KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO


KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO merupakan bahasa daerah Wuna yang jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti tamak atau rakus atau serakah.

rakus-serakah

Dalam peristilahan orang Wuna, KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO merupakan sifat cinta kepada dunia (harta) secara berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar.

KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO terwujud dalam sikap yang selalu ingin memperoleh sesuatu yang banyak untuk diri sendiri. Orang yang memiliki sikap kurang terpuji ini selalu mengharap pemberian orang lain, namun dia sendiri bersikap pelit atau bakhil atau kikir. Ia ingin mengumpulkan harta untuk kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan aturan.

Menurut orang Wuna, KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO  termasuk salah satu penyakit hati yang tidak istiqamah kepada anugerah Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta ini.

Orang yang memiliki sifat KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO, jiwanya gelisah, ingin memborong segalanya dan hendak mengumpulkan semuanya. Semua barang atau benda ia sukai tanpa mau mengetahui apa gunanya. Milik yang ada di tangan orang lainpun disukainya, dan ia akan berusaha memperolehnya. Akibatnya, ia tidak memiliki rasa malu sedikitpun.

KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO dianggap sebagai sifat tidak terpuji dikalangan orang Wuna karena sifat ini dapat menyebabkan seseorang berlaku kikir, memeras, merampas hak-hak orang lain, serta menumbuhkan benih hasud terhadap orang lain.

Sifat KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO ternyata tidak hanya tercela dimata orang Wuna. Ajaran Islam juga mencela sifat ini. Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda bahwa : ”Kalaulah Allah kuruniakan anak adam dua lembah daripada emas, niscaya dia hendak tiga lembah. Sekali-kali harta itu tidak akan dapat memuaskan hawa nafsunya melainkan setelah dimasukkan ke dalam tanah (mati)”.

Adapun ciri-ciri orang yang memiliki sifat KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO antara lain :

  1. Sangat mencintai harta yang telah dimiliki.
  2. Terlalu bersemangat dalam mencari harta sehingga tidak memperhatikan waktu dan keadaan sekeliling
  3. Terlalu hemat dalam membelanjakan harta
  4. Merasa berat mengeluarkan harta untuk kepentingan agama maupun manusia.
  5. Semua perbuatanya bergantung kepada imbalan.
  6. Cinta dunia dan tidak memikirkan kehidupan akhirat
  7. Bodoh dalam memahami arti hidup bermasyarakat dan tidak saling menolong.
  8. Iri hati dengan sesamanya.
  9. tidak pernah merasa puas dengan apa yang dicapainya dan menginginkan seperti apa yang didapat orang lain.
  10. Berangan-angan tidak sesuai dengan kemampuannya.

Ketamakan terhadap harta hanyalah akan menghasilkan sifat buas, laksana serigala yang terus mengejar dan memangsa buruannya walaupun harta itu bukan haknya. Semoga kita terhindar dari sifat KAHONA-HONA / KAHAPU-HAPU / KADAO-DAO dan mari kita berusaha untuk terbebas dari budak dunia.*

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

ramadan.....b

 

Iklan

Silakan berkomentar dengan santun

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.