Teluk Kendari Di Barter Kembang Api


Spionasenew.com, Kendari – Pesta kembang api yang menyabet rekor MURI yang diseenggarakan oleh pemrov pada malam pergantian tahun 2012- 2013 ternyata berimplikasi pada pengelolaan Teluk Kendri. Pasalnya menurut bebrapa sumber, investor yg menyumbang kembang api pada malam itu meminta imbalan untuk melakukan pengelolaan Teluk Kendari.

Pls Kadis PU Sultra, Samaruddin membeberkan rencana narter tersebut. Dia mengatakan, Teluk Kendari akan direvitalisasi dan pembicaraan soal rencana itu telah dijalin dengan investor Cina. Bahkan sudah mengarah pada tahap kerjasama.

“Ada beberapa investor yang ingin merevitalisasi kawasan teluk. Sementara ini, Cina mengajukan untuk revitalisasi. Cuma, ada prosedurnya,” katanya, kemarin. Konsepnya, investor tersebut menawarkan ruang publik yang akan dibangun di tengah teluk dengan jarak sekitar seratus meter dari tepian perairan.

“Tentu saja akan ada penimbunan di situ. Sebab selain ruang publik, juga ada tempat usaha yang dibangun investor tersebut. Saya lupa bawa gambarnya,” argumen Samaruddin. Menurutnya, ada banyak konsep revitalisasi yang ditawarkan seperti, bagaimana melestarikan kawasan teluk sebagai kawasan wisata, ruang untuk publik dan kegiatan ekonomi atas nama kesejahteraan rakyat.

Soal rencana penimbunan sebagian kawasan untuk area publik, sementara Pemkot berniat melakukan pengerukan sedimen teluk, Kabaghumas Setprov Sultra, Kusnadi justru menolak memberikan komentar. Sebagai “corong” pemerintah, Ia menganggap soal rencana investor Cina mengelola Teluk Kendari bukan menjadi kewenangannya. “Nanti sajalah diwawancara,” elaknya.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi ) Sulawesi Tenggara sejak awal telah menduga bahwa reklamasi Teluk Kendari yang berkedok revitalisasi yang diwacanakan Pekot Kendari sebenarnya erupakan proyek penghanuran lingkungan yang dilakukan sevara sistematis dengan melanggar aturan. Aktor utama dalam proyek tersebut adalah Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, SE. Itulah mengapa sejak aal Walhi menolak rencana terebut cetus Direktur Eksekutif Walhi Sutra Susyanti Kamil.

Dugaan kami selama ini lanjut Susi, telah terjawab dengan rencana barter pengelolaan Teluk Kendari dengan kembang api yang digunakan pada malam pergantian tahun. Selain barter tersebut Susi menduga ada keuntungan financial yang didapatkan oknum tertentu khususnya Gunernur Sultra dalam barter tersebut.

Sangat piciknya Gubernur kalau hanya membarter kembang api dengan pengelolaan teluk. Oleh itu kami menduga ada indikasi penyuapan kepada pejabat Negara dalam negosiasi dengan investor tersebut jelas Susi/

Sebenarnya lanjutnya, sumbangan investor untuk perayaan malam tahun baru sudah merupakan suap atau gratifikasi, sebab dalam memberikan sumbangannya investor mengharapkan sisiatu yakni pengelolaan teluk kendari, dan pejabat yang menerimanya pun mengiming-imingi sesuatu

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Sultra, La Nika mengatakan perayaan pesta kembang api dibiayai pihak ketiga, tak menjadi sebuah permasalahan. Namun jika sumbangan itu nantinya menjadi imbalan bahkan “panjar” untuk mendapat restu berinvestasi, maka itu menjadi tabu. “Apapun dan berapa banyak sumbangan investor bukanlah jaminan pengelolaan Teluk Kendari diserahkan pada mereka,” tegas legislator Partai Golkar ini. ( Spionasenews)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s