PNS Penyebab Terhambatnya capaian Target E- KTP Di Kota Baubau


Mataharinews.com, Baubau – Pelaksanaan e-KTP di Kota Baubau baru mencapai 60%, padahal batas akhir pelaksanaannya tanggal 30 April 2012.

Demikian dikatakan Kepala dinas catatan Sipil ( Capil ) Kota Baubau, Yansur, saat disambangi di ruang kerjanya pada hari Selasa (3/4). Menurutnya, capaian ini di asumsikanberdasarkan jumlah penduduk Kota Baubau yang berhak mendapatkan KTP sebanyak 117.000 orang.

Dari jumlah tersebut jelas Yansur sudah termasuk dengan orang memiliki data ganda yang jumlahnya mencapai 12262 orang. Jadi bila dikurangi dengan orang yang memiliki data ganda tersebut, maka capaiannya bisa sampai pada angka 70%.

Yansur juga menjelaskan bila merujuk pada batas akhir yang ditetapkan pemerintah , maka sulit bagi Capil untuk mencapainya. Sebab tidak mungkin dalam waktu 27 hari petugas-petugas di kecamatan dapat menyelesaikan target 30% yang tersisa.

Penyebab lambanya pencapaian target tersebut ungkapnya, selain banyaknya data kependudukan yang ganda, juga disebabkan oleh keengganan sebagian besar Pegawai negeri Sipil (PNS) untuk mengurus EKTP di Kecamatan.

Dicontohkan, misalnya saja di kantor pelayanan perijinan Kota Baubau yang terdiri dari enam dinas, sekitar 75% stanya belum memenuhi panggilan untuk berfoto dan scan kornea mata di kantor kecamatan tempat mereka bermukim.

Selain PNS, TNI/POLRI serta pengawai bank juga menyadi penyumbang terbesar tidak terpenuhinya target 100%.

“ Para PNS. Anggota TNI/POLRI serta pegawai bank tersebut, sepertinya enggan untuk di kantor Kecamatan” jelas Yunsar.

Sedangkan penyumbang terbesar data kependudukan ganda di Kota Baubau adalah PNS Pemkap Buton yang masih bertempat tinggal di Kota Baubau.

Menurut Yunsar, PNS Pemkab Buton tersebut selain memiliki data kependudukan di Kota Baubau, mereka juga terdaftar sebagai penduduk Kabupaten Buton.

Para PNS Pemkab Buton yang masih terdaftar sebagai penduduk Kota Baubau tersebut kata Yunsar, selain membuat data kependudukan Kota Baubau amburadul, juga menambah beban bagi Pemkot Baubau.

“ Mereka itu kan bekerja di Kabupaten Buton, tapi mendapat pelayanan kependudukan gratis di Kota Baubau.Apa itu bukan membebani Pemkot Baubau?” Jelas Yunsar dengan penuh tanya. (MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s