PULAU BONTU-BONTU (BONTU-BONTU TIMUR & BONTU-BONTU BARAT)


Pulau Bontu-Bontu Timur dan Pulau Bontu-Bontu Barat merupakan wilayah administrasi Kecamatan Towea. Kedua pulau ini terpisah oleh kanal selebar 30 meter. Dibagian Barat kanal disebut Pulau Bontu-Bontu Barat dan dibagian Timur kanal disebut Pulau Bontu-Bontu Timur. Antara Pulau Bontu-Bontu Timur dan Pulau Bontu-Bontu Barat tersebut dihubungkan sebuah jembatan dengan konstruksi kayu.

1

Pulau Bontu-Bontu Timur yang dipersiapkan menjadi Desa Pulau Bontu-Bontu Timur memiliki luas sekitar 69,37 hektar dengan panjang garis pantai mencapai 5,08 kilometer dan berada pada koordinat 04°35,739′ lintang selatan – 122°43,156′ Bujur Timur.

Pada tahun 2014 lalu, penduduk yang mendiami Pulau Bontu-Bontu Timur ini mencapai 822 jiwa yang terdiri dari 594 jiwa laki-laki, 228 jiwa perempuan dan 126 rumah tangga.

Sementara di Bontu-Bontu Barat yang berada pada koordinat 04°35,680′ lintang selatan – 122°43,016′ Bujur Timur, luasnya mencapai 59,50 hektar dengan panjang garis pantai 3,88 kilometer. Penghuni pulau yang juga dipersiakan menjadi Desa Pulau Bontu-Bontu Barat ini mencapai 579 jiwa terdiri 395 jiwa laki-laki dan 184 jiwa perempuan dengan 80 rumah tangga.
Kedua pulai ini dihuni leh etnis Bajo, Muna dan Bugis.

Secara fisik, Pulau Bontu-Bontu Timur dan Pulau Bontu-Bontu Barat memiliki ciri-ciri yakni : (1) Kedua pulau ini dipisahkan oleh kanal dengan lebar sekitar 30 meter; (2) Daratannya memiliki hutan mangrove yang didominasi species Rhizophora mucronata, Bruguiera Gymnorhiza dan Soneratia alba; (3) Dikelilingi oleh ekosistem terumbu karang namun kondisinya telah rusak berat; (4) Berpantai pasir dan batu cadas; (5) Posisi pulau terletak di depan Dermaga Fery Tampo dengan jarak tempuh dari dermaga tersebut sekitar 5 – 10 menit.

4

Kondisi kualitas air disekitar Pulau Bontu-Bontu Timur dan Pulau Bontu-Bontu Barat meliputi suhu berkisar 26oC, kecepatan arus 23,47 sentimeter perdetik, kecerahan 8,0 meter, pH 8,1 dan salinitas 33 ppm. Kondisi demikian meruakan potensi yang memungkinakan Pulau Bontu-Bontu dikembangnkan sebagai lokasi kegiatan budidaya laut seperti rumput laut dan teripang. Selain itu, kedua pulau ini juga merupakan penghasil kepiting rajungan.

Sarana dan prasarana yang terdapat di kedua pulau ini yakni 2 buah Mesjid, 2 unit sekolah, dermaga, 1 unit balai desa, 1 unit Puskesmas; serta 1 unit pasar.

Dari ibukota Kabupaten Muna di Raha, pulau ini berjarak sekitar 30,25 kilometer. Sementara dari daratan Tampo, pulau ini berjaral sekitar 2,75 kilometer.**la ode muhammad ramadan**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s