Sifat Terbaik yang Harus Dimiliki Orang Muna


Orang Muna memiliki feeli (prinsip hidup) berupa Dopandehao Wuto (mengenal diri), Dopomoo-Moologho (saling menyayangi), Dopo Pia-Piara (saling menjaga/memelihara), Dopo Angka-Angkau (saling menghargai), dan Dopo Adha-Adhati (saling meng ‘adati).

ramadan

Prinsip hidup orang Muna yang merupakan ‘undang-undang’ perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari tersebut merupakan cerminan bahwa orang Muna memiliki sifat, tabiat, dan budi pekerti (akhlaq) yang baik dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.

Jika merujuk prinsip hidup tersebut, maka orang Muna setidaknya harus memiliki sifat-sifat antara lain :

  1. Tidak boleh menyakiti orang lain. Orang Muna sejatinya menjadi orang yang keberadannya tidak menyebabkan orang lain terganggu akibat kejahatan tangan dan lidahnya. Manifestasi dari sifat ini adalah menjaga mulut/lidah (tidak berkata kasar, tidak ghibah, tidak mengejek), dan tidak menyakiti orang lain.
  2. Malu merupakan perhiasan berharga, indah, dan elok bagi wanita. Malu dapat menghindarkan keburukan, mencegah kealpaan untuk bersyukur kepada yang memberi nikmat dan mencegah kelalaian menunaikan hak orang yang memiliki hak. Disamping itu, malu juga mencegah berbuat/berkata kotor demi menghindari celaan dan kecaman. Bagi seorang wanita, manifestasi dari sifat malu adalah menutup aurat, menahan pandangan matanya, serta tidak bergaya centil dan manja ketika berbicara dengan bukan muhrimnya.
  3. Santun saat berbicara. Kesantunan berbicara termanifestasikan dengan tidak mengeraskan suara saat berbicara (berbicara pelan), tidak memotong pembicaraan dan tidak menjatuhkan lawan bicara.
  4. Meninggalkan perdebatan. Sesungguhnya perdebatan itu merupakan sarana untuk memperoleh kemenangan semu. Dalam perdebatan kerap dijumpai orang yang menunjukkan aib orang lain dan berusaha menyucikan dirinya sendiri.
  5. Tidak bakhil/pelit/kikir.
  6. Tidak dengki. Dengki merupakan sifat yang memendam permusuhan di dalam hati. Dengki akan melahirkan kedzaliman terhadap orang lain berupa hasud, mencaci maki, melecehkan orang lain, ghibah, mengolok-olok, dan menyakiti fisik. “Jika Jika orang shahih jengkel, maka ia berbuat adil. Jika orang budiman jengkel, maka mereka bertindak mulia. Namun jika orang naif jengkel, maka mereka bertindak semena-mena”.
  7. Tidak iri/hasud. Hasud adalah reaksi jiwa dan penyakit hati yang menganggap nikmat Allah yang diterima seesorang/orang lain terlalu banyak untuknya sembari mengangan-angankan raibnya kenikmatan tersebut dari mereka. Penyebab iri/hasad adalah permusuhan, kebencian, kemarahan, kedengkian, takabur, arogan, ambisi kekuasaan, dan kegilaan pada dunia.
  8. Tidak terperdaya. Orang Muna tidak boleh terperdaya oleh angan kehidupan dunia. Orang Muna tidak boleh merasa jika Allah memberinya kehidupan dunia yang melebihi orang lain dan beranggapan karunia tersebut sebagai kelebihan, bukan sebagai kemurahan. Sesungguhnya semua itu mengandung ujian dan cobaan untuk menilai kesyukuran atau kekufuran seseorang.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Kalambe Wuna Nokofeeli Nemetaano


Kalambe Wuna Nokofeeli Nemetaano merupakan bahasa daerah Muna yang maknanya adalah Gadis Muna berperangai baik. Makna perangai baik bagi seorang gadis Muna sejatinya memiliki banyak kriteria.

ramadan.....b

Menurut hemat penulis, kriteria Kalambe Wuna Nokofeeli Nemetaano adalah jika ia mampu menjaga pandangannya serta mampu mencerminkan prinsip-prinsip dan falsafah kehidupan orang Muna, khususnya terkait dengan tegaknya ajaran agama Islam yang tertuang dalam falsafah Hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu sumano kono hansuru adhati, Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama.

Jika menerjemahkan falsafah hidup orang Muna, maka Kalambe Wuna Nokofeeli Nemetaano setidaknya memiliki kriteria-kriteria antara lain :

  1. Memanifestasikan rukun Islam sebagai bentuk ketaatan kepada Pencipta. Menggunakan make up (bedak) dari basuhan air wudhu dan memakai lipstik dzikir kepada Allah SWT.
  2. Menutup aurat.
  3. Menjaga pandangan dari pria yang bukan muhrimnya.
  4. Senantiasa menjaga tutur kata agar bermakna hanya untuk kebaikan.
  5. Murah senyum dalam artia yang proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpai diberi senyum manis, tetapi senyum yang dimaksud adalah senyum yang bernilai ibadah yang tidak menimbulkan fitnah.
  6. Pintar dalam bergaul dan pandai memilih teman yang membawa pada kebaikan. Kalambe Wuna menyadari bahwa melalui pergaulan yang baik, ilmu akan bertambah dan wawasan semakin luas. Ia selalu mengambil hikmah dari setiap orang yang ia temui.
  7. Saat mendapat kekurangan dalam dirinya, ia sikapi dengan belajar memperbaiki diri. Ia sadar akan kelebihan dan kekurangannya yang membuatnya tetap bersyukur dan tidak kufur nikmat.
  8. Apabila ia seorang anak, ia akan patuh kepada orang tuanya selama dalam kebaikan, bukan patuh pada hal-hal yang merugikan atau menjerumuskan hidupnya.
  9. Kalambe Wuna sejatinya mengajak kepada kebaikan.
  10. Apabila Kalambe Wuna sudah menjadi seorang ibu, ia akan mendidik anaknya untuk taat pada Allah dan Rasul, mengajarkan tentang aqidah yang benar dan menanamkan akhlakul karimah pada anaknya.
  11. Kalambe Wuna harus bisa bersabar atas ujian dan persoalan hidup, karena baginya ujian adalah tarbiyah untuk membentuk pribadi yang tangguh.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Feeli Metaano pada Orang Muna


Feeli Metaano merupakan bahasa daerah Muna yang maknanya terkait dengan perangai baik atau prinsip hidup yang baik.

ramadan........lm

Jika dikaji dari berbagai aspek, Feeli Metaano bagi orang Muna merupakan gambaran dari sikap, perilaku, dan tutur kata seseorang (masyarakat muna) yang baik dan terpuji.

Sikap, perilaku, dan tutur kata yang baik dan terpuji tersebut akan disenangi oleh orang lain, dan insha Allah akan baik dipandangan Allah SWT.

Bila didalami, kata Feeli Metaano memiliki kesepadanan makna dengan akhalakul karimah dalam ajaran Islam, yakni sikap yang baik sesuai ajaran Islam.

Dalam perspektif yang lebih luas, Feeli Metaano sesungguhnya memiliki makna yang terkait dengan kesungguhan, keseriusan, dan keikhlasan para pihak, utamanya mereka yang mengemban amanah untuk membangun, memajukan, dan mensejahterakan seluruh elemen yang ada di tanah Muna.

Menurut hemat penulis, setidaknya terdapat tiga aspek/komponen utama dari makna Feeli Metaano tersebut, yakni ikhlas, tawakal, dan sederhana/zuhud.

  1. Ikhlas merupakan sikap seseorang yang melakukan sesuatu tanpa pamrih dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT.

Sikap ini mengisyaratkan semua elemen di tanah Muna agar memiliki keihklasan dalam berbuat untuk kemajuan dan kebaikan daerah Muna. Sekecil apapaun sumbangsih untuk membangun daerah Muna hendaknya tidak dilandasi oleh kepentingan tertentu dan tanpa tendensi apapun.

Adapun ciri orang yang ikhlas dalam berbuat antara lain tidak kecewa saat amal perbuatanya atau hasil karyanya diremehkan orang lain, dan tidak merasa bangga ketika perilaku atau hasil karyanya dipuji.

  1. Tawakal

Tawakal merupakan sikap seseorang yang bekerja dan berusaha lalu menyerahkan hasil usaha dan kerja kerasnya tersebut pada kehendak Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam semesta ini.

Sikap tawakal ini mengisyaratkan semua elemen di tanah Muna untuk tidak putus asa jika hasil yang diterima tidak sesuai dengan harapan, termasuk tidak sombong atau tidak membanggakan diri ketika sesuatu yang diusahakan berhasil.

Ciri orang yang tawakal antara lain tidak pernah berkeluh kesah, ridha terhadap diri dan keadaanya, dan selalu merasakan ketenangan.

  1. Sederhana/zuhud

Sederhana atau zuhud dapat diartikan sebagai sikap hidup apa adanya, menggunakan segala apa yang dimiliki (harta) untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Sifat sederhana/zuhud ini mengisyaratkan kepada seluruh elemen di tanah Muna untuk tidak hidup boros dan tidak hidup berfoya-foya. Kepada para pengemban amanah di daerah ini diisyaratkan untuk memanfaatkan segala potensi yang ada bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Muna.

Ciri orang sederhana/zuhud antara lain selalu merasa cukup atas harta yang dimiliki, dan  senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan Allah SWT.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Makna Falsafah Hidup Orang Muna; Agama (Islam) adalah Benteng Utama dan Terakhir


Salah satu falsafah (filsafat) kehidupan orang Muna adalah “Hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu sumano kono hansuru adhati, Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama”.

ramadan.....b

Falsafah hidup orang Muna memiliki arti “Biar hancur badan asalkan daerah/kampung terjaga, Biar hancur daerah/kampung asalkan adat istiadat terjaga, Biar hancur adat istiadat asalkan agama (Islam) tetap tegak”.

Bila mencermati falsafah hidup orang Muna tersebut, tersirat bahwa agama (Islam) merupakan benteng utama dan terakhir dalam kehidupan di dunia fana ini. Demi tegaknya agama (Islam), orang Muna siap dan rela ‘mengorbankan’ dirinya, ‘mengorbankan’ kampungnya, termasuk ‘mengrobankan’ adat istiadatnya.

Tegaknya agama (Islam) bagi orang Muna ditandai dengan terwujudnya/teraktulisasinya lima pilar utama ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kelima pilar utama yang dikenal dengan rukun Islam itu meliputi :

  1. Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
  2. Menegakkan sholat.
  3. Menunaikan zakat.
  4. Berpuasa pada bulan Romadhon.
  5. Pergi haji ke tanah suci jika mampu.

Menegakkan rukun Islam merupakan harga mati dalam kehidupan orang Muna, sebagaimana tertuang dalam falasafah hidup orang muna. Ditempatkannya agama (Islam) pada posisi tertinggi dalam tataran kehidupan orang Muna bukan tanpa dasar yang jelas.

Orang Muna meyakini bahwa agama (Islam) merupakan satu-satunya agama sekaligus sistem yang layak dijadikan pedoman hidup. Kelengkapan cakupan aspek kehidupan Islam (sebagaimana desebutkan secara rinci dalam Al Qur’an) mencakup keyakinan, moral, tingkah laku, perasaan, pendidikan, sosial, politik, ekonomi, militer/pertahanan keamanan, dan perundang-undangan.

Sebagai agama, Islam mengandung konsep keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan. Dia Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, tiada mengantuk, dan tidak pula tidur. Sebagai panduan bagi seorang muslim atas keyakinan ini, Allah SWT menyatakan diri-Nya untuk diyakini seperti dinyatakan dalam Al Quran (QS Al-Baqarah/2 : 255).

Bagi orang Muna, agama (Islam) mengajarkan penganutnya untuk berakhlak. Akhlak sendiri dalam Islam adalah Al Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Al Qur’an adalah akhlak Rasulullah Muhammad SAW yang memuat panduan kehidupan yang wajib diikuti oleh manusia agar mendapatkan rahmat Allah dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Agama (Islam) juga mengatur masalah tingkah laku/perilaku yang terwujud melalui aspek gerakan. Hal ini diwarnai dan ditentukan oleh akidah dan akhlak seseorang. Oleh karena itu, akhlak dan perilaku seseorang saling berkaitan dan memberikan gambaran satu sama lain.

Agama Islam memperhatikan perasaan manusia. Dalam Islam, seluruh perasaan (suka-duka, cinta-benci, sedih-gembira, halus-kasar, sensitif atau tidak), berbanding lurus dengan akidah pemeluknya. Oleh karena itu, kesempurnaan iman dan Islam seseorang dalam berperasaan adalah ketika ia berperasaan karena Allah: mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan lain-lain karena Allah.

Islam juga mengajarkan bagaimana melakukan pendidikan dan pengajaran kepada manusia. Ada sekian banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang memerintahkan umat Islam untuk belajar. Pendidikan yang dimaksud dalam Islam tidak saja bersifat formal dan terbatas di sekolah, tetapi juga pada setiap waktu, tempat, dan kesempatan.

Orang Muna memandang bahwa kesempurnaan Islam juga ditunjukan pada ajarannya tentang hubungan antar manusia/masyarakat. Al Qur’an sedemikian rinci menyampaikan hal-hal tersebut, seperti aturan hubungan antara laki-laki dan perempuan, larangan memperolok-olok orang lain, larangan mengejek orang lain, dan perintah untuk tidak sombong. Islam juga membahas mengenai karakteristik masyarakat Islam yang di dalamnya diatur nilai-nilai Islam.

Islam juga mengatur urusan-urusan yang terkait dengan politik dan ekonomi. Dibidang politik terkait dengan strategi dan dakwah untuk menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi.

Sementara dalam aspek ekonomi, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat. Diantara aturan perekonomia dalam Islam adalah terkait riba (yang menghancurkan kesejahteraan), urusan utang-piutang, bukti tertulis dalam perniagaan/perdagangan, dan lain-lain.

Islam mewajibkan kepada setiap penyeru kebenaran untuk bersiap siaga, menyiapkan kekuatan, dan berjuang membela kebenaran dan memerangi kebatilan. Hal ini diajarkan Islam untuk melawan pihak-pihak yang menyeru dan melakukan kebatilan. Mereka adalah kaum yang didorong oleh nafsu untuk menciptakan kehancuran.

Disisi lain, Islam mewajibkan kepada umatnya untuk berbuat adil, bahkan kepada diri dan keluarganya sendiri. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, Islam mengatur urusan hukum dan peradilan. Urusan yang berkaitan dengan hukum dan peradilan dalam Islam harus berlandaskan aturan Allah. Tanpa hal tersebut, keadilan sulit terwujud karena hukum hanya menjadi permainan belaka.

Itulah beberapa alasan mengapa orang Muna menjadikan agama (Islam) sebagai benteng utama dan terakhir dalam falsafah kehidupanya.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Makna DOPANDEHAO WUTO dari Salah Satu Prinsip Hidup Orang Muna


DOPANDEHAO WUTO (mengenal diri/tahu diri) merupakan salah satu Feeli (prinsip hidup) masyarakat Muna dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

ramadan.....,

Dikalangan orang Muna asli, DOPANDEHAO WUTO merupakan salah satu ‘undang-undang’ perilaku yang wajib diikuti.

Mengenal diri sendiri atau tahu diri adalah permulaan dari semua kemenangan hidup. Mengenal diri sendiri memang sangat penting, namun terkadang sulit dilakukan.

Dalam kehidupan nyata, mengenal diri sesungguhnya merupakan pesan moral yang bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan ketentraman hidup manusia.

Secara gamblang, langkah untuk mengenal diri sendiri adalah dengan mengetahui bahawa diri itu tersusun dari bentuk-bentuk zahir (yang disebut badan atau jasad) dan bentuk-bentuk bathin (yang disebut qalbu atau jiwa). Hal ini memiliki makna mendalam jika dikaji secara cermat.

Pastinya, hidup tanpa mengenal diri selalu membawa manusia pada jalan yang dangkal. Artinya, orang yang tidak tahu diri itu belum mampu memposisikan dirinya serta tidak dapat melihat apa yang ada pada akal, jiwa dan pikirannya secara serasi, seimbang, dan sesuai.

Mengetahui diri sendiri itu penting karena dengan hal itu manusia bisa mengukur kemampuan dirinya, mengetahui kekurangan atau kelebihan, serta menyadari kapasitas dirinya.

Tahu diri akan menuntun manusia untuk tidak sok bisa, tidak sok merasa paling hebat ditengah kemampuan yang pas-pasan.

Tahu diri juga akan membimbing manusia untuk mengenal posisi dimana manusia itu berada, tahu dimana harus berbuat, kapan harus bertindak, dan tahu kapan harus diam.

Tahu diri/mengenal diri itu pernting karena salah satu akibat jika tidak tahu diri adalah lahirnya sosok-sosok manusia yang merasa paling benar, tidak tahu malu, dan sombong.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan