Antusias Masyarakat Serbu Stand kerajaan-Kerajaan Dalam FKN VIII


Mataharinews.com, Baubau – Pamerara benda pusaka ex kesultanan dan Kerajaan se- Nusantara yang merupakan bagian dari Festival Keraton Nusantara VIII di Kota Baubau digelar sejak kemarin ( 2/9 ) sapai berakhirnya FKN (4/9)..

Pameran yang hampir diikuti seluruh peserta FKN tersebut menjadi tempat rekreasi tersendiri bagi masyarakat Kota Baubau dan peserta dari daerah lain.

Menurut Rahmiati, pengunjung yang mengaku berasal dari Makassar, pameran ini banyak meberi pengetahuan sejarah tentang kerajaan dan kesultanan di Nusantara. Sebelum ini ungkapnya, dia hanya mengetahui sejarah peradaban kerajaan dan kesultanan hanya melalui pelajaran sejarah.

“Dengan pameran ini kita dapat melihat secara langsung pusaka-pusaka dari kerajaan dan kesultanan tersebut. Apalagi dalam pameran ini hampir semuapusaka kerajaan yang selama ini disimpan di masing-masing keraton dipamerkan disini” cetus Rahmiati.

Sejak dibukan kemarin ( 2/9), yang paling banyak dikunjungi adalah stand Kerajaan Wuna di Sulawesi Tenggara dan Kesultanan Kacirebonan Propinsi Jawa Barat.

Muhammad Rafiq, kerabat Kesultanan Bima yang ditemui di stand pameran Kerajaan Wuna menuturkan, dirinya tertarik untuk mengunjungi stand Kerajaan Wuna, karena selama ini dirinya tidak pernah mendengar kalau di Sulawesi Tenggara ada sebuah kerajaan yang bernama Wuna.

“Saya terkejut, ternya di Sulawesi Tenggara ada kerajaan besar lainnya selain Kesultanan Buton ” ujarnya Rafiq. Rafiq mengaku semakin terkejut ketika dirinya mengtahui kalau Sultan Murhum, Sultan pertama di Kesultanan Buton, adalah Raja Wuna ke-6 dengan nama La Kilaponto.

Sementara pengunjung yang dimintai keterangannya, di stand Kesultnan Kacirebonan, umumnya mengaku ketertarikan mereka untuk mengunjungi stand itu akibat banyaknya keris-keris pusaka yang sangat unik yang dipamerkan.

Karena keunikan dari keris-keris tersebut, penginjung kerap mengabadikan moment tersebut dengan berpose dengan latar belakang keris-keris tersebut. Bahkan tidak jarang ada yang meminta penjaga stand untuk menghunus keris pusaka tersebut kemudian minta difoto dengan mengangkat keris itu.

Muhammad Mukhlas, Kerabat Kesultanan Kacirebonan mengatakan, keris-keris yang dipamerkan di stand ini adalah sebagian besar merupukan pusaka Keraton kesultanan Kacirebonan. Sedangkan sebagian lainnya milik pribadi kerabat keraton.

“Hampir semua benda-benda yang dipamerkan disini adalah milik keratorn. Yang lainnya merupakan koleksi pribadi Kerabat Keraton termasuk milik pribadi saya” jelas Mukhlas. (MA)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s