Data Kependudukan Disdukcapil Kota Bau-bau Disoal


Mataharinews.com,Baubau – Data Penduduk potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pemilu Kada Walikota/Wakil Walikota baubau dan Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, yang diserahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 9Disdukcapil) pada KPUD Baubau yang mencapai 116.072 wajib pilih di soal banyak kalangan, khususnya LBH Buton Raya dan Bakal calon yang akan bertarung sebagai kandidat Wali Kota dan wakil Kota Baubau.

 

LBH Baubau melaui Direktur Advokasinya Asman Sahaluddin, hari ini Kamis (3/7) menyurati Dukcapil Kota Baubau untuk meminta klarifikasi data kependudukan yang disampaikan institusi tersebut Pada KPUD Baubau sebagai dasar penentuan wajib pilih pada Pemilu Kada Walikota/Wakil Walikota Baubau dan Gubernur/Wakil Gubernur Sultra tanggal 4 Novenber nanti.

Menurut Asman dalam suratnya ber nomor 031/LBH.BR/07/2012, data Dukcapil yang disampaikan pada KPUD tersebut terdapat unsur ketidak wajaran, yakni terjadi lonjakan pertumbuhan penduduk yang mencapai 21,.11% , bila dibanding dengan penduduk tahun 2010 sesuai dengan data BPS yang hanya 136.991 jiwa menjadi 173.650 jiwa. Kalau melihat data tersebut berarti pada tahun 2010 -2012 pertumbuhan pendudk Kota Baubau tiap tahunnya rata 10,5%.

Untuk memperkuat argumentasinya tersebut,asman juga membandingkan data pertumbuhan penduduk kota Baubau dalam kurun waktu sepulh tahun terakhir yang dirujuk dari data BPS. Dalam kurun waktu tersebut (2000-2010 ) pertumbuhan penduduk Kota Baubau hanya mencapai 29,12%.

Itu artinya kalau dirata-ratakan maka pertumbuhan penduduk di Kota Baubau hanya mencapai 2,9% pertahun nya. Padahal dalam kurun waktu tersebut (2000) terjadi migrasi penduduk secara besar-besaran dari Maluku ke baubau.

“ Kok dalam kondisi normal seperti sekarang ini, justeru terjadi lonjakan pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan” Jelas mahasiswa Pasca Sarjana di UMI Makassar ini dengan sedikit bertanya.

Dilain pihak, Balon Walikota Baubau jalur independen, Erwin Usman,SH mensinyalir, ada indikasi kuat terjadi permufakatan jahat antara Walikota Baubau Amirul Tamim dengan ukcapil dalam pembengkaan Jumlah peduduk tersebut. Gol nya tentu saja untuk kepentingan memenangkan salah satu kandidat yang akan bertarung dalam Pemilu Kada Walikota/Wakil Walikota Baubau.

“ Dapat dibayangkan, kalau KPUD tidak melakukan fungsinya dengan baik dalam melakukan verifikasi data pemilih, maka kandidat yang diseting tersebut telah mendapat suara lebih dari 30% sebelum pemilu Kada di gelar “ cetus mantan Deputi Eksekutif Nasional Walhi ini.

Dasar permintaan klarifikasi yang dilayangkan LBH Buton Raya tersebut adalah UU No.14 tahun 2001 tentang keterbukaan informasi public. Apabila dalam kurun waktu 3X24 jam pihak Dukcapil tidak memberikan klarifikasinya, maka LBH akan melakukan Somasi.

Sementara itu, Kabid Pendataan Penduduk DisDukcapil Kota Baubau, Laode Muslimih Hibali saat penyerahan DP4 Mei lalu, pada media mengakui kalau data penduduk dalam DP4 yang diserahkan pada KPUD tersebut terdapat 5000 lebih yang merupakan data Ganda. Pernyataan Laode Muslimin tersebut semakin menguatkan sinyalemen terjadi kesengajaan menaikan jumlah wajib pilih seperti yang dindikasikan oleh Erwin Usman.

Kalau merujuk data disdukcapil Bulan April seperti yang pernah dimuat Mataharinews.com, terdapat data ganda kependudukan di Kota Baubau yang jumlahnya mencapai 12 ribu jiwa lebih. Data ini terekam dari data pembuatan E-KTP. Sedangkan pada tanggal 30 april, DisDukcapil mengirim surat pada Kemendagri bahwa Penduduk Kota Baubau yang wajib memiliki E-KTP sebanyak 107.000 jiwa. Sedangkan Warga Kota Baubau yang telah mengurus E-KTP hanya sekitar 70.000 lebih.(MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s