Festival di Teluk Meleura


Penghujung tahun 2017, Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna ‘menggeliat’. Tidak seperti biasanya, desa kecil yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Raha, Ibukota Kabupaten Muna itu mendadak ramai.

meleura 1

Situasi yang tidak biasanya dijumpai di desa tersebut terjadi karena Pemerintah Kabupaten Muna menjadikan lokasi ini sebagai ajang berbagai kegiatan menjelang akhir tahun 2017.

Aneka kegiatan yang ‘menggairahkan’ aktivitas masyarakat di tempat tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi-lokasi objek wisata, kegiatan perkemahan pelajar hingga festival seni budaya.

Kegiatan perkemahan pelajar telah berlangsung pada November lalu. Kini aktivitas pembangunan infrastruktur jalan yang terus berlanjut di seputaran Meleura dan Motonuno. Puncaknya nanti adalah kegiatan Festival Pantai Meleura yang dijadwalkan berlangsung medio Desember 2017, tepatnya 13 – 17 Desember 2017.

Festival Pantai Meleura yang dipusatkan di Teluk Meleura dipastkan bakal meriah. Berbagai kegiatan yang ditampilkan akan semarak dengan paduan keindahan panorama alam Meleura. Daerah pesisir dengan gugusan pulau-pulau kecilnya yang dapat ditempuh sekitar 30 menit mengunakan tranportasi darat dari Raha, dipastikan akan dapat memikat hati para pengunjungnya.

Terkait dengan Festival Pantai Meleura, ada dua hal penting yang termuat di dalamnya yakni kegiatan festival dan Teluk Meleura sebagai lokasi kegiatan.

Festival merupakan suatu kegiatan atau pesta besar atau acara meriah untuk suatu tujuan tertentu. Dalam konteks Festival Pantai Meleura, dapat diterjemahkan sebagai suatu bentuk kegiatan atau pesta besar atau acara meriah untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Muna.

Kegiatan ini menjadi suatu wadah atau wahana atau dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk penjabaran dan realisasi dari program Mai Te Wuna yang digalakan oleh Pemerintah Kabupaten Muna.

meleura 2

Jika dicermati, Festival Pantai Meleura ini pada dasarnya serupa dengan festival-festival yang pernah dilakukan pada masa-masa sebelumnya. Diperiode yang lalu, pernah ada Festival Napabale dan Festival Layang-Layang Internasional.

Bedanya dengan Festival Panta Meleura kali ini adalah pada aspek jenis kegiatannya. Jika festival-festival sebelumnya kemungkinan tidak ‘diperkaya’ dengan berbagai kegiatan menarik, maka Festival Pantai Meleura kali ini dikembangkan dengan berbagai kegiatan yang meliputi banyak aspek, mulai dari seni budaya, kelestarian alam/lingkungan, kearifan lokal, pariwisata hingga olahgraga.

Tercatat ada sejulah item kegiatan yang bakal digelar dengan meriah pada Festival Pantai Meleura meliputi pameran kuliner khas Muna, pameran kerajinan dan tenunan Muna, lomba foto destinasi wisata, lomba lari 10 kilometer, lomba perahu hias, lomba rambi Wuna, lomba kantola, lomba tari linda, dan lomba modero.

Selain itu, menyambut Festival Pantai Meleura ini, Pemerintah Kabupaten Muna juga menata dan meningkatkan infrastruktur mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga sarana prasarana yang ada di sejumlah objek wisata di Kabupaten Muna.

Ada hal menarik dari geliat pembangunan yang terus ditunjukan Pemerintah Kabupaten Muna kepada masyarakatnya. Bahwa masyarakat Muna cukup proporsional dan tidak berlebihan dalam mengapresiasi setiap program pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Muna.

Masyarakat Muna tidak begitu over acting dengan jalan raya dua jalur beserta lampu jalanya. Masyarakat Muna tidak lantas guling-guling diri dijalan beraspal dan tidak serta merta peluk cium tiang listrik dengan hadirnya lampu jalan di malam hari.

Masyarakat Muna tidak lantas menghebohkan diri dengan segela kemajuan yang ada. Mereka sadar bahwa keberhasilan Pemerintah Kabupaten Muna membangun infrastruktur yang ada, tidak harus diluapkan dengan jungkir salto atau berguling di jalanan, namun diwujudkan dengan memberikan dukungan moril dan tenaga terhadap Pemerintah Kabupaten Muna dalam memajukan daerah ini.

Hal penting lainya pada ajang Festival Pantai Meleura adalah Teluk Meleura yang menjadi lokasi kegiatan festival.

Teluk adalah peraiaran laut yang menjorok ke daratan dan dibatasi oleh daratan pada ketiga sisinya. Merujuk defenisi ini, maka Meleura termasuk kategori teluk.

meleura 3

Di Teluk Meleura tesrebut terdapat 10 (sepuluh) pulau kecil tidak berpenghuni. Kesepuluh gugusan pulau kecil tidak berpenghuni yang menempati perairan Teluk Meleura tersebut meliputi :

  1. Pulau Tampuno Meleura. Pula kecil ini terletak pada koordinat 04°55,792′ Lintang Selatan – 122°45,871′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,014 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,042 kilometer.

  2. Pulau Lapandulangi. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,638′ Lintang Selatan – 122°45,406′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,03 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,061 kilometer.

  3. Pulau Lemo. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,632′ Lintang Selatan – 122°45,441′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,005 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,025 kilometer.

  4. Pulau Labokeo. Pulau kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,592′ Lintang Selatan – 122°45,394′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,05 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,079 kilometer.

  5. Pulau Labokeo Kecil. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,631′ Lintang Selatan – 122°45,630′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,045 hektar dan panjang garis pantai hingga  0,075 kilometer.

  6. Pulau Sampalu 1. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,727′ Lintang Selatan – 122°45,336′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,01 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,035 kilometer.

  7. Pulau Sampalu 2. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,730′ Lintang Selatan – 122°45,356′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,08 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,032 kilometer.

  8. Pulau Sampalu 3. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,780′ Lintang Selatan – 122°45,453′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,003 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,019 kilometer.

  9. Pulau Ghilei 1. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,899′ Bujur Timur – 122°45,638′ Lintang Selatan dengan luas mencapai 0,02 hektar dan panjang garis pantai hingga 0,05 kilometer.

  10. Pulau Ghilei 2. Pulau Kecil ini berada pada titik koordinat 04°55,890′ Lintang Selatan – 122°45,630′ Bujur Timur dengan luas mencapai 0,02 hektar dengan panjang garis pantai hingga 0,05 kilometer.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

......utk2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s