Empat Tahun Jadi Gubernur, Nur Alam Hanya Bisa Membangun Rencana


Formuna.com,Kendari – Selama empat tahun menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara ( Sultra ),  Nur alam, dinilai hanya hampu membangun rencana-rencana dan member angin sorga melalui janji-janji yang tidak pernah ditepati. Penilaian para  tokoh masyarakat dan NGO di Sulawesi Tenggara tersebut, terhadap keberhasil kinerja Nur Alam selama menjadi Gubernur dalam membangun infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Afrul Salim, P.Pd, tokoh tokoh pemuda Buton Tengah berpendapat, Nur Alam, selama menjadi Gubrnur,  belum satu pun hasil kerjanya yang dapat di nikmati masyarakat Sultra secara luas, baik dari segi peningkatan kesejahteraan maupun infrastruktur. Menurut mantan anggota DPRD Buton dua periode dari PKS ini, selama hamper lima tahun menjadi Gubernur, Nur Alam hanya mampu membangun rencana-rencana dan membuai masyarakat Sultra dengan janji-janji manis.

Afrul mencontohkan, program kebanggan pasangan Nur Alam – Saleh Lasata adalah dana block grant yang dikucurkan pada Kepala-Kepala Desa yang diklaim berhasil. Namun faktanya, dana tersebut bukannya menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, mala justeru meningkatkan jumlah masyarakat di Sultra.

“ Coba cek, sudah berapa kepala keluarga di sultra yang berhasil sejahtera akibat kucuran dana block grant di desa mereka. Yang ada malah semakin meningkatnya masyarakat miskin. Apa itu yang disebut keberhasilan?” cetusnya, dengan nada sedikit menyindir.

Dana block grant, kata afrul, hanya satu aspek yang dapat dinilai dari kegagalan Nur Alam – Saleh Lasata dalam memimpin Sultra. Sebenarnya masih banyak aspek lain yang juga  dapat dijadikan bukti kalau pasangan Nur Alam – Saleh Lasata tidak layak memimpin Sultra.

Dari segi infrastruktur misalnya, tidak ada satupun pembangunan yang telah dilakukan pasangan Nur Alam-Saleh Lasata yang dapat dilihat untuk dijadikan indicator penilaian kalau pasangan itu telah bekerja sesuai  amanah rakyat yang telah diberikan pada mereka pada Pemilu Kada 2008 yang lalu.

Kala itu, sebelum terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, pasangan Nur Alam-Saleh Lasata dalam kampanyenya selalu mengubar janji akan membangun Sultra  dan menciptakan kesejahteraan pada seluruh masnyarakat Sultra. Karena janji-janji tersebutlah, masyarakat Sultra memberikan amanah pada keduanya.  Nyatanya, begitu terpilih ternyata janji-janji tersebut tidak terpenuhi, bahkan semakin memperburuk keadaan dari kondisi sebelum mereka menjadi pemimpin di Sultra.

Begitu juga dari infrastruktur jalan, kondisinya justeru semakin buruk. Selama pasangan Nur Alam – saleh Lasata, memimpin Sultrasangat sedikit sekali yang mendapat sentuhan perbaikan. Padahal infrastruktur jalan merupakan sasrana vital membangun perekonomian. Olehnya itu Afrul menuding  Nur Alam dan Saleh Lasata adalah pembohong.

“ Nur Alam itu Banyak bohongnya. Banyak program-program yang telah dijanjikan pada masyarakat tidak berjalan. Program Bahteramas sebagai andalan Nur alam itu sebenarnya bagus, namun karena sistemnya yang belum terbangun sehingga tidak tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh segelintir orang”tegas Afrul.

Penilaian yanag sama juga datang dari Hidayat Fariki, Koordinator FOMRAD Muna. Menurutnya,  sampai saat ini dana block grant tidak dapat dilihat hasilnya. Padahal sudah ratusan miliar telah dikucurkan untuk itu, namun belum memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“ Dana block grant itu berasal dari uang rakyat, Harusnya dana itu dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk diselewengkan untuk kepentingan mendongkrak elektabilitas Nur alam apalagi sampai dijadikan  alat bargaining  untuk memenangkan Pilkada.” Ungkap dayat.

Dayat juga menilai, Nur alam dan Saleh Lasatasebenarnya  tidak memiliki itikat baik untuk membangun Sultra. Ambisi mereka hanyalah ingin mendapatkan kekuasaan dan mengesampingkan kepentingan rakyat bila mereka terpilih.

Hidayat mencontohkan pembangunan jalan propinsi lintas raha-Wamengkoli yang kondisinya sudah semakin memprihatinkan, namun tidak mendapat perhatian pemerintahan Nur alam –Saleh Lasata untuk diperbaiki. Padahal pada saat kampanye Pemilu Kada tahun 2008 Nur Alam menjanjikan akan mengaspal jalan tersebut bila kelak dia terpilih menjadi Gubernur. Namun kenyataannya, sampai dipenghujung masa jabatannya sebagai Gubernur, Nur Alam tidak juga merealisasikan janjinya tersebut.

“ Terpilihnya Nur Alam pada Pemilu Kada tahun 2008, karena sumbangsi suara masyarakat kabupaten Muna. Tanpa Suara itu Nur Alam tidak akan terpilih sebagai Gubernur” cetus nya.(MA)

One thought on “Empat Tahun Jadi Gubernur, Nur Alam Hanya Bisa Membangun Rencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s