F E T U M B U


FETUMBU merupakan bahasa daerah mieno Wuna (orang Muna) yang dalam bahasa Indonesia berarti fitnah atau tuduh.

fitnah

FETUMBU merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan fakta palsu yang dapat mempengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang.

FETUMBU juga dapat dimaknai sebagai perkataan bohong atau perkataan tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang lain.

Dikalangan mieno Wuna, FETUMBU merupakan sifat yang tidak terpuji. Sifat ini sangat merugikan karena memberikan dampak negatif terhadap banyak pihak diantaranya :

  1. Menimbulkan kesengsaraan. Akibat berita yang disebarkan tidaklah benar, FETUMBU sangat merugikan orang yang menjadi sasaran atau objek yang di-FETUMBU. Orang yang di-FETUMBU bisa jadi harga dirinya hancur dimata masyarakat dan menjadi bahan cemoohan.
  2. Menimbulkan keresahan. Akibat FETUMBU yang disebarkan, masyarakat jadi tidak tenang karena was-was.
  3. Merusak kebersamaan dan tali silaturrahmi.
  4. Dapat mencelakai orang lain. FETUMBU lebih kejam daripada pembunuhan. FETUMBU umumnya dilatarbelakangi ketidaksukaan atau kebenciaan terhadap orang lain. Hal ini dapat membangkitkan niatan jahat berbuat kriminal yang dapat mencelakai orang lain.
  5. Tanda orang munafik. Ciri-ciri orang munafik yakni bicaranya dusta, ketika diberi kepercayaan (amanah) justru mengkhianatinya, dan melanggar janji.

Selain dikalangan mieno Wuna, tercelanya FETUMBU juga ditegaskan dalam ajaran agama Islam, agama yang danut oleh mieno Wuna. FETUMBU dalam ajaran Islam disebut fitnah atau ghibah atau prasangka atau pergunjingan. Fitnah merupakan suatu kebohongan besar yang sangat merugikan dan termasuk dalam dosa yang tidak terampuni oleh Allah SWT. Oleh karenanya, Islam melarang umatnya memfitnah sebab fitnah adalah haram.

Allah SWT berfirman yang artinya : “Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain………..” (Q. S. Al-Hujarat : 12).

Seorang Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, apakah ghibah itu? Lalu Rasulullah menjawab; ‘Menyebut sesuatu yang tidak disukai saudaramu di belakangnya.’ Kemudian Sahabat kembali bertanya; ‘Bagaimana jika apa yang disebutkan itu benar?’ Rasulullah kemudian menjawab; ‘kalau sekiranya yang disebutkan itu benar, maka itulah ghibah. Tetapi jika hal itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (kebohongan besar).” (H. R. Muslin, Abu Daud, dan At-Tirmidzi).

Terkait dengan bahaya fitnah ini, Allah SWT juga berfirman yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (Q. S. Al Hujurat : 6).

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

ramadan.....,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s