Bijak Menggunakan Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan


Aktivitas penankapan ini tidak ramah lingkungan seperti penggunaan bom, racun, dan trawl telah menjadi momok, khususnya kalangan pemerhati kelestarian sumberdaya pesisir dan laut. Betapa tdak, aktivitas destruktif ini telah menyebabkan rusaknya sumberaya hayati peraiaran laut.

Mengantisipasi hal itu, selain langkah pengakkan hukum terhadap pelaku penangkap ikan yang bersifat merusak lingkungan, upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggugah kesadaran para nelayan untuk bijak menggunakan alat tankap ikan yang ramah lingkungan.

alat-tangkap-long-line

Untuk mengetahui jenis alat tangkap ikan yang tergolong ramah lingkungan dan dianjurkan penggunaanya oleh pemerintah, berikut penjelasannya. Setidaknya ada sembilan kriteria suatu alat tanagkap ikan dapat dikategorikan ramah lingkungan yakni :

  1. Alat tangkap harus memiliki selektivitas yang tinggi…… Alat tangkap tersebut diupayakan hanya dapat menangkap ikan/organisme lain yang menjadi sasaran penangkapan saja. Ada dua macam selektivitas yang menjadi sub kriteria, yaitu selektivitas ukuran dan selektivitas jenis.
  2. Alat tangkap yang digunakan tidak merusak habitat, tempat tinggal dan berkembang biak ikan dan organisme lainnya.
  3. Tidak membahayakan nelayan (penangkap ikan)…….Keselamatan manusia menjadi syarat penangkapan ikan, karena bagaimana pun, manusia merupakan bagian yang penting bagi keberlangsungan perikanan yang produktif.
  4. Menghasilkan ikan yang bermutu baik…….. Jumlah ikan yang banyak tidak menjamin ikan-ikan tersebut dalam kondisi baik.
  5. Produk tidak membahayakan kesehatan konsumen…… Ikan yang ditangkap dengan peledakan bom pupuk kimia atau racun sianida kemungkinan tercemar oleh racun.
  6. Hasil tangkapan yang terbuang minimum……. Alat tangkap yang tidak selektif dapat menangkap ikan/organisme yang bukan sasaran penangkapan (non-target). Dengan alat yang tidak selektif, hasil tangkapan yang terbuang akan meningkat, karena banyaknya jenis non-target yang turut tertangkap.
  7. Alat tangkap yang digunakan harus memberikan dampak minimum terhadap keanekaan sumberdaya hayati (biodiversity).
  8. Tidak menangkap jenis yang dilindungi undang-undang atau terancam punah.
  9. Diterima secara sosial………Penerimaan masyarakat terhadap suatu alat tangkap, akan sangat tergantung pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di suatu tempat. Suatu alat tangkap ikan diterima secara sosial oleh masyarakat bila : (1) biaya investasi murah, (2) menguntungkan secara ekonomi, (3) tidak bertentangan dengan budaya setempat, (4) tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.

Bila ke sembilan kriteria ini dilaksanakan secara konsisten oleh semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penangkapan ikan, maka dapat dikatakan ikan dan produk perikanan akan tersedia untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Hal yang penting untuk diingat bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ketersediaan sumberdaya ikan bagi generasi yang akan datang dengan pemanfaatan sumberdaya ikan yang berkesinambungan dan lestari.

Perilaku yang bertanggung jawab ini dapat memelihara, minimal mempertahankan stok sumberdaya yang ada, kemudian akan memberikan sumbangan yang penting bagi ketahanan pangan (food security), dan peluang pendapatan yang berkelanjutan. la ode muhammad ramadan

Iklan

Silakan berkomentar dengan santun

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.