Warga Muna Mengungsi ke Buton


Warga Muna Mengungsi ke Buton
PASARWAJO-
Masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna namun masuk
dalam rumpun Bombona Wulu Kabupaten Buton ramai-ramai mengungsi ke
Lombe, Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton. Mereka minta
dijadikan masyarakat Buton dan berharap tinggal di Buton.

Koordinator pendamping pengungsi Desa Tanjung, Laode Saharuddin Gogo
mengatakan warga yang mengungsi 192 KK atau 395 jiwa. Mereka enggan
kembali ke desa sebelumnya karena beberapa pekan terakhir merasa tidak
nyaman dan tertekan walaupun berada dalam rumah sendiri.

“Buat kami harga mati tidak akan kembali ke Desa Tanjung, kami berharap Pemkab Buton dapat menerima kami di Buton,” tuturnya.

Dia menjelaskan kronologis hingga warga enggan kembali ke Desa Tanjung
yang selama ini ditempatinya. Bermula ketika warga yang merasa tidak
diperhatikan aspirasinya oleh Pemkab Muna baik dari segi pendidikan,
kesehatan bahkan hingga terjadi intimidasi yang dilakukan Muspika di
Kecamatan Tongkuno.

“Masalah kesehatan satu bulan satu kali bidan baru masuk ke Pustu,
bagaimana jika ada warga yang sakit dan akan berobat, ditambah lagi
dengan sarana pendidikan bagi anak-anak kami hanya setingkat SD dan SMP.
Itupun gurunya masuk sekolah jam 10.00 dan pulang pukul 11.00 bagaimana
anak akan menerima pendidikan dengan baik,” ujarnya lagi.

Puncak hingga warga memutuskan mengungsi ke Buton, lanjut Gogo ketika
Muspika kecamatan meminta agar berkoordinasi dengan tokoh adat, imam di
Desa Tanjung. Namun warga merasa diintimidasi. Bahkan hingga ada aksi
dari salah satu Muspika Kecamatan yang menunjuk mulut imam kampung
dengan kayu. Lebih parah lagi, ada isu penyerangan Desa Tanjung, 2000
orang melawan 300 warga. Akhirnya warga menggunakan 50 buah perahu
tempel menungsi ke Buton.

Lebih lanjut dia mengatakan sejak Kamis (17/2) lalu, warga mengungsi ke
Buton. Alhamdulillah bantuan makanan dari Pemkab Buton, dan masyarakat
sekitar Kecamatan Gu terus mengalir bahkan pihak kepolisian memberikan
rasa aman yang cukup. “Kami sangat berterimakasih kepada partisipasi
semua pihak terutama aparat kecamatan, masyarakat, Kepolisian Gu, dan
Pemkab Buton atas bantuannya yang terus mengalir,” ujarnya.

Gogo mengatakan selama di pengungsian warga masih bisa bertahan.
Rencananya hari ini anak-anak sudah mulai bersekolah kembali. Dia
berharap agar Pemkab Buton memberikan lahan tempat tinggal hingga warga
dapat hidup dengan normal kembali. Apalagi rata-rata warga hidup dari
melaut karena tidak mungkin berharap ke Pemkab terus.

Menanggapi hal tersebut Bupati Buton Sjafei Kahar yang langsung
berkunjung ke penampungan warga di Tribun Lapangan Sepak Bola La Wayong
Kelurahan Watulea Kecamatan Gu Kabupaten Buton mengatakan pihaknya akan
membantu secara perlahan. Namun saat ini Pemkab akan memfasilitasi
perwakilan empat warga Desa Tanjung untuk bertemu Gubernur Nur Alam SE
dan DPRD Sultra untuk menyampaikan aspirasinya langsung dan meminta
petunjuk.

“Untuk saat ini Pemkab Buton akan memberikan bantuan kepada warga namun
tidak akan bertahan lama, dan lahan untuk tinggal sudah disiapkan
didaerah pesisir pantai Kecamatan Gu,” ujarnya.

Saat ini Pemkab belum bisa mengambil langkah Lanjutnya hingga ada arahan
dari Pemerintah Provinsi Sultra. Namun dia meminta agar warga tetap
bersabar.

Bantuan tanggap darurat yang diberikan Pemkab Buton terhitung sudah dua
kali, kali pertama, Jumat (18/2) beras Bulog 500 kg, 50 dos mie instan,
dan terpal. Bantuan kedua, hari ini berupa beras Bulog 1.100 kg, ikal
kaleng 10 dos (600 kaleng), dan tikar plastik.

Mengunjungi pengungsi Desa Tanjung, Bupati Sjafei didampingi asisten II
Sekab Dr Zuhudin Kasim MM, Kadis Sosial LD Saffiuddin SE MM, Para Kabag
Setda Drs Hasan Basri, Drs Muh Isa Sayuti, Kepala SKPD, Kasubag Humas
Protokoler LM Fajrun ST, dan jajaran Muspides, kemarin sekitar pukul
12.00 Wita.(yen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s