Raja Muna XI La Ode Sa’adudin ( 1625-1626 )



La Ode Sa’aduddin  Raja Muna pertama yang memeluk islam. Setelah La Ode Saaduddin naik tahta dia melakukan reformasi pemerintahan di kerajaan muna.  untuk mendukung pmerintahannya la Ode Sa’aaduddin membentuk dua jabatan baru dalam sistem pemerintahan Kerajaan Muna yaitu kapitalao. Kapitalao diberi tugas menjaga keamanan pantai Kerajaan muna dari serangan musuh termasuk bajak laut yang kembali marak disekitar perairan kerajaan muna. Karena Kerajaan muna dikeliligi oleh lautan dengan wilayah yang begitu luas maka diangkat dua orang Kapita Lao yaitu Kapitalao Matagholeo Timur )  dan Kapita Lao Kansoopa ( Barat ).

Untuk mengisi jabatan kapatalao dipilih dari kino. Namun demikian tidak semua Kino berhak untuk menjadi Kapitalao dan Kapita. Diantara 26 kino yang ada di kerajaan Muna hanya Kino Babato yang dapat menjadi Kapita atau Kapitalao, mereka itu adalah :

1.Babato Aluno yaitu :

  • Kino Tobea
  • Kino Labora
  • Kino Lakologau
  • Kino Mantobua
  • Kino Lagadi
  • Kino Watumela
  • Kino Lasehao
  • Kino Kasaka.

2. Kino Barata yaitu Kino-Kino yang bertugas menajaga pantai kerajaan, yang terdiri dari;

 Kino Wasolangka

 Kino Lohia

 Kino Lahontohe dan

 Kino Marobea.
Dengan demikian maka Dewan Kerajaan terdiri dari;

  1. Raja
  2. Bonto Balano
  3. Mintarano Bhitara
  4. Kapita Lau 2 orang
  5. Kapita 1 orang
  6. Koghoerano 4 orang
  7. Fatolindono 4 orang.

Walaupun Muna bukanlah kerajaan Islam, namun sejak masa pemerintahan La Ode Saadudin hukum islam berlaku dikerajaan Muna misalnya hukuma gantung bagi yang melakukan norma adat dan hukuman cambuk bagi yang melanggar  norma susilah. Pelaksanaan hukuman islam terebut berlaku pada seluruh warga kerajaan dalam hal ini termasuk Raja. Sebagai bukti penerapan hukum islam tersebut dapat dilihat ketika mitarano bhitara ( kuasa yudikatif menjatuhkan hukuman gantung pada La Ode Umara Raja Muna Ke… karena dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap norma adat dan  hukuman cambuk sampai mati dijatuhkan pada La Ode Sumaili Raja Muna ke…. Yang dianggap pelakukan pelanggaran norma susilah ketika menentang perkawinan Wa Ode Kadingke Dengan seorang saudagar dari bugis yang bernama Daeng Marewa. Penentangan terhadap perkawinan tersebut mendapat perlawanan dari    wOde Kadingke sehingga terjadi perang saudara. Setelah WaOde Kadingke memenangkan pertempuran kemudian mengangkat Puteran La Ode Saete menjadi Raja. Sedangkan La Ode Sumaili dijatuhi hukuman ambuk Sampai mati.

Iklan

Silakan berkomentar dengan santun

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

SOWITE : " Hansuru hansuru badha, sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu, sumano kono hansuru adhati- Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama "

MEDIA ONLINE NASIONAL

MENYAJIKAN BERITA AKTUAL TAJAM DAN TERPERCAYA

My Universe

about me and around me

Wasbang 9

Blog Kelas 9 Wawasan Kebangsaan

FOR-WUNA

SOWITE : " Hansuru hansuru badha, sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu, sumano kono hansuru adhati- Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama "

Ailtje Ni Diomasaigh

Ramblings of an Indonesian Woman

Motivator Pendidikan Kreatif

Namin AB Ibnu Solihin

Coretan-coretan Harian

Yuli Jannaini Bercerita

rama arya's blog

travel | art | volunteering | ruminations

Idiot Joy Showland

This is why I hate intellectuals