LAUT_nya KABUPATEN MUNA


Berdasarkan data administratif yang ada, Kabupaten Muna memiliki wailayah laut yang lebih luas ketimbang wilayah daratannya. Lebih dari separuh daerah ini merupakan perairan laut. Di daerah ini, perairan lautnya dipengaruhi oleh fenomena biologi dan geo-ekologi perairan yang berasal dari massa air Selat Spelman dan Selat Buton. Kedua selat tersebut dihubungkan oleh Selat Tampo dan Selat Tiworo sehingga seluruh Pulau Muna dikelilingi oleh air laut. Perpaduan antara fenomena biologi dan geo-ekologi di Selat Spelman, Selat Buton, Selat Tampo dan Selat Tiworo tersebut menghasilkan keanekaragaman sumberdaya hayati laut di Kabupaten Muna.

IMG_0004

Dinamika oseanografi menunjukkan bahwa perairan laut Kabupaten Muna cukup spesifik dari aspek salinitas (kadar garam), suhu perairan, arus air laut, pH (keasaman), oksigen terlarut, tinggi gelombang, kedalaman, kecerahan, dan tinggi pasang surut.

SALINITAS (KADAR GARAM)
Salinitas (kadar garam) di perairan Kabupaten Muna berkisar antara 27-31 ppt (part per thousand atau gram perliter). Kadar garam 27-31 ppt artinya terdapat 27-31 gram garam dalam setiap liter air laut. Salinitas yang merupakan konsentrasi semua ion-ion yang terdapat dalam air laut seperti natrium clorida (NaCl), kalsium clorida (CaCl), magnesium clorida (MgCl), kalium clorida (KCl), dipengaruhi oleh suhu udara. Jika suhu udara tinggi akibat terik panas matahari, maka uap air akan tinggi dan kadar garam akan naik (tinggi). Sebaliknya, jika suhu udara rendah akibat curah hujan yang tinggi, maka kadar garam akan turun (rendah).

KEASAMAN (pH) AIR LAUT
Keasaman (pH) air laut Kabupaten Muna berkisar antara 7,3 – 8,0. Jika pH rendah (<7) maka kondisi perairan tergolong asam dan jika pH berada di atas 7, maka kondisi perairan tergolong basah. Nilai pH netral adalah 7. Keasaman (pH) air laut di Kabupaten Muna yang berkisar antara 7,3 – 8,0 masih tergolong baik karena kisaran pH tersebut sudah optimal bagi kebanyakan tumbuhan dan hewan di Laut.

OKSIGEN TERLARUT (DISOLF OKSIGEN/DO)
Oksigen terlarut atau Disolf Oksigen (DO) perairan laut Kabupaten Muna berkisar antara 4,6 – 7,7 ppm (part per million atau miligram perliter). DO 4,6 – 7,7 ppm artinya terdapat 4,6 – 7,7 miligram oksigen dalam setiap liter air laut. Secara umum, DO merupakan kandungan oksigen yang ada dalam air yang besarnya berubah setiap saat. Kandungan DO air laut dipengaruhi banyak faktor seperti sinar matahari dan gelombang air laut.

Kandungan oksigen air laut di Kabupaten Muna cukup baik untuk kehidupan organisme di laut. Kandungan oksigen minimum untuk kehidupan organisme di laut adalah 3 – 4 ppm. Kandungan oksigen di bawah 2 ppm akan menyebabkan kematian sejumlah organisme seperti udang windu.

SUHU PERAIRAN
Suhu perairan laut Kabupaten Muna berkisar antara 27oC – 31oC. Kisaran suhu tersebut masih tergolong baik karena batas ambang suhu untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisme di laut adalah berkisar antara 28oC – 32o C.

KECEPATAN ARUS PERMUKAAN LAUT
Kecepatan arus permukaan laut di Kabupaten Muna berkisar atara 0,02 – 0,4 meter/detik. Pola arus air laut Kabupaten Muna dipengaruhi oleh massa air laut di Selat Buton yang mengalir dari arah Utara ke Selatan dan massa air laut di Selat Tiworo yang mengalir dari arah Barat ke Timur.

Massa air laut dari Selat Buton terpencar ke Selat Tampo. Massa air laut ini kemudian bertemu dengan massa air laut dari Selat Tiworo serta massa air laut dari Selat Spelman. Pola arus air laut tersebut cukup kompleks karena merupakan pertemuan arus dari Utara ke Selatan dan dari Barat ke Timur.

TINGGI GELOMBANG AIR LAUT
Tinggi gelombang air laut di Kabupaten Muna berkisaar antara 1,0 – 2,5 meter. Saat musim Barat (musim teduh) dengan hembusan angin bertiup dari Barat ke Timur, tinggi gelombang laut di Kabupaten Muna hanya mencapai 1 meter. Namun saat musim Timur dengan hembusan angin dari Timur ke Barat, gelombang laut Kabupaten Muna bisa mencapai 2,5 meter.

Fluktuasi tinggi gelombang air laut di Kabupaten Muna tidak terlalu mencolok karena perairan Kabupaten Muna terlindugi oleh Pulau Buton sehingga hempasan angin kencang dan gelombang air laut dari Laut Banda tidak sampai ke perairan laut Kabupaten Muna.

KECERAHAN AIR LAUT
Kecerahan air laut Kabupaten Muna berkisar antara 1,5 – 14 meter. Kecerahan air laut dipengaruhi banyak faktor seperti kadar lumpur di dasar perairan atau jumlah organisme mikroskopis (plankton). Jika kecerahan air rendah akibat banyaknya plankton, maka perairan tersebut tergolong subur karena plankton merupakan makanan alami bagi sejumlah organisme di laut seperti ikan dan udang.

Perairan laut Kabupaten Muna tergolong keruh karena tingkat kecerahannya kurang dari 30 meter. Laut yang tergolong jernih memiliki tingkat kecerahan hingga 100 meter, laut keruh memiliki kecerahan antara 10 – 30 meter, dan laut sangat keruh memiliki tingkat kecerahan kurang dari 3 meter.

PASANG SURUT AIR LAUT
Tinggi pasang surut air laut Kabupaten Muna berkisar antara 1 – 4 meter. Pasang surut air laut merupakan gerakan naik turun air laut secara berirama yang disebabkan oleh gaya tarik (grafitasi) bulan dan matahari. Matahari mempunyai massa 27 kali lebih besar daripada bulan, tetapi jaraknyapun sangat jauh dari bumi (rata-rata 149,6 juta km). Sedangkan bulan sebagai satelit kecil, jaraknya sangat dekat ke bumi (rata-rata 381.160 Km). Dalam mekanika alam semesta, jarak lebih menentukan daripada massa. Oleh karena itu, bulan mempunyai peranan yang lebih besar daripada matahari dalam menentukan pasang surut air laut.

PLANKTON
Plankton merupakan organisme yang hidup melayang atau mengambang di dalam air laut. Kemampuan geraknya, kalaupun ada, sangat terbatas hingga organisme tersebut selalu terbawa oleh arus. Plankton yang menjadi makanan alami bagi organisme lainnya di laut terbagi dua kelompok yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton (plankton nabati) merupakan tumbuhan yang dominan di laut, namun karena ukurannya mikroskopis, maka sangat sukar untuk dilihat secara kasat mata. Sedangkan zooplankton (plankton hewani) ukurannya lebih besar dari fitoplankton, bahkan ada yang mencapai lebih dari satu meter, seperti ubur-ubur.

Di perairan laut Kabupaten Muna, kepadatan fitoplankton berkisar antara 270 – 2.680 individu/liter. Sementara kepadatan zooplankton berkisar antara 135 – 1.140 individu/liter. Kepadatan fitoplakton dan zooplankton tersebut menunjukkan bahwa pakan alami di perairan Kabupaten Muna tersedia bagi organisme perairan laut lainnya. Kepadatan plankton di perairan Kabupaten Muna belum menunjukkan akan terjadinya ledakan populasi atau red tide yang menyebabkan kematian organisme lainnya. Plankton yang menyebabkan terjadinya ledakan populasi atau red tide jika populasinya mencapai 60 juta individu per liter air laut.la ode muhammad ramadan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s