Praktek Pungli Di Pelabuhan Raha Sultra


Formuna.com, Raha – LSM Lakaspermai mensinyalir terjadi praktek penyimpangan dan pungutan liar (pungli) diloket penjualan tiket kapal Santika. Pasalnya,harga jual tiket yang bebankan kepada penumpang senilai Rp 92 ribu.berbeda dengan nominal yang tertera pada tiket yang hanya Rp. 90 ribu.

Direktur Advokasi Lakaspermai, La Ode Amrin Sa’afi mengatakan perbedaan harga tersebut tentu saja sangat memberatkan pihak konsumen. Alasanya dengan pembebanan tersebut berarti masyarakat telah diperas dari berbagai sisi. Dipintu masuk pelabuhan, masyarakat sudah dibebani dengan retribusi masuk pelabuhan yang nominalnya antara Rp.2.000 – Rp.6.000. Kemudian saat masuk kedermaga menuju kapal yang akan mengangkut mereka juga diwajibkan untuk membayar Rp.1000/penumpang. Beban tersebut ditambah lagi dengan kenaikan harga tiket yang dipatok oleh agen sebesar Rp.2.000.

“ Praktek seperti ini kan sama saja dengan memposisikan masyarakat sebagai sapi perahan. Padahal kondisi mereka sendiri masih sangat memprihatinkan “ cetus Amrin gusar saat ditemui,Senin ( 12/11).

Amrin juga menduga kebijakan menaikan harga tiket sebesar Rp.2000 tersebut merupakan siasat pihak loket,untuk mencari uang tambahan rupiah. Olehnya itu pihaknya menegaskan kalau praktek tersebut merupakan pungli yang dilakukan secara terang-terangan. Untuk itu dia mendesak agar Pemkab Muna dan pihak agen MV. Santika untuk menertibkannya.
Lanjut Amrin, pihak loket sudah menyalahi prosedur dan aturan, karena tidak ada regulasi yang mengaturnya. Kalau misalnya praktek tersebut telah mendapat persetjuan dari Pemkab Muna, seharusnya dibuatkan dulu regulasinya, baru diterapkan dimasyarakat sehingga tidak menjadi illegal.

“Penjualan tiket seperti itu,tidak boleh dibiarkan karena sudah merugikan para penumpang.Jika satu tiket dihargai Rp 92 ribu dikali dengan jumlah penumpang yang beli tiket,berapa besar keuntungan yang didapatkan loket,”katanya.

Tindakan yang dilakukan pihak loket,menurut Amrin dianggap meraih keuntungan pribadi.Dan penyimpangan alias pungli. Olehya itu, ini tidak boleh dibiarkan berlarut,karena dinilai telah merugikan banyak pihak.Terutama kepada penumpang ekonomi kalangan kelas bawah.Yang paling parahnya lagi,lanjut dia,kepala cabang yang bertugas untuk memantau harga jual tiket,mengetahui perbuatan anggotanya dilapangan,namun lagi lagi hal tersebut justru diacuhkan begitu saja.

“Ini menjadi laporan saya,jika di loket penjualan tiket Santika terjadi pungli.Saya akan bersurat ke pimpinan pusat untuk melaporkan kecurangan tersebut,”ungkapnya.

Kepala Cabang Santika Raha,La Ada,saat ditemui membantah atas adanya pungutan tersebut.Ia mengatakan,harga tiket dikenakan Rp 92 ribu ada aturan perda yang telah diberlakukan.Kata dia,semua mekanisme tentang penetapan sudah disepakati.Jadi tidak ada yang namanya pungli.”Konsumen merasa tidak dirugikan atas pungli tersebut,”ungkapnya.( MA )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s