal ini, dapat dibuka sebuah kelas khusus budaya. Dalam kelas ini, sebaiknya siswa yang bergabung adalah anak-anak sampai remaja, sebab rentang umur tersebut sangat mudah terpengaruh dengan budaya asing yang bersifat merusak.

Dapat diamati bahwa saat ini semakin banyak anak-anak dan remaja yang tidak tahu tentang budaya Muna. Mereka justru lebih bangga apabila mereka mengikuti budaya asing yang belum tentu baik untuk mereka. Bahkan, mereka nampak tidak peduli apabila budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka punah. Hal ini sangat miris sebab budaya yang seharusnya mereka cintai dan lestarikan justru menjadi budaya yang tidak diperhatikan.

Oleh karena itu, generasi muda harus bisa memberikan sebuah hal yang baik untuk mereka agar mereka lebih mengenal dan mencintai budaya Muna. Memang, untuk mewujudkan semua hal ini tidaklah mudah jika dilakukan sendiri. Untuk itu diperlukan kerja sama dengan para pihak, utamanya kelompok-kelompok pemuda yang peduli dengan kelestarian budaya.

b. Mengajar di sekolah

Selain membuka kelas budaya di sekitar lingkungan tempat tingal, mengajarkan budaya Muna kepada orang lain dapat pula dilakukan dengan mengajar anak-anak sekolah. Dalam hal ini, yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan menjadi salah satu staf pengajar seni budaya atau aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler budaya di sekolah.

Beberapa kegiatan ekstrakulikuler yang biasanya mengenalkan siswa terhadap kebudayaan adalah teater, musik, dan seni lukis. Mengajarkan budaya Muna kepada siswa di sekolah merupakan kontribusi cukup besar dalam melestarikan budaya Muna kepada generasi muda yang nantinya akan mengemban tugas untuk terus menjaga budaya tersebut.

 

  1. Memperkenalkan Budaya Muna ke Luar Negeri

Cara berikutnya yang dapat dilakukan untuk terus melestarikan budaya Muna adalah dengan memperkenalkan budaya Muna ke luar negeri. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini cukup sulit. Namun sebenarnya hal ini sangatlah mudah untuk dilakukan, apalagi dengan adanya berbagai teknologi canggih saat ini. Ada berbagai hal yang dapat dilakukan jika hendak  memperkenalkan budaya Muna ke luar negeri, seperti :

a. Memposting Kesenian Lokal Muna di Media Sosial

Di era modern ini, makin banyak orang yang mengenal internet dan media sosial. Melalui media sosial yang menghubungkan seluruh orang di dunia inilah dapat diperkenalkan budaya Muna kepada orang luar.

b. Mengenakan Produk Budaya Lokal Muna di Luar Negeri

Selain melalui media sosial, misi memperkenalkan budaya Muna ke luar negeri juga dapat dilakukan jika sedang berada di luar negeri. Memakai produk hasil budaya lokal seperti memakai sarung tenun Masalili saat berada di luar negeri, merupakan salah satu upaya konkret dalam memperkenalkan budaya Muna ke dunia luar.

c. Mengekspor Barang Hasil Kesenian Budaya Muna

Promosi budaya keluar negeri juga dapat dilakukan dengan menjual dan mengembangkan usaha produk budaya Muna hingga ke pasar mancanegara. Jika hal itu telah tercapai, maka produk budaya Muna dapat diekspor ke luar negeri.

 

  1. Tidak Terpengaruh Budaya Asing

Untuk terus melestarikan budaya Muna, hal yang harus dilakukan adalah berusaha untuk tidak mudah terperngaruh dengan budaya asing. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada era globalisasi ini, budaya asing sangatlah mudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Dengan asumsi bahwa budaya asing tersebut lebih modern, gaul, dan tidak kampungan, banyak masyarakat yang telah meninggalkan budaya lokal mereka. Maka tidak jarang jika sekarang banyak orang tidak tahu atau paham dengan budaya mereka sendiri.

Agar budaya lokal Muna ini tidak punah, maka harus ada prinsip agar tidak mudah terpengaruh budaya asing. Untuk mewujukdan hal itu, dapat dilakukan beberapa cara dan upaya antara lain :

a. Menjadikan Budaya Muna Sebagai Identitas

Menjadikan budaya Muna sebagai identitas maksudnya ialah adanya rasa bangga terhadap budaya Muna. Menjadikan budaya sebagai identitas memanglah tidak mudah. Apalagi saat ini, banyak orang yang berfikir bahwa budaya daerah merupakan budaya yang sudah ketinggalan jaman. Tentu saja, harus ada banyak usaha yang harus dilakukan.

b. Memilah Kebudayaan Asing

Hal kedua yang dapat dilakukan agar tidak terpengaruh budaya asing adalah dengan memilah dan memilih kebudayaan asing yang masuk. Tidak semua kebudayaan asing memberikan dampak positif terhadap budaya Muna. Maka dari itu, harus diteliti dan dicermati sebelum mengadopsi budaya asing yang datang.

Salah satu contoh budaya asing yang dapat diadopsi karena bernilai positif adalah budaya kerja keras. Hal ini akan memberikan dorongan positif untuk lebih bekerja keras dalam mencapai cita-cita dan juga bekerja keras untuk melestarikan budaya Muna.

Selain hal-hal tersebut, kita juga dapat melakukan upaya culture experience dan culture knowledge dalam melestarikan budaya Muna.

Culture experience merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung. Seperti contoh masyarakat dianjurkan mempelajari tarian daerah dengan baik agar dalam setiap tahunnya tarian ini dapat ditampilkan dan diperkenalkan pada khalayak. Dengan demikian selain dapat melestarikan budaya, kita juga dapat memperkenalkan kebudayaan Muna pada orang banyak.

Sementara culture knowladge merupakan pelestarian budaya dengan cara membuat pusat informasi kebudayaan sehingga mempermudah seseorang untuk mencari tahu tentang kebudayaan Muna. Cara ini dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelajar dan dapat pula menjadi sarana wisata bagi para wisatawan yang ingin mencari tahu serta ingin berkunjung ke Muna dengan mendapatkan informasi dari pusat informasi kebudayaan tersebut.

Dari penjelasan yang telah dibahas diatas, dapat diketahui bahwa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga sekaligus melestarikan budaya Muna adalah dengan mengenali budaya Muna melalui bacaan, mengikuti acara-acara kebudayaan, dan bergabung dalam komunitas budaya. Selanjutnya dengan mengajarkan budaya Muna kepada anak-anak dan remaja sebagai generasi muda yang akan mengemban tugas untuk menjaga budaya Muna di masa mendatang. Selain itu, memperkenalkan budaya Muna kepada orang luar negeri menjadi langkah selanjutnya untuk menjaga budaya Muna agar tidak punah, dan terakhir adalah tidak mudah terperngaruh budaya asing yang bisa membuat budaya Muna dilupakan. Dengan cara-cara tersebut, budaya Muna tidak akan mudah dilupakan dan akan terus terjaga.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Pentingnya Melestarikan Budaya Muna


Muna merupakan salah satu suku di negeri tercinta Indonesia ini yang memiliki aneka macam budaya. Budaya Muna cukup berragam, namun ironisnya tidak sedikit dari generasi penerus, utamanya pemuda yang seakan tidak perduli dan terkesan mengabaikan budaya kita sendiri.

 

IMG_0001

Di era globalisasi ini, budaya-budaya barat sangat mudah masuk di daerah kita. Budaya ini tumbuh dan berkembang dengan pesat. Kita, selaku generasi muda lebih menyukai akan budaya ini ketimbang budaya asli kita. Kita merasa lebih percaya diri dan merasa lebih gaul jika meniru budaya barat.

Dapat dilihat bahwa saat ini semakin banyak anak-anak dan remaja yang tidak tahu tentang budaya mereka. Mereka justru lebih bangga apabila mereka mengikuti budaya asing yang belum tentu baik untuk mereka. Bahkan, mereka nampak tidak peduli apabila budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka punah. Tentu saja hal ini sangat miris sebab budaya yang seharusnya mereka cintai dan lestarikan justru menjadi budaya yang tidak diperhatikan.

Kondisi ini jika dibiarkan akan menggerus budaya kita. Pada saatnya nanti, budaya kita di tanah Muna perlahan-lahan akan sirna tergerus budaya asing. Akibatnya kita akan kehilangan jati diri sebagai MIENO WUNA.

Maka dari itu, pedulilah terhadap budaya kita, budaya Muna. kita harus bangga menjadi orang Muna. Bangga akan budaya Muna yang beragam. Ini budayaku, Muna. Sekarang nasib budaya Muna ada di tangan kita, para pemuda. Jadi berilah yang terbaik bagi budaya Kita, budaya Muna.

Selain fenomena akan sirnanya nilai-nilai budaya Muna di masyarakat, hal lain yang mendasari pentingnya upaya melestarikan budaya Muna adalah :

  1. Budaya Muna merupakan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya.
  2. Budaya Muna memiliki keterkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia/masyarakat Muna. Dalam konteks ini berhubungan dengan perwujudan dari budaya tersebut yang menghasilkan perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata seperti peralatan hidup, seni dan lain-lain.
  3. Budaya Muna mempengaruhi tingkat pengetahuan manusia/masyarakat Muna.
  4. Budaya Muna mempengaruhi perilaku manusia/masyarakat Muna.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan