KAAGO AGO


12.00

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

KAAGO-AGO
Kaago-ago adalah suatu prosesi adat
masyarakat Suku bangsa Muna yang mendiami Pulau Muna sebagai penanda  dimulainya musim taman. Prosesi ini di pandu
oleh seorang tokoh adat yang digelar Pande, bertujuan untuk memintah berkah
pada penguasa alam agar tanaman yang akan ditanam kelak dapat tumbuh dengan
subur dan memberi hasil yang baik serta terhindar dari gangguan hama. Selain
itu prosesi ini juga bertujuan mengusir roh-roh jahat dari tempat tersebut agar
tidak mengganggu masyarakat yang beraktifitas diatas lahan yang sebelumnya
diyakini menjadi lokasi hunian raoh-roh jahat tersebut.
Kaago-ago merpuakan tradisi
masyarakat Suku bangsa muna sebagai warisan leluhur sejak masa anismisme dan
dinamisme yang sampai saat ini terus dilestarikan. Setelah islam masuk di Muna,
prosesi kaago-ago kemudian diadaptasi dengan nilai-nilai islam sehingga dalam
pelaksanaaannya, seorang pande selain membaca mantra-mantra juga membaca
ayat-ayat suci Al Qur’an.
Setelah membaca doa-doa dan
mantera-mantera, Pande kemudian menyerahkan perssembahan yang diletakan pada
sebuah bangunan yang terbuat dari bambu dan dihiasi dengan kain-kain aneka
warna. Maksud dari penyerahan sesembahan 
tersebut adalah sebagai penghargaan terhadap semama mahluk tuhan (
mahluk ghaib ) sehingga ketika mereka pergi meninggalkan tempat kediamannya
menuju tempat hunian yang baru mereka pergi dengan rasa damai dan telah
mendapat bekal yang cukup sampai ke tujuan.
Bila ingin melihat lebih dekat
pelaksanaan prosesi tersebut, anda dapat datang di muna pada musim tanam
khususnya pada musim barat, tepatnya pada bulan November sampai awal desember
setiap tahunnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s