BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Dapatkah Mengurangi Pengangguran dan Meningkatkan PAD Kabupaten Muna?)


Rumput laut merupakan salah satu komoditas andalan pemerintah Kabupaten Muna di sektor Perikanan. Hal ini bukan tanpa alasan. Luas perairan laut Kabupaten Muna yang mencapai 2.559,4 kilometer persegi dengan panjang garis pantai mecapai 337 kilometer merupakan salah satu dasar pijakanya.

rumpt-laut

Pada perairan laut yang dimiliki Kabupaten Muna tersebut terdapat sekitar 30 ribuan hektar lahan potensial untuk usaha budidaya rumput laut. Dari potensi lahan yang tersebar di 55 desa dan/atau kelurahan tersebut, baru termanfaatkan sekitar 10 ribuan hektar dengan produksi kira-kira baru mencapai angka 32 ribuan ton pertahun.

Menilik potensi tersebut, tidaklah berlebihan jika dilakukan upaya peningkatan produksi pada komoditas rumput laut di Wilayah Kabupaten Muna melalui kegiatan revitalisasi. Kabupaten Muna sendiri memiliki perairan laut yang memberikan kehidupan bagi masyarakat di sektor perikanan dan perhubungan.

Potensi dan sumberdaya diwilayah laut Kabupaten Muna belum dikembangkan secara optimal sampai saat ini. Sebagai salah satu komoditas unggulan, rumput laut memiliki prospek pasar cukup besar dan menjanjikan, baik untuk kebutuhan lokal (dalam negeri) maupun luar negeri (ekspor).

Meskipun prospek bisnis rumput laut begitu cerah, tetapi dalam upaya pengembangannya masih banyak kendala yang dihadapi. Di bidang budidaya misalnya, ketersediaan bibit yang berkualitas masih jarang dilakukan, teknik budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasarannya juga masih terdapat kendala.

Telah diketahui bahwa untuk mencapai suatu produksi yang maksimal di dalam kegiatan budidaya rumput laut, maka diperlukan beberapa faktor pendukung, diantaranya penggunaan bibit yang bermutu, teknik budidaya yang intensif, pascapanen yang tepat dan kelancaran (kesinambungan) hasil produksi.

Selain itu, kunci suksesnya pengembangan rumput laut di Kabupaten Muna yaitu perlu adanya kesamaan persepsi, komitmen dan sinergi program diantara pihak-pihak yang terlibat seperti pemerintah daerah, investor, petani, perbankan dan pihak terkait lainnya.

Jika pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Muna dapat dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, maka akan ada secuil harapan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).*

Penulis : La Ode Muhammad Ramadan

One thought on “BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Dapatkah Mengurangi Pengangguran dan Meningkatkan PAD Kabupaten Muna?)”

Silakan berkomentar dengan santun

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.