MUNANTE, Pulau Kecil yang Terancam Hilang


Munante merupakan salah satu pulau kecil tidak berpenghuni yang ada di Kabupaten Muna. Pulau ini merupakan wilayah administratif Desa Kogholifano, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna.

pulau munante

Pulau yang berada pada koordinat 04°56,027′ Lintang Selatan – 122°48,039′ Bujur Timur itu memiliki luas sekitar 6,63 hektar dengan panjang garis pantai mencapai 1,23 kilometer.

Pulau ini tepat berada diantara dua pulau besar yakni Pulau Muna dan Pulau Buton, serta diapit oleh dua pulau kecil berpenghuni tetap, yakni Pulau Kogholifano dan Pulau Bakealu.

Pulau Munante memiliki jarak sekitar 13 kilometer dari Raha, ibukota Kabupaten Muna dengan waktu tempuh sekitar 15 menit menggunakan kapal motor.

Dahulu, pulau ini dikelilingi oleh hamparan pasir putih yang indah serta vegetasi mangrove, lamun dan terumbu karang pada perairanya. Sayangnya keindahan alam tersebut kini mulai memudar akibat aktivitas oknum manusia yang tidak ramah lingkungan dalam memanfaatkan hasil laut, seperti penggunaan bahan peledak, racun sianida, serta penambangan pasir yang tidak terkendali.

Kondisi saat ini, Pulau Munante kian memprihantinkan. Akibat aktivitas penambangan pasir yang massif oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, pulau ini terancam hilang.

pulau munante 1

Dalam beberapa tahun ke depan jika pasir putihnya terus dikeruk dan dieksploitasi, maka tidak menutup kemungkinan Munante bakal menjadi pulau karang yang terjal.

Hasil pengukuran pada tahun 2015 lalu (mengunakan pendekatan foto udara), luas Pulau Munante diperkirakan telah berkurang sekitar 0,4 hektar. Luas pulau ini kemungkinan tinggal sekitar 6,23 hektar dari 6,63 hektar saat diukur pada tahun 2005 silam.

Terkait vegetasi, Pulau Munante juga mengalami degradasi cukup signifikant dan memprihatinkan. Tutupan padang lamun di Pulau Munante yang diukur pada tahun 2015 lalu dengan metode transek garis diperoleh data yang cukup mencengangkan. Tutupan lamun di perairan Pulau Munante kurang dari 20 persen. Kondisi ini menunjukan bahwa lamun di Pulau Munante tidak bagus. Kondisi lamun yang bagus jika tutupanya berada di atas angka 40 persen.

Kerusakan lamun ini bisa jadi akibat pengerukan pasir di Pulau Munante, karena pasir merupakan salah satu substrat yang mejadi media tumbuh dan berkembangnya lamun.

Selain lamun, vegetasi yang juga mengalami kerusakan adalah mangrove. Hasil pengukuran tahun 2015 dengan metode transek garis diperoleh data bahwa tutupan mangrove di Pulau Munante kurang dari 30 persen dengan kepadatan/kerapatan berada di bahwa angka 500 pohon per hektar. Data tersebut menunjukkan bahwa mangrove di Pulau Munante telah mengalami kerusakan. Mangrove yang kondisinya masih bagus jika tutupanya berada di atas 50 persen dan kerapatan/kepadatan lebih dari 1.000 pohon perhektar.*

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

ramadan

Iklan

Silakan berkomentar dengan santun

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.