Walhi Tuding Perda No 008/2012 Biang Kerok Terjadinya Becana Di Konut


Spionasenews.com. Kendari – Wahana Lngkungan Hidup Indonesia Sulawesi Tenggara (Walhi Sultra ) menuding Peraturan Daerah ( Perda ) Kabupaten Konawe Utara Propinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra ) No 008 Tahun 2012 Tentang Sumbangan Pihak Ketiga sebagai biang kerok terjadinya bencana ekologi seperti banjir dan erosi di daerah tersebut.

Pasalnya perda tersebut mengatur tentang kewajiban setiap pemegang Ijin usaha Pertambangan (IUP) yang sudah berproduksi untuk membayar Rp.10 ribu per metric ton.

Akibatnya perusahaan pertambangan yang beroperasi di daerah tersebut berpacu meningkatkan produksinya kendatipun telah melampaui daerah konsesinya serta melakukan pencemaran lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh PT. Bumi Konawe Abadi ( BKA), PT.Stargate, dan PT. Bumi Konawe Minerima (BKM), PT.Cinta Jaya.

Boleh jadi perusahaan tersebut berani melakukan pelanggaran dengan melampaui wilayah konsesi dan pencemaran lingkungan tersebut karena mereka beranggapan telah melakukan kewajibannya menyetor insentif ke kas daerah melalui sumbangan pihak ketiga sebesar Rp. 10 ribu per metric ton. Eksekutif Daerah (ED) Walhi Sultra, Susyanti Kamil pada Mataharinews.com ( 18/12) mengatakan, Target penggenjotan PAD melalui sektor tambang yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Konawe Utara akan membawa daerah itu pada krisis Ekologi yang massif.

Diperkirakan kata perempuan berkaca mata ini, krisis itu akan terjadi hanya pada kurun waktu 5 tahun mendatang. Hal ini dapat ditandai dengan semakin menurunnya luasan kawasan hutan, tingginya sedimentasi akibat gerusan tanah akibat aktivitas tambang, yang akan mendatangkan bencana ekologis seperti banjir, kekeringan ataupun pencemaran pada sungai maupun pesisir laut.

Selain itu, PAD yang hanya mengandalkan sektor tambang tegas nya , bukanlah kebijakan pembangunan yang bijak khususnya dalam aspek keberlanjutan ekologi.apalagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan tersebut adalah kebijakan ambisus yang disnyalir untuk kepentingan pribadi Bupati guna peningkatan pendapatan pribadi melalui insentif dari PAD.

“ Kebijakan ambisius tersebut akan menyebabkan bahan mineral yang terkandung di bumi Konut akan terkuras habis dalam kurun waktu yang sangat singkat. Hal ini sama saja dengan menciptakan bencana bagi rakyat Konut “.jelas Susi dengan mimik serius.

Sebenarnya lanjut Susi, Perda No 008 tersebut memiliki maksud terselubung yaitu membuka ruang yang lebar bagi perusahan tambang untuk mengelola kekayaan tambang penderitaan dan bencana bagi masyarakat.

Memang dalam beberpa tahun kedepan kebijakan tersebut dapat mengangkat PAD Konut. Setelah itu masyarakat Konut akan menuai bencana dan penderitaan yang dalam waktu panjang.

“ Dalam sejarah pertambanga dunia, tidak ada satu daerah tambang didunia ini yang masyarakatnya sejahtera pasca eksploitasi tambang di daerah tersebut. Yang ada justeru masyarakatnya miskin dan mengalami bencana kekeringan, tanah longsor dan kelaparan.” cetus Susi mengingatkan.

Untuk itu Susi menyarankan Pemda Konut dibawah pimpinan Aswad Sulaiman untuk tidak mengandalkan PAD dari sektor tambang saja, namun juga sektor – sektor lain misalnya, pertanian dan perikanan. Selain itu Pemkab Konut juga memikirkan upaya rehablitasi kerusakan lingkungan dan pencemaran yang sudah memprihatinkan akibat ekspolitasi tambang.

Hal lain yang tidak kala pentingnya ungkap Susi adalah pencabutan IUP bagi perusahaan yang tingkat eksploitasinya telah mendatangkan kerugian bagi warga dan sedimentasi yang sangat tinggi, PT. Bumi Konawe Abadi ( BKA), PT.Stargate, dan beberapa IUP yang mencemari pesisir Teluk Lasolo diantaranya Bumi Konawe Minerima (BKM), PT.Cinta Jaya dan juga beberapa perusaahan yang telah teridentifikasi.

“ Bupati Konut jangan hanya hanya mengancam perusahaan tersebut hanya karena belum melakukan setoran, tetapi harus bertindak tegas dengan mencabut ijinnya karena telah melakukan pnemaran lingkungan “ pungkas nya. (MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s