Kampanye Pemilu Kada Kota Baubau Diwarnai Kampanye Hitam


Maraharinews.com, Baubau = Kampaye Pemilu Kada Walikota dan Wakil Walikota Baubau yang sudah memasuku hari kesembilan mulai diwarnai dengan kampanye hitam. Selebaran gelap yang menyerang salah satu pasangan calon dengan tuduhan terlibat narkoba tersebar luas, khususnya di sekitar pusat petokoan dan pasar Laelangi.
Memang selebaran tersebut tidak menyebut nama, namun kalau dilihat dari akronim yang digunakan yakni ‘TAMPIL MESRA’ maka sudah dapat diduga kalau yang dimaksud dalam selebaran gelap tersebut adalah pasangan calon nomor urut 2 Tamrin, AS- Masra Manarfa.
Selebaran yang tidak mencantumkan pihak yang betanggng jawab tersebut menghimbau masyaraat Kota Baubau agar tidak memilih calon pemimpin yang menjadi pecandu narkoba, tetapi pemimpin yang memiliki kepribadian yang baik dn menjadu suri taulandan bagi rakyat yang dipimpinnya.
Yang merasa terusik dengan selebaran tersebut bukan saja calon nomor urut 2, tetapi pasangan calon nomor urut 4 pasangan Ibrahim Marselah – Muirun Awi yang dikenal dengan akronim IMAM. Pasalnya, pada akhir kalimat selebaran tersebut tertulis kalimat ‘ Silakan rakyat menilai dan menentukan IMAM yang baik untuk negeri ini.
Kata ‘ IMAM’ yang digunakan oleh pembuat selebaran tersebut, member kesan seakan-akan pembuat selebaran tersebut adalah tim Sukes (Timses) IMAM. Untuk mengkonfirmasi hal itu jurnalis Mataharinews.com menemui Timese IMAM di Posko nya Jalan Anoa Kelurahan Bure.
Saruli, Wakil Ketua Timses IMAM mengungkapkan tidak mungkin selebaran keji seperti itu dibuat oleh pasangan Ibrahim Marsela- Muirun Awi. Pasalnya kata Suruli, IMAM dan Timses nya sibuk dengan urusannya sendiri untuk mensoaialisasikan diri kemasyarakat. Begitu juga Timsesnya.
“ Tidak mungkinlah IMAM dan Timses nya melakukan hal keji seperti itu. Kami selama ini hanya terfokus pada agenda kampanye yang telah ditetapkan KPUD” cetus Saruli saat di konfirmasi di Posko IMAM ( 25/10),
Sementara Masra Manarfa, Calon Wakil Walikota pasangan Tamrin, AS menanggapi dingin selebaran yang menyudutkan mereka tersebut. Menurut mantan Ketua DPRD Baubau periode 2004/2009 ini selebaran seperti itu disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab karena iri dengan besarnya dukungan rakyat terhadap mereka.
“ Biar saja selebaran seperti itu beredar, rakyat sudah lebih cerdas menilai mana yang benar mana yang tidak “ tegas Masra saat di sambangi di kediamannya (25/10).
Lanjut Masrah, tidak mungkinlah Tamrin terllibat dengan apa yang dituduhkan oleh penyebar selebaran itu, sebab Tamrin itu alumni Lemhanas. Untuk masuk Lemhanas Katanya seseorang harus ditelanjangi untuk memeriksa ksehatannya secara menyeluruh.

“ Kalau tamrin terindikasi menggunaan narkoba, pasti dia tidak akan lolos seleksi pendidikan Lemhanas” cetusnya, sambil tersenyum sinis.
Jelas Masra, spengetahuannya, di Sultra yang mengikuti pendidikan Lemhanas itu hanya tiga orang, pertama La Ode Manarfa, Ayahnya, Yang kedua adalah La Ode Kaimuddin, mantan Gubernur Sultra dua periode, dan yang ketiga adalah Tamrin pasangannya dalam Pemilu Kada Walikot/ Wakil Walikota Baubau.
“ Seleksi untuk masuk pendidikan Lemhanas itu ketat, sehingga tidak banyak orang yang lolos. Dengan demikian Tamrin telah membuktikan dirinya mampu dan bersih dari yang dituduhkan orang pada dirinya” tutup Masra. (MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s