D A G H O


DAGHO merupakan salah satu kata dalam bahasa daerah Wuna yang artinya kikir atau bakhil atau pelit. DAGHO menunjukkan suatu sifat hidup yang kurang baik dalam tataran kehidupan orang Wuna. Bahkan DAGHO ini sangat tercela dan hina dimata orang Wuna karena orang yang memiliki sifat ini enggan mengeluarkan kewajibannya (dalam ketentuan agama Islam) seperti zakat, sedekah, infak, dan hadiah.

bakhil

Tercelanya sifat DAGHO ini juga telah ditegaskan dalam kitab suci ummat Islam (Al Qur’an) Surat Al-Isra’ ayat 29 yang artinya “Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu akan menjadi tercela dan menyesal”. Maksud dari ayat ini adalah mengingatkan kita agar tidak terlalu kikir dan jangan pula terlalu pemurah.

Ada beberapa faktor yang memicu munculnya sifat DAGHO pada seseorang, antara lain tidak adanya rasa kasih sayang pada orang tersebut serta orang tersebut merasa dirinya lebih dari orang lain.

Bahaya dari sifat DAGHO ini juga telah jelas disebutkan dalam Al Qur’an yakni Surat Ali-Imran ayat 180 yang artinya “Dan janganlah sekali-kali orang-orang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada  mereka dari Karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) padahari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Selain itu, dalam Al-Qur’an Surat Al-Lail ayat 8-11 juga dijelaskan : “Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)”.

Jika merujuk Al Qur’an, maka dapat dirinci beberapa kerugian yang akan dirasakan orang-orang yang memiliki sifat DAGHO antara lain :

  1. Ketika ia mati, hartanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah SWT.
  2. Allah akan membangkitkan penguasa zhalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu.
  3. Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya.
  4. Muncul ide pada dirinya mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan berikut semua harta yang disimpan di dalamnya lalu hancur.
  5. Dia ditimpa musibah yang dapat menghabiskan hartanya, seperti tenggelam, terbakar, mengalami pencurian dan sebagainya.
  6. Dia tertimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat.
  7. Dia menyimpan hartanya di sebuah tempat, kemudian ia lupa tempat itu, sehingga hartanya hilang.*

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Ramadan.......,,,,

Iklan

Silakan berkomentar dengan santun

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.