FETEGHO RUMAMPE dalam Adat Pernikahan Suku Muna


FETEGHO RUMAMPE merupakan ketentuan adat yang mengatur perkawinan antara orang asing dengan wanita Suku Muna.

Orang asing yang dimaksud adalah suku-suku lain di Indonesia atau negara asing, kecuali Suku Buton. Untuk Suku Buton tidak disebut orang asing karena sistem adatnya sama dengan sistem adat Suku Muna.

IMG_0003

Menurut salah seorang Tokoh Adat Muna, La Ode Abdul Muksin, ketentuan adat FETEGHO RUMAMPE meliputi :

  1. Jika orang asing menikahi wanita Suku Muna dari golongan Kaomu, maka nilai adatnya adalah 110 boka Muna.

Keturunan dari pasangan ini nantinya termasuk golongan Kaomu.

  1. Jika orang asing menikahi wanita Suku Muna dari golongan Walaka/Sara, maka nilai adatnya adalah 80 boka Muna.

Keturunan dari pasangan ini nantinya termasuk golongan Walaka/Sara.

  1. Jika orang asing menikahi wanita Suku Muna dari golongan Fitu Bengkauno, maka nilai adatnya adalah 40 boka Muna.

Keturunan dari pasangan ini nantinya termasuk golongan Fitu Bengkauno.

Terkait ketentuan adat FETEGHO RUMAMPE ini, La Ode Abdul Muksin menyebut ada hal yang perlu dibicarakan lebih lanjut oleh Dewan Adat Muna. Hal tersebut terkait dengan keturunan dari orang asing yang langsung masuk kategri golongan dari wanita yang dinikahi/diperisteri.

Sementara disisi lain, laki-laki dari suku Muna asli yang bukan golongan Kaomu, jika menikahi wanita golongan Kaomu, keturunan dari pasangan ini tidak serta merta langsung termasuk golongan Kaomu, namun ada ketentuan adat yang berlaku yakni :

  1. Keturunan laki-laki Suka Muna dari golongan Walaka/Sara yang menikah dengan wanita dari golongan Kaomu, akan termasuk ke dalam golongan Kaomu setelah keturunan ketiga, dengan ketentuan keturunan pertama, kedua, dan ketiga menikah dengan wanita dari golongan Kaomu.
  2. Keturunan laki-laki suku Muna dari golongan Fitu Bengkauno yang menikah dengan wanita dari golongan Kaomu, akan termasuk ke dalam golongan Kaomu setelah keturunan kelima, dengan ketentuan keturunan pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima menikah dengan wanita dari golongan Kaomu.

Ketentuan adat inilah yang dianggap ganjil. Disatu sisi orang asing untuk masuk ke dalam golongan Kaomu begitu mudah, yakni cukup dengan menikahi wanita Suku Muna dari golongan Kaomu, maka keturunannya otomatis akan masuk dalam golongan Kaomu. Sementara orang asli Muna (selain golongan Kaomu) untuk masuk ke dalam golongan Kaomu harus melewati proses dan siklus yang cukup panjang.

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

ramadan......

Iklan

Silakan berkomentar dengan santun

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.