Makna Falsafah Hidup Orang Muna; Agama (Islam) adalah Benteng Utama dan Terakhir


Salah satu falsafah (filsafat) kehidupan orang Muna adalah “Hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu sumano kono hansuru adhati, Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama”.

ramadan.....b

Falsafah hidup orang Muna memiliki arti “Biar hancur badan asalkan daerah/kampung terjaga, Biar hancur daerah/kampung asalkan adat istiadat terjaga, Biar hancur adat istiadat asalkan agama (Islam) tetap tegak”.

Bila mencermati falsafah hidup orang Muna tersebut, tersirat bahwa agama (Islam) merupakan benteng utama dan terakhir dalam kehidupan di dunia fana ini. Demi tegaknya agama (Islam), orang Muna siap dan rela ‘mengorbankan’ dirinya, ‘mengorbankan’ kampungnya, termasuk ‘mengrobankan’ adat istiadatnya.

Tegaknya agama (Islam) bagi orang Muna ditandai dengan terwujudnya/teraktulisasinya lima pilar utama ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kelima pilar utama yang dikenal dengan rukun Islam itu meliputi :

  1. Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
  2. Menegakkan sholat.
  3. Menunaikan zakat.
  4. Berpuasa pada bulan Romadhon.
  5. Pergi haji ke tanah suci jika mampu.

Menegakkan rukun Islam merupakan harga mati dalam kehidupan orang Muna, sebagaimana tertuang dalam falasafah hidup orang muna. Ditempatkannya agama (Islam) pada posisi tertinggi dalam tataran kehidupan orang Muna bukan tanpa dasar yang jelas.

Orang Muna meyakini bahwa agama (Islam) merupakan satu-satunya agama sekaligus sistem yang layak dijadikan pedoman hidup. Kelengkapan cakupan aspek kehidupan Islam (sebagaimana desebutkan secara rinci dalam Al Qur’an) mencakup keyakinan, moral, tingkah laku, perasaan, pendidikan, sosial, politik, ekonomi, militer/pertahanan keamanan, dan perundang-undangan.

Sebagai agama, Islam mengandung konsep keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan. Dia Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, tiada mengantuk, dan tidak pula tidur. Sebagai panduan bagi seorang muslim atas keyakinan ini, Allah SWT menyatakan diri-Nya untuk diyakini seperti dinyatakan dalam Al Quran (QS Al-Baqarah/2 : 255).

Bagi orang Muna, agama (Islam) mengajarkan penganutnya untuk berakhlak. Akhlak sendiri dalam Islam adalah Al Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Al Qur’an adalah akhlak Rasulullah Muhammad SAW yang memuat panduan kehidupan yang wajib diikuti oleh manusia agar mendapatkan rahmat Allah dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Agama (Islam) juga mengatur masalah tingkah laku/perilaku yang terwujud melalui aspek gerakan. Hal ini diwarnai dan ditentukan oleh akidah dan akhlak seseorang. Oleh karena itu, akhlak dan perilaku seseorang saling berkaitan dan memberikan gambaran satu sama lain.

Agama Islam memperhatikan perasaan manusia. Dalam Islam, seluruh perasaan (suka-duka, cinta-benci, sedih-gembira, halus-kasar, sensitif atau tidak), berbanding lurus dengan akidah pemeluknya. Oleh karena itu, kesempurnaan iman dan Islam seseorang dalam berperasaan adalah ketika ia berperasaan karena Allah: mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan lain-lain karena Allah.

Islam juga mengajarkan bagaimana melakukan pendidikan dan pengajaran kepada manusia. Ada sekian banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang memerintahkan umat Islam untuk belajar. Pendidikan yang dimaksud dalam Islam tidak saja bersifat formal dan terbatas di sekolah, tetapi juga pada setiap waktu, tempat, dan kesempatan.

Orang Muna memandang bahwa kesempurnaan Islam juga ditunjukan pada ajarannya tentang hubungan antar manusia/masyarakat. Al Qur’an sedemikian rinci menyampaikan hal-hal tersebut, seperti aturan hubungan antara laki-laki dan perempuan, larangan memperolok-olok orang lain, larangan mengejek orang lain, dan perintah untuk tidak sombong. Islam juga membahas mengenai karakteristik masyarakat Islam yang di dalamnya diatur nilai-nilai Islam.

Islam juga mengatur urusan-urusan yang terkait dengan politik dan ekonomi. Dibidang politik terkait dengan strategi dan dakwah untuk menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi.

Sementara dalam aspek ekonomi, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat. Diantara aturan perekonomia dalam Islam adalah terkait riba (yang menghancurkan kesejahteraan), urusan utang-piutang, bukti tertulis dalam perniagaan/perdagangan, dan lain-lain.

Islam mewajibkan kepada setiap penyeru kebenaran untuk bersiap siaga, menyiapkan kekuatan, dan berjuang membela kebenaran dan memerangi kebatilan. Hal ini diajarkan Islam untuk melawan pihak-pihak yang menyeru dan melakukan kebatilan. Mereka adalah kaum yang didorong oleh nafsu untuk menciptakan kehancuran.

Disisi lain, Islam mewajibkan kepada umatnya untuk berbuat adil, bahkan kepada diri dan keluarganya sendiri. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal tersebut, Islam mengatur urusan hukum dan peradilan. Urusan yang berkaitan dengan hukum dan peradilan dalam Islam harus berlandaskan aturan Allah. Tanpa hal tersebut, keadilan sulit terwujud karena hukum hanya menjadi permainan belaka.

Itulah beberapa alasan mengapa orang Muna menjadikan agama (Islam) sebagai benteng utama dan terakhir dalam falsafah kehidupanya.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s