Tata Bahasa Muna


MENGENAL AWALAN (PREFIX)  DALAM BAHASA DAERAH MUNA

A. Frase Benda/ Frase Nomina
Contoh:
mie pasole = orang cantik
lemo kakolo = lemon (yang) kecut
putolo morokono = pensil yang runcing
piso morokono = pisau tajam
oe karindima = air (yang) dingin
kaghau mombakano = makanan (yang) enak
lambu mobhalano = rumah (yang) besar
lambu karubhu = rumah (yang) kecil
mie kamokulahi = orang (yang)  tua

Frase Verba
Contoh:
wanu fekarimba = bangun cepat
buri fekakesa = tulis yang bagus
nando nolodo = sedang tidur
hadae norendemo = barangkali  telah menyala
fumaa fekabhasri-bhari = makan  dengan banyak

Frase Adjektif

Contoh:
norubu sipaliha = kecil sekali
nopute sipaliha = putih sekali
bhala nopanda = besar pendek
nopanda sipaliha = pendek sekali
newanta sipaliha = panjang  sekali
nongkubu sipaliha = pendek sekali
nokesa sipaliha = bagus sekali

Frase Bilangan

Contoh:
seghonu baguli = sebuah kelereng
sepolompu towu = satu rumpun tebu
sepughu kulidawa = satu pohon jati
sekilo dhambu sera = satu kilo jambu mete

Frase Preposisi

Contoh:
we lambu = di rumah
nokala we sikola = ia pergi ke sekolah
nekabua we tehi = ia memancing di laut
te watu ini = di sana
nofopikae te badhu = dilekatkan pada baju
dohoro te lani = mereka  terbang ke langit
dosuli te kampo = mereka pulang di kampung

B. TIPE KONSTRUKSI FRASE

Frase Subtipe Konstruksi
Endosentrik Atributrase Benda
Kata benda yang pertama sebagai  pusat yang kedua sebagai atribut.
Contoh:
gulupu roti = tepung beras
kontuno pae = batu beras
lambu dhopi = rumah kayu
manu kampo = ayam kampung
manu lesi = ayam jantan
bheka robine = kucing betina
kalei bogisi = pisang bugis

Kata benda sebagai unsur pusat  dan verba sebagai atribut.
Contoh:
boku kaada = buku yang  dipinjam
bheta kabhensi = sarung yang  robek
kenta katunu = ikan yang dibakar
kenta kakabua = ikan yang dipancing

Kata benda sebagai unsur pusat dan  kata sifat sebagai atribut.
Contoh:
sala kangkubu = celana pendek
badhu ngkadea = buku merah
badhu monifino = baju tipis
rabuta kawanta = tali panjang
lambu mokesa = rumah bagus
kapaea ngkalamata= pepaya  mengkal
foo motahano = mangga masak
paeasa bhalano = cermin besar

Kata benda sebagai unsur  pusatnya  dan kata ganti sebagai atributnya.
Contoh:
lambu aiku = rumah adikku
bokuno pisaku = bukunya  sepupuku
putolo isaku = pensil kakakku
o manu amaku = ayam ayahku
kaghauno inaku = masakan ibuku

Kata benda sebagai unsur  pusatnya dan kata keterangan sebagai atributnya.
Contoh:
kabisara ainiini = pembicaraan tadi
gholeo naefitu = hari ke tujuh
katisa sewulamo = tanaman bulan lalu
badhu bughou = baju baru
kagau indewi = masakan kemarin

Kata benda sebagai unsur pusatnya dan kata bilangan sebagai atributnya.
Contoh:
tolu polompu bhasari = tiga  rumpun basari
raawua foo = tiga  buah mangga
sepughu banggai = satu pohon kelor
ompulu rupia = sepuluh rupiah
tolu losi piri = tiga lusin piring

FraseVerba

Verba sebagai pusat dan  keterangan waktu sebagai atributnya.
Contoh:
metofa naewine = mencuci besok
pogurumo aitu = belajar sekarang
nokala setaghumo = pergi setahun yang lalu
metambu aitu = menimba sekarang

Verba sebagai pusat dan kata  keterangan aspek atributnya.
Contoh:
nopoguru dua = belajar juga
nobisara kansuru = bicara terus

Frase Keterangan
Contoh:
namaghuleo aitu = malam ini
gholeo naewine = hari besok
gholeo indewi = hari  kemarin

Frase Adjektif
Contoh:
noradhi sipaliha = rajin sekali
nentalea kansuru = terang terus

Frase Subtipe Konstruksi
Endosentrik Atribut
Frase Benda
Koordinasi nomina tanpa perangkai
Contoh:
robine moghane = laki-laki  perempuan
rangkaea misikini = kaya miskin
Koordinasi nomina tanpa  perangkai
Contoh:
o sala bhe badhu = celana dan  baju
o oe bhe ifi = air dan api
siakito bhe gola = semut dan gula
Koordinasi nomina tanpa  perangkai
Contoh:
inodi bhe andoa = saya dan
mereka
anoa bhe intaidi = dia dengan kami
anoa bhe andoa = dia dan mereka
Frase Verba
Contoh:
fumaa foroghu = makan minum
Frase Adjektif
Koordinasi adjektif tanpa  perangkai
Contoh:
karindi kapana = panas dingin
kakesa nonggela = bagus bersih
Koordinasi adjektif tanpa  perangkai
Contoh:
kalea bhe nopii = sakit dan pedis
nolalesa bhe nonggela = luas dan besar

Bahasa Muna adalah salah satu Bahasa Daerah di Sulawesi Tenggara yang digunakan oleh seluruh Penduduk  Pulau Muna dan Pulau Buton Utara. Bahasa Daerah memiliki beberapa  rumpun bahasa.

Seperti halnya bahasa lain, Bahasa Muna juga memiliki tata bahasa. Pada kesempatan ini, penulis akan coba  membahas beberapa awalan  (prefix) dalam  Bahasa Muna, yakni sebagai  berikut:
1. Awalan ne-
Awalan ne- dalam bahasa muna berartisama dengan awalan me-dalam bahasa Indonesia. Penggunaan awalan ne- ini dalam bahasa Muna  tidak mengubah kata dasarnya.

Contoh dan Penggunaan:
Neala, artinya mengambil  (kata dasar: ala), contoh:
La Ali neala oe we laa rangkowine (La Ali mengambil air di kuala tadi pagi)

Nehela, artinya menarik (kata dasar: hela),
contoh: Embuno tehi nehela kapala bhalano  (Gurita laut menarik kapal besar)
Nenghoro artinya  membuang (kata dasar: ghoro), contoh: Wa Bunti neghoro rewu we kundono lambu (Wa Bunti membuang sampah di belakang rumah)

Negholi artinya membeli  (kata dasar: gholi), contoh:Inaku negholi kenta katowo we daoa (Ibuku membeli ikan panggang di pasar)

2. Awalan me-
Penggunaan awalan me- dalam bahasa Muna hampir sama dengan penggunaan
awalan ne-. Perhatikan contoh penggunaan awalan me- berikut:
Ali, o meala dua sau aini (Ali, apakah engkau akan mengambil juga kayu ini)
Budi, o megholi moreha aniini we daoa rangkowine (Budi, apakah engkau membeli beras di pasar tadi pagi)
Jadi penggunaan awalan me- dalam bahasa muna selalu diikuti dengan partikel o- dan penggunaannya berbentuk kalimat Tanya.

3. Awalan fo-
Awalan fo- sama dengan akhiran – kan dalam bahasa Indonesia. Penggunaan:
Fofoni : naikkan.

Contoh: Fononi kaawu kulino tewawono lambu (naikkan saja kulitnya di atas rumah)
Fondawu: jatuhkan.
Contoh: Fondawu kulino  bubuno aitu we wawa (Jatuhkan kulit langsat itu di kolong rumah)

4. Awalan fe-
Awalan fe- dalam bahasa Muna sama dengan akhiran -kan atau akhiran –i
dalam bahasa Indonesia.
Fetingke (tingke : dengar), contoh: Andi, ane atumolaku fetingke kanau (Andi, kalau saya memanggilmu mohon dengarkan saya)
Fenami (nami : rasa).
Contoh: Fenami kadada aitu bhahi pedahaemo namino (Cicipi sayur itu bagaimana rasanya)
Fekadea (kadea: merah),
contoh: Fekadea wuluno lambu bughoumu itu (Merahkan warna rumah barumu itu)
5. Awalan Gabungan ne-fo
Awalan gabungan ne-fo dalam bahasa  Muna sama dengan imbungan gabungan
me-kan dalam Bahasa Indonesia.
Nefondawu (ndawu: jatuh), contoh: La Ali nefondawu tongkuno kalei tolu tongku (La Ali menjatuhkan pelepah pisang sebanyak 3 pelepah).
Nefoampe (ampe: naik/ bawa ke atas), contoh: Wa Abe nefoampe kahitela tewawono ghahu (Wa Abe menaikkan jagung ke atas loteng/plafon).

6. Awalan gabungan no-fo
Pada dasarnya awalan gabungan no-fo artinya sama dengan awalan gabungan
ne-fo hanya saja apa yang dilakukan oleh subjek pada penggunaan no-fo ini
mengenai atau tertuju pada apa yang dimiliki oleh subjek.
Contoh:
Nofondawu (ndawu: jatuh): La Ali nofondawu tongkuno kaleino tolu tongku (La Ali
menjatuhkan pelepah pisangnya 3 pelepah)
Nofoampe (ampe: bawa/ membawa naik ke atas): Wa Abe nofoampe kahitelano te wawono ghahu (Wa Abe menaikkan jagungnya di atas loteng/ plafon)
Noforame (rame: ramai):
Isaku noforame kampuano anano (Kakakku meramaikan acara Aqiah anaknya).

7. Awalan gabungan de-fo
Awalan de-fo artinya sama dengan awalan gabungan ne-fo hanya saja kalau
ne-fo yang menjadi subjek adalah tunggal (orang ketiga tunggal) sedangkan
pada awalan gabungan de-fo yang menjadi subjek adalah jamak (ketiga jamak).
Contohnya kalimatnya sama dengan awalan gabungan ne-fo hanya subjek saja
yang berbeda.

8. Awalan gabungan do-fo  Sama dengan awalan gabungan no-fo hanya saja pelaku/subjek adalah jamak (ketiga jamak).

9. Awalan gabungan ae-fo
Awakan gabungan ae-fo dalam Bahasa Indonesia kira-kira sama dengan
imbuhan me-kan. Apabila suatu kata sudah terdapat suku kata fo- maka suku
kata tersebut tidak boleh diulang  (hanya 1 suku  kata fo- saja). Pelakunya hanya
orang  pertama tunggal.
Contoh:
Aefoowa (owa: bawa):  Inodi aefoowa bhirita we  liwu sewetano (Saya akan
membawakan berita ke daerah seberang)
Aeforato (forato: menginformasikan): Inodi  aeforato mieno liwu ane naewine bhe rompuha (Saya akan menginformasikan kepada penduduk desa kalau esok hari ada pertemuan).

10. Awalan gabungan dae-fo
Penggunaannya sama dengan awalan gabungan ae-fo hanya saja yang menjadi
subjek adalah orang ketiga jamak.

11. Awalan gabungan tae-fo
Penggunaannya sama dengan awalan gabungan ae-fo dan dae-fo hanya saja
yang menjadi subjek pada awalan gabungan ini adalah orang pertama jamak.

12. Awalan gabungan a-fo
Awalan gabungan ini penggunaannya sangat beragam, seperti kasus berikut:
Apabila kalimat tidak memiliki objek, dan jika bertemu suku kata fo maka cukup 1 suku kata fo saja dalam kalimat. Contoh: Inodi afoni te galu rangkowine (Saya naik/
berangkat ke kebun tadi pagi). Apabila kalimat memiliki objek, dan jika bertemu
suku kata fo maka harus diulang. Contoh: Inodi afofoni anaku te wawono lambu (Saya menaikkan anakku ke atas rumah

Catatan:
Subjek berbeda penggunaan awalan dalam Bahasa Muna juga berbeda walaupun artinya  sama.  Penulis menulis artikel ini  tanpa membaca buku tata bahasa muna dan hanya  berdasarkan pengetahuan sendiri dan jika terdapat kesalahan mohon saran
dan kritiknya.

Baca Juga

  1. MENILIK KEKUATAN ANGKATAN PERANG KERAJAAN MUNA
  2. MENGENAL “ WASITAO”, MERAJUT KEMBALI KEKERABATAN  ANTAR ETNIK DI SULAWESI
  3. Pencarian Jejak Leluhur Yang Terlupakan
  4. PulauMuna, Terbentuk dari KarsBatukarang
  5. Anomali Dalam Cerpen ” La Ran gku “
  6. Orang Muna
  7. AAsal Usul Pulau Muna
  8. Bahasa Muna

One thought on “Tata Bahasa Muna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s