KUTIKA


KUTIKA
PEDOMAN MASYARAKAT MUNA DALAM MENENTUKAN WAKTU UNTUK MEMULAI AKTIFITAS

Suku bangsa Muna yang mendiami Pulau Muna, Sebagian besar Pulau Buton dan Pulau-Pulau kecil disekitar kedua Pulau tersebut yakni pulau Kadatua, Pulau Siompu serta Kepulauan Talaga memiliki banyak kearifan tradisional yang sampai saat ini terus terpelihara dengan baik. Salah satu dari kearifan tersebut adalah cara menentukan hari baik untuk memulai suatu aktifitas yang dinamakan dengan KUTIKA.
Jika pada Suku jawa dikenal adanya Mujarobat sebagai kitab tradsional untuk menentukan hari pasaran dan untuk menentukan hari baik untuk memulai suatu aktifitas, maka Suku Bangsa Muna juga mengenal suatu kitab untuk menentukan hari baik yang di beri nama ‘KUTIKA’ . Pada Suku Bangsa Muna KUTIKA dipakai sebagai petunjuk untuk menentukan hari baik bila ingin melakukan berbagai kegiatan seperti mendirikan rumah, memulai hari pertama mencari rejeki semisal kegiatan perdangan, merantau, memulai hari menabur benih, hari pernikahan bahkan untuk menentukan hari memulai penyerangan terhadap musuh.
Berdasar hal itu suku bangsa muna mengenal ada tiga macam KUTIKA, yakni KUTIKA PERANG, KUTIKA MENCARI REJEKI dan KUTIKA UNTUK KEGIATAN SOSIAL. Ketiga KUTIKA itu berpedoman pada masa perputaran Bulan mengitari Bumi. Sebagai pedoman untuk menentukan hari pertama setiap bulannya masyarakat muna masih menggunakan cara-cara yang sangat tradisional yaitu dengan cara melihat bulan dengan menutup mata menggunakan kain putih yang tipis. Selain dengan metode terseebut suku Muna menentukan hari pertama setip bulannya melalui pemantaun terhadap bintang-bintang dilangit. Walaupun terlihat sangat sederhana namun metode tersebut sangat akurat dan tidak pernah ada pertentangan dalam penentuannya. Bahkan ketika almanak moderen diterbitkan dalam bentuk kalender, boleh dikata tidak ada pertentangan dengan metode yang dilakukan oleh Suku Muna.
Masyarakat muna meyakini pergerakan Bulan dan benda-benda angkasa lainnya tersebut sangat mempangaruhi aktifitas dan keberuntungan Manusia setiap harinya bahkan setiap jamnnya. Jadi dari perhitungan pergerakan bulan dalam mengitari bumi tersebut, masyarakat Muna menyusun kitab yang dinamakan ‘kutika’ yang digunakan sebagai pedoman manusia dalam menentukan baik buruknya suatu hari dalam melakukan aktifitas.
Kutika sebagaimana yang ada diatas adalah kutika harian dan merupakan salah satu KUTIKA yang dikenal oleh masyarakat Muna. Untuk mengetahui kitika lainnya anda dapat datang lansung di Muna dan mempelajarinya pada orang-orang yang memliki keahlian khusus untuk itu dengan persyaratan adat yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s