Penjelasan Ilmiah Proses Terbentuknya Pulau Muna Dan Pulau Buton


BERDASARKAN TINJAUN UMUM PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK PEMBENTUKAN DARATAN

Oleh :  Salnuddin

Banyak legenda yang mengisahkan tentang asal usul Pulau Muna dan Pulau Buton. Penulis mengatakan legenda, karena sitiap versi yang beredar dikalangan masyarakat, baik yang hidup dalam masyarakat Muna maupun masyarakat Buton selalu di bumbui dengan mitos-mitos dan cerita- cerita luar bisa tokoh nya.

Dari sekian banyak cerita tersebut  belum satu pun yang dapat di dibuktikan secara ilmiah karena belum ada penelitian khusus untuk mencari kebenarannya. Untuk itu penulis mencoba menjelaskan secara ilmiah tentang asal usul terbentuknya Pulau Muna dan Pulau Buton dengan mengkomparasi legenda yang hidup d kalangan masyarakat.

Berikut fkta ilmiah tentang asal-usul pulau muna dan pulau Buton. yang didasarkan dari  suatu hasil kajian dengan pendekatan model pergerakan tektonik lempeng. Model Proses geologi tersebut dibuat oleh Hall (2001) sebagaimana diperlihatkan pada gambar-gambar dibawah ini, :

Gambar 1. Perubahan posisi lempeng tektonik       Gambar 2. Posisi lempeng tektonik saat ini
Gambar 1. Perubahan posisi lempeng tektonik Gambar 2. Posisi lempeng tektonik saat ini

Keterangan gambar

Pulau Muna secara material (daratannya) diduga telah terbentuk lama (lingkaran merah) namun masih menjadi bagian lempeng dasar laut atau bagian dari lempeng samudera.  Pulau Muna dan Pulau Kabaena awalnya masih bergabung dalam daratan lempeng samudera yang sumber bangkitannya dari tanah arab (gambar 2) melalui afrika (lempeng samudera bagian selatan). Diperkirakan pada sekitar tahun sekitar 37 juta tahun yang lalu (Ma) dan (lihat angka dengan warna merah pada sudut kanan gambar yang menunjukkan waktu),  mulai bergerak menuju utara. Pergerakan ke arah utara tersebut menjadi bagian dari pergerakan lempeng yang membentuk lembeng sabuk dunia (Ring of fire). Pada bagian lain pulau muna telah berapit dengan pulau buton yang merupakan lempeng benua (daratan) dari gugusan daratan papua Nugini (paparan sahul).  Informasi lain diperlihatkan pada warna hijau Pulau Muna merupakan daratan dasar laut yang terpisah dengan pulau berwarna hijau lainnya dibagian utaranya (Gugusan Pulau sangir thalaud dan pulau-pulau philipina) yang dipisahkan oleh lempeng hindia (tanda panah).

Pada era 19 juta tahun tahun pulau muna memotong bidang lempeng hindia yang berarti adanya goncangan kuat dalam proses tersebut. Selama proses pergerakan lempeng hindia hingga era 14 juta tahun yang lalu menyebabkan makin mendekatnya pulau Muna dan Pulau Buton sekaligus makin menjauhnya daratan Pulau Papua terhadap Pulau Muna dan Buton. Makin menjauhnya pulau Papua yang bergerak kearah tenggara sebagai dasar peembentukan pulau-pulau Wakatobi, Pulau Ambon dan Pulau lease hiingga kepulauan aru. Proses tersebut makin jelas terjadi pada era 8 – 6 juta tahun yang lalu.

Pada era 2 juta tahun yang lalu, dibagian  timur Pulau buton (lingkaran merah) terbentuk wilayah dangkalan yang menguhungkan 3 pulau di tenggara sulawesi dengan pulau-pulau di sulawesi tengah hingga ke Taliabu hingga ke Papau.

Sinkronisasi alur pikir pemodelan dinamik lempeng dan sejarah lisan masyarakat Muna.

1.         Sejarah lisan bahwa pulau Muna terbentuk dari Nur dan Pulau Buton dari bui.  Sumber sejarah lisan tersebut berasal dari Kakek saya sendiri bernama La Maeka (Gelar = Mojino lele) dari  Mesjid Lohia.

Uraian Pembentukan Pulau MUna

Kondisi dimaksud bahwa Pulau Muna terbentuk dari Pulau Karang (warna Hijau), dimana untuk munculnya dipermukaan air laut (menjadi pulau) terjadi akibat proses bliching (pemutihan karang) sehingga karang yang terlihat sangat putih.  Dalam proses pemutihan tersebut (secara umum) peran cahaya matahari menyebabkan penghuni karang menjadi ekstra memproduksi silika untuk mempertahankan hidupnya hingga tak mampu lagi melakukan proses fotosintesis. Oleh karena itu penyinaran matahari tersebut (Nur) tersebutlah yang menjadi kunci dasar pembentukan Pulau Muna. Mengingat proses pengangkatan karang ke permukaan laut terjadi secara bertahap dan tergantung pada luasan pulau karang yang muncul, menyebabkan karang disekitarnya juga secara bertahap mengalami bliching dan pengangkatan.

Pada bagian lain penggerakan munculnya karang dipermukaan dapat dilihat dari dua aspek yakni; aspek pengangkatan karang secara parsial dan secara sinergis dengan proses geologi. Pada proses biologi memberikan makna bahwa pemunculan pulau Muna menjadi relatif lambat dan cenderung daratan pulau muna menjadi keropos akibat :

  • Pertumbuhan karang relatif lambat dimana untuk tumbuhnya karang sepanjang 3 cm memerlukan waktu selama ± 2 tahun (misalnya jenis acropora/karang berbentuk jari).
  • Sinar matahari akan membongkar struktur karang secara fisik dan menjadi lapuk (heatering).

Pada proses geologi memberikan informasi bahwa pada era 14 – 19 juta tahun yang lalu lempeng samudera hindia memotong pulau Muna dan Pulau buton dengan dengan arah pergerakan lempeng bergerak kearah pulau muna (menjauhi pulau Buton) atau desakan lempeng kearah utara menuju daratan induk pulau Sulawesi. Hal tersebut dapat diperlihatkan dengan adanya wilayah tebing yang terjal pada salah satu sisi diantara kedua pulau tersebut sebagaimana diperlihatkan pada tebing yang terdapat bagian selatan Pulau Muna (baruta).  Konsekuensi lain sebagai Pulau karang (Karts) mempunyai kedalaman perairan yang relatif dangkal dengan kemampuan tanahnya relatif mempunyai porositas yang tinggi atau kemampuan menyimpan air yang rendah.

Uraian Pembentukan Pulau Buton

Pulau Buton berdasarkan gambar yang sama menunjukkan bahwa daratan utama Pulau Buton tergabung dengan daratan Pulau Papua dari gugusan pulau – pulau pada paparan sahul.  Sebagai pulau pada daerah paparan maka bangkitan gelombang relatif dengan frekuensi tinggi namun panjang gelombang yang pendek. Dengan karakteristi gelombang pada kedalaman yang dangkal (daerah paparan) menyebabkan gelombang pecah jauh dari mainland daratan.  Perambatan dengan panjang gelombang kecil tersebut (riak) menyebabkan pembentukan buih yang lebih banyak.  Bukti lain yang menjelaskan bahwa daratan utama Pulau Buton berasal dari paparan sahul dapat dilihat dengan adanya material tambang asphalt yng menjadi salah satu ciri utama daratan yang terbentuk dari lempeng benua (kelompok batuan silikum aluminium).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s