Gubernur Sultra Dilapor Telah Menelantarkan Anak


Mataharinews.com, Kendari – Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi  Perempuan Untuk Keadilan ( LBH APIK) saat ini tengah menangani kasus penelantaran anak, intimidasi dan terror yang  yang dilaporkan oleh seorang yang bernma Ny, Yumi Giattini Jelly ( 40 ) dan anaknya ALN ( 2 tahun 8 bulan ).

Intimidasi dan terror tersebut  menurut Hikari Sora salah seorang aktivi LSM Kasih Ibu Margonda Depok  diduga dilakukan oleh suruhan Gubernur Sulawesi Tenggara ( Sultra ) Nur Alam, SE .

 Seperti yang dikatakan Hikari dalam pesan singkatnya ( SMS ) yang dikirim pada jurnalis Mataharinew.com ( 21/1) yang kemudian disusul dengan surat elektronik ( Surel), aksi terror dan intimidasi terbut mulai dilakukan orang-oang  yang tidak dikenal,   ketika  Ny. Yumi Giattini Jelli menuntut atas penelantaran terhadap anak yang diduga dilakukan oleh Nur Alam, SE.

Anak yang ditelantarkan yang dimaksud adalah ALN ( 2 tahun 8 bulan ) yang merupakan anak yang terlahir dari hubungan diluar nikah antara Ny. Yumi dengan Nur Alam, SE.

“ Sebagai anak biologis dari Bapak Gubernur Sultra salah  kah ALN menuntut haknya dari orang tuanya? Apalagi kelahiran ALN buah dari kesalahan orang tuanya ( NY. Yumi dan Nur Alam- red ) yang dengan sengaja melakukan hubungan gelap diluar nikah “ tulis Hikari dalam pesan singkatnya.

Masih menurut Hikari, apakah yang salah dari tuntutan biaya hidup yang dilakukan oleh ananda ALN sehingga dia dan ibunya Ny. Yumi harus mendapat intimidasi dan terror verbal   sehingga menciptakan situasi yang mencekam yang dalami keduanya. Akibat terror dan intimidasi tersebut, Ny, Yumi dan anaknya ALN harus berpindah-pindah tempat tinggal untuk mencari ketenangan,.

Untuk sementara waktu lanjut Hikari, Ny Yumi dan ALN dititipkan pada tempat perlindungan ibu dan anak  untuk menghindari berbagai kemungkinan buruk yang akan dialami kedunya sambil menunggu pertemuan dengan Humas Kemendagri.

“ Saat ini Humas Kemendagri telah menjadwalkan pertemuan dengan korban  yang didampingi Komnas
Perlindungan Perempuan dan LBH APIK “ Jelas Hikari.

Menkonfirmasi pernyataannya tersebut, Hikari Sora juga mengirimkan surat LBH APIK Nomor 161/SK/I/XII/LBH-APIK-JKT/2012 taggal 20 Desember 2012, tentang Rujukan dan Permohonan Pendampingan yang ditujukan pada LBH Kendari sebagai mitra LBH APIK di Sultra. Surat LBH APIK tersebut intinya meminta bantuan LBH kendar untuk menjadi pendamping korban
dalam memperjuangkan haknya.

Sementara itu direktur KBH Kendari Ansemulmu Masiku,SH saat dikonfirmasi mengenai surat LBH APIK tersebut mengaku belum pernah membaca surat tersebut, sebab dia saat ini sedang berada di Makassar
sejak natal tahun lalu.

“ Coba tanyakan pada staf LBH yang lain, mungkin saja mereka sudah menerimanya “ cetus Anselmus via telepon selulerny (21/1). Kendati demikian Anselmus mengaku sudah mengetahui kasus tersebut.
Bahkan menurut dia, pihaknya pernah menghubungi korban untuk meminta melaporkan langsung kasusnya di LBH Kendari, namun korban tidk berkenng.

“ Karena korban tidak memberikan tanggapan, akhirnya kami pending dulu kasusnya Karena kami anggap korbannya belum jelas, sebab belum bertemu dengan kami “ pungkas Ansel. (MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s