Filosofi Dibalik Gambar Kuda pada Lambang Daerah Kabupaten Muna


(Penulis : La Ode Muhammad Ramadan)

Kuda, menurut hemat saya, memiliki arti penting bagi masyarakat Muna. Saking penting dan begitu berartinya, makhluk ciptaan Allah SWT ini sampai-sampai dijadikan simbol daerah. Kuda menjadi salah satu unsur dalam lambang daerah Kabupaten Muna.

kuda

Kuda merupakan hewan yang mempunyai sifat gagah, kuat, lincah, dapat berlari cepat, melompat, berdiri dengan kaki belakang dan kaki depan siap mendobrak penghalang didepan sesuai kendali penunggangnya. Selain itu, Kuda juga memiliki sifat kesetiaan dan kepekaan.

Makna kehidupan yang bisa kita ambil dari sifat Kuda tersebut adalah kita sebagai manusia haruslah selalu menyadari bahwa jasmani, panca indera dan nafsu kita itu tergantung dari kendali jiwa dan budi pekerti kita sendiri.

Dengan jiwa dan budi pekerti yang baik, kita dapat menguasai, mengatur dan mengekang gejolak nafsu jasmani agar kita dapat hidup dengan tenang, tentram dan bahagia. Jika kita dikendalikan oleh gejolak nafsu, maka kita akan menemui badai dalam kehidupan.

Selain itu, saya juga berfikir bahwa ada filosofi yang tersirat dibalik sifat-sifat yang dimiliki Kuda. Setidaknya, Kuda memberikan isyarat kepada kita masyarakat Muna untuk :

  1. Memiliki kesetiaan, menghargai orang lain dan memberikan manfaat bagi daerah ini, bukan hanya mengambil manfaat/keuntungan dari daerah ini.
  2. Memiliki semangat kebersamaan dan kerjasama (team work). Bisa dibayangkan, satu ekor kuda rata-rata bisa menarik beban seberat 8.000 pound (sekitar 3,6 ton). Ketika dua ekor kuda disatukan, mereka bisa menarik hingga 32.000 pound (sekitar 14,5 ton). Fakta ini mengisyaratkan kepada kita bahwa kebersamaan dan kerjasama yang baik untuk kebaikan semua elemen, itu lebih baik ketimbang menonjolkan egoisme dan arogansi.
  3. Memiliki kepekaan terhadap peluang maupun ancaman. Kuda adalah binatang yang sensitif. Kuda tidak pernah jahat. Yang jahat adalah manusia yang tidak mampu memperlakukannya dengan baik. Fakta ini memberikan pelajaran kepada kita untuk sensitif. Kita tidak boleh jahat, namun jika orang lain berbuat jahat, maka kita perlu mengambil tindakan sesuai dengan batas-batas kewajaran yang telah digariskan dalam berbagai norma kehidupan.
  4. Memiliki multifungsi dalam memajukan daerah dan mensejahterakan seluruh masyarakat tanpa pilih kasih dan pandang bulu dengan prinsip, “janganlah kebencianmu terhadap suatu kelompok membuat kamu berbuat tidak adil terhadap kelompok tersebut”.
  5. Memiliki sifat rendah hati dan tidak meremehkan siapapun juga. Ingatlah istilah “Kuda Hitam”. Orang ataupun tim yang tidak diperhitungkan tetapi akhinya bisa menang dan menjadi juara. Jadi, jangan selalu meremehkan dan menjustifikasi tanpa alasan yang jelas. Jangan selalu menganggap diri yang paling benar sehingga membuat hati menjadi ‘keras’ dan selalu melemparkan kesalahan pada orang lain.

Kuda pada lambang daerah kita bukan sekedar gambar, namun ada makna yang tersirat dibalik semua itu.

ramadan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s