MENGENAL MAKHLUK GHAIB (antara Pemahaman Orang Muna dan Menurut Ajaran Islam)


Menurut pengetahun dan pemahaman orang Muna, makhluk ghaib atau biasa disebut makhluk halus merupakan makhluk yang tidak tampak secara kasat mata. Makhluk ghaib atau makhluk halus merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut makhluk hidup yang eksistensinya tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia.

makhluk gaib 1

Orang Muna meyakini, makhluk ghaib ini memiliki kemampuan luar biasa, melebihi kemampuan manusia. Diantara kelebihan itu seperti kemampuan terbang, kemampuan merubah wujud menyerupai manusia atau hewan, termasuk kemampuan untuk masuk ke dalam tubuh manusia.

Makhluk ghaib ini mampu menempati ruang dan waktu yang tidak dapat dijangkau oleh manusia seperti menempati samudera luas, dasar lautan, gunung-gunung yang tinggi, rumah-rumah kosong, pohon-pohon besar, kebun tua, perempatan jalan dan lain-lain.

Orang Muna juga percaya jika makhluk ghaib ini memiliki “struktur pemerintahan” seperti halnya kehidupan manusia. Mereka hidup berkelompok, memiliki raja (pemimpin), memiliki panglima dan prajurit. “Kerajaan” makhluk ghaib ini ada dimana-mana (disetiap ruang), baik di darat, di laut, maupun di udara.

MAHLUK GHAIB MENURUT AJARAN AGAMA ISLAM

Di dalam aqidah Islam istilah ghaib mencakup banyak hal seperti kematian, rejeki, jodoh, ruh manusia, hari kiamat, surga, dan lain-lain. Beriman kepada yang ghaib adalah salah satu ciri muslim yang bertakwa. Termasuk kedalam hal ghaib adalah makhluk (ciptaan) yang tidak dapat dijangkau indera manusia seperti dari bangsa Malaikat dan Jin.

makhluk gaib

Dalam Islam tidak ada yang namanya hantu, yang ada hanya Jin, Syaitan dan Malaikat. Mungkin ada beberapa orang pernah melihat makhluk halus yang menyerupai seseorang atau sesuatu benda atau sesuatu hal yang menakutkan, sehingga ia menyimpulkan bahwa itu adalah hantu. Namun, sebenarnya itu adalah jin atau syaitan, karena mereka bisa menyerupai seseorang atau sesuatu benda atau sesuatu hal.

Perbedaan antara manusia dengan makhluk halus adalah keduanya hidup di alam yang berbeda. Sementara kesamaan antara manusia dan makhluk halus adalah keduanya diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Makhluk halus selain malaikat, (seperti jin jahat dan syaitan) kerap mengganggu manusia dengan menampakkan diri atau masuk ke dalam tubuh manusia yang sering kita kenal dengan istilah kesurupan. Namun demikian, tidak akan berani mengganggu orang beriman.

KARAKTERISTIK MAKHLUK GHAIB

Karakteristik makhluk ghaib dan perbandingannya dengan Manusia diantaranya :

  1. Malaikat diciptakan sebelum Jin, dan Jin diciptakan sebelum Manusia.
  2. Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin dari Api, dan Manusia dari tanah, ketiganya memiliki jasad (jasmani).
  3. Malaikat, Jin, dan Manusia sama-sama berakal, memiliki tingkatan, kedudukan, ilmu dan amalan yang berbeda-beda dan bertingkat-tingkat.
  4. Malaikat tidak memiliki syahwat, tidak berjenis kelamin, tidak makan, sedangkan Jin dan Manusia sama-sama memiliki syahwat, berjenis kelamin, makan dan minum, berkeluarga, bereproduksi, bekerja, istirahat dan lain-lain.
  5. Malaikat memiliki kekuatan fisik dan kecepatan yang jauh lebih kuat daripada Jin, sedangkan Jin lebih kuat daripada manusia. Jin mampu terbang hanya sebatas langit dunia sementara Malaikat sampai ke Surga. Jin mampu mengerjakan sesuatu yang dianggap besar oleh manusia dalam waktu singkat, kurang dari semalam atau sekejap mata misalnya membangun bangunan atau membendung air dan lain-lain.
  6. Para Malaikat lebih utama dari para jin, baik dari sisi penciptaan, bentuk, perbuatan maupun keadaan.
  7. Populasi Malaikat memiliki jumlah yang sangat banyak melebihi jumlah Jin, Manusia dan Hewan.
  8. Malaikat diciptakan dengan tabiat selalu taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan disifati dengan sifat-sifat yang terpuji. Sedangkan Jin dan Manusia diberikan pilihan dan kehendak (free will) untuk taat atau ingkar. Jin sebagaimana Manusia diperintakan untuk menjalankan syariat Agama mengikuti Nabi yang diutus, sehingga didapati ada Jin yang muslim, kafir juga atheis, ada yang baik dan ada yang jahat.
  9. Komunitas Jin serupa dengan Manusia, memiliki bahasa dan negara masing-masing, memiliki Raja dan bawahan, memiliki teknologi dan bangunan-bangunan.
  10. Para Malaikat tinggal di langit, sementara Jin dan Manusia tinggal di bumi.
  11. Jin seperti Manusia merasakan sakit, takut, kuat, lemah, lahir dan mati. Malaikat, Jin dan Manusia akan mengalami kematian, Malaikat peniup Sangkakala adalah yang paling akhir mati dihari kiamat, dan juga yang pertama kali dibangkitkan dari kematiannya untuk meniup kembali sangkakala pada tiupan kebangkitan bagi makhluk yang lain. Bagi Jin dan Manusia akan dihitung (hisab) amal perbuatannya dikala hidup di dunia, yang beriman masuk surga, dan yang ingkar ke neraka
  12. Malaikat, Jin dan Manusia tidak mengetahui perkara ghaib, seperti ajalnya, masa depan, hari kiamat, dan lain-lain.
  13. Para Nabi dan Rasul seluruhnya dari bangsa Manusia, bukan dari kalangan Jin dan Malaikat.

makhluk gaib 2

INTERAKSI MAKHLUK GHAIB DENGAN MANUSIA 

  1. Para Malaikat bertugas mengurusi urusan Manusia, Jin, Hewan dan apa saja yang diperintahkan padanya.
  2. Setiap Manusia memiliki Qarin, yaitu pendamping dari kalangan Jin dan Malaikat.
  3. Malaikat mampu melihat Jin disetiap waktu, sedangkan Jin tidak dapat melihat mereka kecuali setelah Malaikat tersebut berubah menjadi bentuk lain yang dapat dijangkau oleh indera Jin. Sedangkan Manusia tidak dapat melihat Malaikat dan Jin dalam bentuk asli mereka kecuali mereka berubah menjadi bentuk yang dapat dijangkau Indera manusia, seperti berubah menjadi hewan, suara, cahaya, api, benda terbang tak dikenal, bahkan meniru rupa manusia yang sudah meninggal maupun yang masih hidup, dalam alam nyata maupun alam mimpi. Keledai dan Anjing mampu melihat bentuk asli Jin di malam hari.
  4. Jin mampu menzalimi, mencuri harta, membalas dendam, menculik, dan membunuh manusia, sebagaimana manusia juga bisa menyakiti dan membunuh Jin. Jin menjadi lebih lemah ketika menampakkan diri sehingga manusia dapat melihatnya, yang berarti juga dapat memukulnya, bahkan membunuhnya.

KESALAHAN PEMAHAMAN TENTANG MAKHLUK GHAIB

  1. Didalam aqidah Islam tidak dikenal adanya roh gentayangan, arwah penasaran maupun indera keenam. Diyakini bahwa setelah perginya para pelayat, mayat di dalam kuburnya akan ditanyai pertanyaan kubur oleh malaikat, manusia yang jahat mengalami siksa kubur, sedangkan yang baik mengalami nikmat kubur. Roh orang yang telah meninggal tetap berada di dalam kuburnya menanti datangnya hari kebangkitan. Hal ini kadangkala dimanfaatkan oleh Jin untuk meniru wujud si mayit untuk mengambil keuntungan ataupun sekadar mempermainkan manusia.
  2. Begitu pula tentang Indera keenam, bahwasanya Jin tidak dapat dilihat manusia kecuali Jin tersebut sendiri yang menampakkan dirinya. Hanya saja Jin melihat dan memilih orang-orang tertentu untuk dia tampaki, kadang secara reguler. Tujuannya supaya manusia mengira dan meyakini bahwa dia mampu melihat hal ghaib dan mulai menyatakan kepada khalayak bahwa dia mampu mengetahui hal ghaib. Pada akhirnya Jin akan berkomunikasi dengan manusia tersebut dan menipunya, mengaku sebagai arwah orang yang telah mati, atau menawarkan manusia tersebut mencari harta, atau bahkan mengajak kepada perdukunan dan kesyirikan.

*Rujukan : AL QUR’AN & HADIST NABI MUHAMMAD SAW.

La Ode Muhammad Ramadan

20170519_134857

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s