Eks Pegawai KPK Ditangkap karena Peras Keluarga Gubernur Sultra


Berita Detiknews tanggal 21 September 2012

Jakarta Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) LYH (42) dan istrinya TT (40). Keduanya diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha yang juga keluarga Gubernur Sultra, Nur Alam.

“Kita sita uang dan cek senilai Rp 700 juta dan 2 buah handphone,” kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sultra, Komisaris Besar Polisi Alfons Toluhala saat dikonfirmasi, Jumat (21/9/2012).

Alfons menjelaskan, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 200 juta dan dua lembar cek tunai sebesar Rp 500 juta. YLH diduga memeras Amran Yunus, seorang pengusaha kerabat gubernur Sultra.

“Pelaku ditangkap pada pukul 23.00 Wita, Kamis (20/9) malam bersama istrinya di kediaman korban perumahan Palm Mas depan waterboom Kendari. Pelaku dari awal meminta sampai Rp 1,4 miliar,” jelas Alfons.

Menurutnya, modus pemerasan yang dilakukan pelaku yakni memanfaatkan momen pemilihan gubernur Sultra, dengan menyatakan Gubernur Sultra akan diperiksa KPK terkait kasus korupsi dan pertambangan.

“Isu yang diangkat bahwa gubernur incumbent ini ada melakukan korupsi kemudian berhubungan dengan masalah pertambangan di Sultra, pelaku melakukan ini dengan imbalan akan mengamankan incumbent dalam pilkada setempat,” terangnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara dan koordinasi dengan KPK lanjut Alfons, Pelaku LYH memang pernah menjadi pegawai KPK dari tahun 2008 hingga 7 Agustus 2012. Namun setelah itu, LYH dikembalikan ke instansi tempat ia berdinas yakni kantor BKKBN Sultra.

Untuk itu pihak polda akan meminta keterangan ketua KPK terkait keabsahan surat pemberhentian tersangka mantan pegawai KPK. Ia menambahkan, pelaku melanggar pasal 368 pemerasan dan 387 keadaan penipuan dengan ancaman hukuman 9 tahun. Sementara itu, kasubag BKKBN Sultra Sudirman membenarkan LYH adalah pegawai BKKBN.

“Kemarin beliau masuk kantor dan saat ini memang beliau sudah kembali di kantor BKKBN ditempatkan di Widya Swara atau pengajar. Sebelumnya memang pernah menjadi pegawai KPK sejak lama melalui seleksi,” ungkap Sudirman di kantor BKKBN Sultra.

(ndr/ndr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s