Dilecehkan PLN dan Kontraktor DPRD Bau-Bau Bermuka Badak


Mataharinews.com, Baubau – PT. Sakti Mas Mulia (SMM) salah satu anggota konsorsium yang ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan PLTU di Desa Kalia lia Kecamatan Lea lea Kota Baubau , PLN dan Pemkot Baubau dituding telah melakukan pengabaian terhadap Keputusan DPRD tentang pembekuan sementara aktifitas pekerjaan proyek PLTU tersebut sampai memeiliki AMDAL.

Tudingan itu mencuat, karena ternyata PT. SMM, sampai hari ini, senin ( 16/7) masih saja melakukan aktivitas seperti biasa.

Padahal, empat hari yang lalu, tepatnya Kamis (12/7), DPRD Kota Baubau dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh ketua DPRD Hasidin Sadif serta dihadiri pihak pemerintah, masyarakat korban dari lima desa terdampak, dan mahasiswa, telah melahirkan sebuah keputusan untuk menghentikan sementara aktivitas proyek sampai memiliki AMDAL. Saat paripurna itu, Pemkot diwakili oleh Kepala BAPEDALDA, Laode Maulana Gafur, SE.M.Si dan Assisten I Bidang Pemerintahan Feto Daud.

Ketidak patuhan pihak terkait tehadap keputusan Lembaga DPRD tersebut, disinyalir sebagai wujud rendahnya kewibawaan DPRD dimata mitra kerjanya akibat ketidak konsistenan DPRD terhadap keputusannya sendiri.

Rendahnya kewibawaan DPRD tersebut semakin nyata dari pernyataan Assisten Manager PLN area Baubau Ruslimin saat dimintai tanggapannya (16/7) mengenai keputusan rapat paripurna yang memerintahkan penghentian sementara aktivitas proyek PLTU.

Menurut Ruslimin, DPRD tidak memiliki kewenangan mengeluarkan keputusan untuk menghentikan aktivitas proyek PLTU tersebut kendatipun tidak melalui prosedur yang benar, sebab proyek tersebut kata Ruslimin, merupakan proyek pusat dan hanya bisa dihentikan oleh pemerintah Pusat.

Ruslimin juga menantang DPRD untuk datang langsung kelokasi proyek guna menghentikan aktivitas proyek yang sedang berlangsung sebagaimana keputusannya.

“Coba, siapa yang berani menghentikan proyek itu. DPR? kalau kalau mereka berani, datang langsung ke lokasi untuk menghentikan proyek itu” tantang Ruslimin dengan emosi.

DPRD Kota Baubau, sepertinya tidak merasa dilecehkan dan tidak kehilangan kewibawaan akibat tidak dipatuhinya keputusan lembaga DPRD oleh mitra kerjanya.

Ketua DPRD Baubau Hasidin Sadif yang di temui di gedung DPRD (16/7),berpendapat, DPRD tidak akan kehilangan kewibawaan dan tidak merasa dilecehkan dengan tidak dipatuhinya oleh pihak terkait.

Menurutnya setelah DPRD mengeluarkan keputusan, selanjutnya pelaksanaannya sudah menjadi domain pemerintah. ” Tanggungjawab DPRD sudah selesai dengan keluarnya keputusan untuk menghentikan sementara aktivitas PLTU, mengenai pelaksanaannya yang banyak tahu sekda. Silakan tanyakan disana, karena Sekda sebagai pemerintah yang banyak tahu” tegas Hasudin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Baubau, H. Sudin. Menurutnya, DPRD telah mendengar aspirasi masyarakat khususnya yang nmenjadi korban dengan mengeluarkan keputusan penghentian sementara aktivitas proyek.

Setelah DPRD mengeluarkan keputusan, Kata H. Sudin, selanjutnya yang berkewajiban melakukan pengawasan adalah pemerintah. Namun kalau keputusan itu tidak dipatuhi, maka pihak pelaksana proyek akan berhadapan langsung dengan masyarakat. ” Kalau proyek PLTU terus jalan sebelum memuluku AMDAL, takutnya akan memancing kemarahan rakyat yang menjadi korban” cetus Sudin.

Sikap melempem DPRD Baubau terhadap keputusannya sendiri tersebut mendapat kecaman keras LBH Buton Raya.

Erwin Usman, SH, ketua LBH Buton Raya saat dimintai pendapatnya via telepon seluler (16/7) menilai, sikap DPRD yang melempem dalam menyikapi pengabaian PLN, kontraktor pelaksana proyek PLTU dan Pemkot Baubau terhadap keputusan perwujudan dari rendahnya kewibawaan DPRD dimata pemerintah dan masyarakat khususnya dikalangan kontraktor.

Terdegrasinya kewibawaan DPRD tersebut menurut Erwin diakinatkan krtidak konsistenan lembaga tersebut terhadap keputusannya sendiri. Atau boleh jadi kata Erwin, ini sebagai pembenaran sinyalemen masyarakat selama ini kalaubeberapa oknum DPRD mendapat upeti dari proyek PLTU ini.

” Agar tidak kehilangan kewibawaan, DPRD harus mengawal dengan serius
setiap keputusan yang telah diambilnya, dan berani bersikap tegas
dengan memberi sanksi pada siapa saja yang melakukan mengabaikan
terhadap keputusan tersebut, termasuk pemerintah” tegas Erwin via
telepon selularnya ( 16/7).

Lanjut Erwin, Ini akan menjadi preseden buruk bagi jalannya
pemerintahan di Kota Baubau. Takutnya akibat ketidak tegasan DPRD
seperti ini, maka semua keputusan DPRD tidak lagi di patuhi oleh
pemerintah termasuk Perda yang memiliki konsekuensi hukum
dimasyarakat.
” Kalau hal itu terjadi maka hancurlah negeri ini, karena itu dapat
berimbas pada hilangnya kewibawaan pemerintah”

Erwin juga menyayangkan pernyataan Ketua Komisi A H. Sudin yang
memberi kesan bahwa  keputusan paripurna tanggal 12 Juli tersebut
hanya untuk memenuhi desakan masyarakat. Kemudian dalam pelaksanaannya
DPRD membiarkan masyarakat dan pelaksa proyek untuk saling
berhadap-hadapan dalam konotasi yang negatif.

Selain itu, Erwin juga mendesak pemerintah PLN dan kontraktor untuk
mematuhi keputusan DPRD tersebut. Biar bagaimana pun juga DPRD adalah
lembaga negara yang merupakan representasi dari rakyak Baubau.

Sementara Itu, Site Manger PT. SMM  Edy Manalung saat disambangi di
Kantornya (16/7), tidak dapat ditemui karena sedang tidak berada
ditempat. Menurut stafnya, bos mereka sedang keluar, namun mereka
tidak tahu kemana bosnya pergi.
” Pak Edy sedang kelur dan tidak tahu kemana perginya. Dan sebaiknya
tidak usa ditunggu. Kalau mau tahu aktivitas proyek, silakan tinjau
langsung ke lokasi proyek” cetus karyawan itu, yang sepertinya sengaja
menyembunyikan keberadaan pimpinan mereka. (MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s