KATA PENGANTAR


KATA PENGANTAR

Sejarah sangat berguna, baik sebagai ilmu maupun sebagai metode. Sebagai ilmu dalam mempelejari sejarah dapat memberikan suatu pemahaman yang baik mengenai masa kini melalui suatu pengujian yang sistimatis terhadap masa lampau.

Dan sejarah juga menjadi penuntun yang memberikan banyak gagasan dari yang kita peroleh yang menggambarkan apa yang kita butuhkan. Disamping itu dengan memahami sejarah menambah kecintaan kita kepada tanah air umumnya dan daerah kita kabuapten Muna khususnya yang senantiasa mendapatkan penerangan-penerangan, keadaan pikiran yang mempertinggi kehormatan terhadap seseorang karena kepemimpinannya yang cakap, dan kehormatan untuk bangsa.

Adapun sejarah sebagai metode, dapat tergambar dalam kehidupan keseharian kita merupakan pelaksanaan dalam penggunaan metode tersebut.

Demikian pula Sejarah tentang Dinasti Kerajaan Muna Laode Rere Raja Muna Terakhir Gelar Arowuna dapat memberikan suatu pemahaman mengenai sejarah daerah Muna yang selama ini dilupakan eksistensinya, sehingga masyarakat Muna hampir kehilangan kecintaan terhadap para pemimpinnya di masa lampau dan membawa dampak pada masa kini.

Sejarah Dinasti Kerajaan Muna dapat dilihat dari Silsilah raja-raja di Muna dalam buku ini, dan disamping itu seorang mantan kontroliur Muna Tahun 1933-1935, J. Couvreur dalam bukunya dengan tegas mengatakan bahwa, Laode Rere bergelar asli raja dan oleh Syarat Muna memberikan gelar Arowuna karena beliau sebagai raja Muna terakhir.

Dengan mengenal sejarah kedinastian kerajaan Muna tersebut dapat membawa manfaat untuk bisa membangun Muna kedepan, mengingat kepemimpinan dalam dinasti kerajaan Muna berpegang pada filosofis yang dikenal dengan istilah Panca Po yaitu (1) Po-horo-horomati, artinya saling menghormati, (2) Po adha-adhati, artinya saling adat mengadat,(3) Po pia-piara, artinya saling pelihara memelihara, (4) Po Moomoologhoo, artinya saling sayang menyayangi dan (5) Po angka-angkatau, artinya saling angkat mengangkat

Dalam penulisan buku dengan judul “ Sejarah Dinasti Kerajaan Muna Laode Rere sebagai Raja Muna Terakhir Yang Bergelar Arowuna”, penulis menyadari akan berdampak positip disatu pihak, mengingat pengungkapan kebenaran sejarah tidak ada yang dapat menghalangi, kecuali hanya dapat terbantakan melalui suatu kejujuran.

Selanjutnya dilain pihak pengungkapan tentang sejarah juga akan membawa dampak negatif, mengingat sejarah itu sendiri banyak mengungkapkan fakta yang menyinggung perasaan para pihak yang terkait langsung ataupun tidak langsung atas eksistensi dari penulisan sejarah.

Dan sebagai manusia memiliki kekurangan atau kelemahan, sehingga penulis dapat menerima koreksi untuk menjadi bahan revisi terhadap edisi-edisi buku ini kedepan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Arowuna Laode Rere dan para pihak yang telah membantu, sehingga diterbitkannya buku ini.

Wasalam.
Penulis,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s