DIDEPORTASI DARI MALAYSIA TKI ILEGAL TIBA DI PELABUHAN MURHUM


TKI ILEGAL TIBA DI BAUBAU
29 Dideportase dari Malaysia satu duiantaranya bayi
Baubau- sebanyak 29 tenaga kerja Indonesia ( TKI ) illegal yang dideportase dari Malaysia tiba di Baubau kemarin menumpang KM Lambelu. Mereka berasal dari Buton, Bombana dan Muna.
Negitu menginjakkan kaki di pelabuhan Murhum langsung ke kantor dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotan ( Dinsosnakertrans ) Baubau. Terdiri dari tiga wanita, 25 laki-laki dan satu bayi.
Setibanya di instansi yang dipimpin dr. Mahyudin itu mereka menunjukan surat pengantar dari Departemen Sosial RI. Dalam surat , telah dicantumkan jumlah, nama dan asal daerah.
Setelah diterima, kabid Sosial, Andi Nursin, para TKI diperiksa daerah asalnya. Diperoleh informasi, mereka berasal dari tiga daerah, 12 dari Bombana, 10 Buton, dan tujuh Muna. Setelah diabsen, TKI asal Buton pihaknya menyerahkan ke dinsos Buton.
“ selama ini kta berikan pada semua TKI yang masuk, tapi untuk sekarang, bagi TKI asal Buton, kami serahkan ke Dinsos Buton, Karena kantornya ada di baubau, tapi kalau diluar Baubau seperti Bombana dan Muna, kami akan usahakan.” Kemudian inikan menggunakan dana APBD, jadi kita tidak bias tanggung semuanya.” Ungkapnya pada Koran ini di ruang kerjanya kemarin.
Sayangnya harapan Mahyuddin tidak sesuai kenyataan. Pasalnya, pihak Dinsos Buton melimpahkan kembali TKImereka untuk ditangani pihak Dinsos Baubau. “ Kami sudah dari Sosial Buton namun diarahkan kembali di Dinsos Baubau, bagaimana ini.” Keluh Abbas, TKI asal Mawasangka, Buton.
Sebelumnya Koran ini menginformasikan kepada haryadi, kasi Sosial Buton Ihwal TKI tersebut. Melalui pesan singkat yang dikirim pada pada Koran ini, dia berujar, “ Ok, Suruh ke Sosial Kota saja.’
Menyikapi hal itu, Andi Nursain akhirnya menerimah seluruh TKI dengan tangan terbuka.
“Seluruhnya tlah tertangani untuk pemulangan kedaerah asalnyamasing-masing, Muna, Bombana, Talaga, Mawasangka dan kabaena.’ Cetusnya.
Salah seorang TKI asal Bombana, Rusli menyatakan , dia bersam istrinya, sudah dua tahun ke negeri jiran, tapi tidak membawa apa-apa. Sebab keduanya ditangkap pada malam hati saat keluar dari tempat tinggalnya.’ Kami ditangkap pada saat suiping malam, jadi kita tidak bawa apa-apa. Lagi pula hasil kami habis untuk ongkos makan disana dan perpanjangan permet ( baca semacam KTP) dan visa,” keluhnya.
Karena itu, kata dia, pilihannya tidak meminta banyak dari pemerintah, tapi Cuma untuktransportasi sampai ke kampong halaman. Dia berjanji tidak akan lagi pergi ke Malaysia, karena cari kerja di sana sudah sulit.
Hal itu dibenarkan TKI lain, Edi. Dia mengaku, sebelum dideportse dia sempat mendekam dalam tahanan. Setela itu dia di sidangkan oleh mahkama Malaysia. Dalam siding, dia diputuskan ditahan selama beberapa bulan, “ nanti habis masa tahanan, baru kami diseportase bersama 28 orang teman saya ini.” Bebernya. (Cr1/p8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s