jump to navigation

ORANG MUNA


O R A N G M U N A
. A. SIAPA ORANG MUNA ITU?
rang Muna adalah masyarakat Suku Muna, yang mendiami Pulau Muna dan pulau-pulau kecil disekitarnya, sebagian besar Pulau Buton khususnya bagian Utara, Utara Timur Laut dan Barat Daya Pulau Buton, Pulau Siompu, Pulau Kadatua dan Kepulauan Talaga ( wilayah Kabupaten Buton) . Orang Muna menggunakan Bahasa Daerah Muna sebagai bahasa tutur diantara mereka.
Orang Muna asli memiliki kemiripan dengan suku-suku Polynesia dan Melanesia di Pasifik dan Australia. Orang Muna berbeda dengan suku-suku lain yang ada di Sulawesi Tenggara yang memiliki kemiripan dengan Melayu dan Mongoloid.
Dari bentuk tubuh, tengkorak, warna kulit (coklat tua/hitam), dan rambut (keriting/ikal) terlihat bahwa orang Muna asli lebih dekat dengan suku-suku yang ada di Pulau Flores dan Kepulauan Maluku. Hal ini diperkuat dengan kedekatannya dengan tipikal manusianya dan kebudayaan suku-suku di Nusa Tenggara Timur dan Pulau Timor dan Flores umumnya.
Motif sarung tenunan di NTT dan Muna sangat mirip yaitu garis-garis horisontal dengan warna-warna dasar seperti kuning, hijau, merah, dan hitam. Bentuk ikat kepala juga memiliki kemiripan satu sama lain.
Orang Muna juga memiliki kemiripan fisik dengan suku Aborigin di Australia. Sejak dahulu hingga sekarang nelayan-nelayan Muna khususnya di Pulau Siompu, Kadatua dan Kepulauan Talaga sering mencari ikan atau teripang hingga ke perairan Darwin.
Telah beberapa kali Nelayan Muna ditangkap di perairan ini oleh pemerintah Australia. Kebiasaan ini boleh jadi menunjukkan adanya hubungan tradisional antara orang Muna dengan suku asli Australia Aborigin.
Menurut La Kimi Batoa dalam bukunya ‘Sejarah Muna’ terbitan Jaya Press Raha bahwa penduduk asli Pulau Muna adalah O Tomuna dan Batuawu. O Tomuna memiliki ciri-ciri berkulit hitam, rambut ikal tinggi badan antara 160- 165 Cm. Ciri-ciri ini merupakan ciri-ciri umum suku-suku malanesia dan Australia .
Suku-suku di Indonesia yang memiliki ciri-ciri seperti ini mendiami wilayah Irian dan Australia ( suku Aborigin). Sedadangkan Batuawu berkuit Coklat beraambut ikal dan tinggi tubuh berkisar 150-160 Cm. Postur tubuh seperti ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki suku-suku Polynesia yang mendiami Pulau Flores dan Maluku. Suku asli Muna menggunakan Bahasa muna sebagai bahasa sehari-hari.
B. SEBARAN WILAYAH HUNIAN ORANG MUNA
Suku asli Muna ( O Tomuna & Batuawu ), Menghuni Pulau Muna sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan selain menghuni Pulau Muna Orang Muna juga menjadi menghuni sebagaian besar wilayah Pulau Buton dan Pulau-Pulau kecil lainnya seperti Pulau Talaga, Kadatua dan Pulau Siompu yang saat ini masuk dalam wilayah administrasi kabupaten Buton. Penyebaran Suku asli Muna ( Baca; Orang Muna )di Pulau Buton dan pulau-pulau lainya di Sulawesi Tenggara itu dapat dilihat dari bahasa yang digunakan, bentuk tubuh dan warna kulit masyarakatnya.
Dalam literatur dan juga dalam pergaulan, Orang Muna lebih dikenal sebagai orang Buton. Hal ini disebabkan karena Kerajaan/Kesultanan Buton, atas bantuan Belanda, mengkooptasi Kerajaan Muna dan mengklaimnya sebagai bagian dari Wilayahnya. Kendati demikian maasyarakat dan pihak istana Kerajaan Muna tidak pernah mengakuinya.
Hingga Kerajaan/Kesultanan Buton dibubarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1962, Raja– raja Muna terus melakukan perlawanan terhadap kooptasi Buton dan sekutunya, Belanda tersebut, dan tak pernah mengakui klaim tersebut.
Konsekuensi dari perlawanan tesebut adalah diasingkannya beberapa Raja Muna ke Pulau Sumatera dan Jawa. Perlawanan yang paling ekstrim dilakukan oleh Raja Muna La Ode Dika gelar Komasigino saa menghadap Sultan Boton La Ode Salihi. Dihadapan Sultan Buton, Raja Muna La Ode Dika tidak melakukan penghormatan sebagai mana layaknya bawahan terhadap atasan, bahkan dengan ketegasannya Raja Muna La Ode Dika mengacungkan telunjuknya ke Pada Sultan Buton.
Tata cara yang dilakukan oleh Raja Muna La Ode Dika tersebut dianggap sebagai perlawanan dan ancaman oleh Sultan Buton sehingga dilaporkan pada Pemerintah Kolonial Belanda di Makassar. Akibat dari sikapnya tersebut La Ode Dika dicopot dari jabatannya oleh Pemerintah Kolonial dan secara sepihak pemerintah kolonial menyatakan Kerajaan Muna dibawah pengawasannya ( 1938-1941 ) hingga akhirnya melantik La Ode Pandu sebagai penggantinya.
Kenyataan lain yang menunjukkan bahwa Kerajaan Muna tidak pernah mengakui klaim Kesultanan Buton dan sekutunya Kolonial Belanda adalah kuatnya pengaruh kebudayaan Muna mempengaruhi kehidupan masyarakat di Kesultanan Buton khususnya pengguanaan bahasa Muna. Fakta ini masih dapat dilihat sampai saat ini dimana penutur bahasa Muna (orang Muna) yang mendiami sebagian besar wilayah ex Kerajaan/Kesultanan Buton masih sangat dapat dilihat sampai saat ini..
Orang Muna menjadi penghuni Pulau Muna dan Pulau-pulau lainnya sejak jaman purbakala. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan relief purba di gua Liangkobori dan Gua Metanduno. Menurut beberapa penelitian relief tersebut telah berusia lebih dari 3000 tahun. Relief yang ada di Gua Liangkobori dan Metanduno secara jelas menceritakan aktifitas mereka saat itu.
Dari relief tersebut menggambarkan bahwa walau Orang Muna masih menempati Gua sebagai tempat tinggal mereka, tetapi mereka telah memiliki peradaban dan kebudayaan yang cukup tinggi. Orang Muna saat itu seperti yang diceritakan dari relief tersebut telah menggunakan alat-alat pertanian dalam bercocok tanam. Pengetahuan mereka dibidang astronomi juga mulai mengalaami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari gambar matahari, bintang dan bulan.
Pengetahuan Orang Muna di bidang astronomi tersebut masih terus di lestarikan. Hal ini dapat dilihat dari Masyarakat Muna di pedalaman yang masih mengandalkan pengetahuan tradisional dibidang astronomi untuk menentukan musim tanam.
Ada beberapa nama Rasi bintang yang menjadi petunjuk untuk melakukan aktifitas pertanian. Misalnya saja Rasi Bintang yang di namakan Fele, apabila rasi bintang ini sudah mulai terlihat jelas, maka aktifitas membersikan lahan segera di mulai sebab satu bulan lagi hujan pertama akan turun. Apabila hujan sudah turun maka pembakaran lahan dimulai.
C. PERAN ORANG MUNA DALAM MEMBANGUN PERADABAN DI PULAU MUNA DAN PULAU BUTON
1. Orang Muna Di Pulau Muna
Sebelum Sawerigading dan pengikutnya yang berjumlah 40 orang berbaur dengan penghuni Pulau Muna yang telah ada sebelumnya, mereka mulai membangun peradaban dan kebudayaaan yang lebih maju.
Sebagai catatan sebelum pengikut Sawerigading datang di Pulau Muna, penduduk asli Pulau Muna saat masih mendiami gua-gua yang memang banyak terdapat di Pulau Muna sebagai tempat tinggal mereka. Kehidupan mereka masih sangat tergantung dengan alam. Mereka hidup dari berburu hewan dan memetik langsung makanan dari alam. Penduduk asli Pulau Muna belum mengenal bercocok tanam.
Peradaban dan kebudayaan Suku asli Pulau Muna mulai berkembang setelah berbaur dengan empat puluh orang pengikut Sawerigading. Pola hidup mereka yang mengandalkan meramu dan berburu berupa dengan polah bercocok tanam. Mereka juga mulai membentuk koloni-koloni dan mulai membangun perkampungan di luar gua.
Seiring dengan pertambahan penduduk, koloni-koloni tersebut berubah menjadi kampong dan permasalahan mereka menjadi komplek. Untuk mengatur kehidupan social mereka, kemudian mereka mengannkat seorang pemimpin diantara mereka yang di gelar dengan kamokula ( Yang di tuakan ).

2.Orang Muna Dalam membangun Peradaban di Negeri Buton
Dalam hikayat Mia Patamiana, dikisahkan bahwa pada saat Armada Simalui yang berjumlah 40 orang mendarat di sebelah Timur Laut Negeri Buton ( diperkirakan disekitar Kamaru ) pada tahun 1236 M, mereka bertemu dan berbaur dengan masyarakat local kemudian membentuk sebuah pemukiman. Selain itu mereka juga membuat benteng sebagai pertahanan dari serangan dari luar.
Demikian juga dengan armada Mia Pata Miana yang lain ( Sipanjonga, Sijawangkati dan Sitamanjo), pada saat mendarat di suatu wilayah mereka langsung berbaur dengan masyaarakat Lokal yang menggunakan bahasa Pancana ( Muna ) sebagai bahasa tutur mereka. Ini diperkuat dengan masih dipertahankannya bahasa Muna ( Pancana ) sebagai bahasa tutur dimana Wilayah-wilayah pendaratan armada Mia Patamiana tersebut.
Dari fakta ini dapat di asumsikan bahwa jauh sebelum Mia Patamiana mendarat di negeri Buton, Suku asli Muna telah menjadi penghuni Pulau Buton.
Setelah Mia Patamiana dan pengikutnya datang di Pulau Buton kemudian berbaur dengan Orang Muna yang terlebi dahulu menempati Pulau Buton mereka membangun peradaban yang lebih maju lagi sampai menjadikan Buton sebagai sebuah kerajaan.
Tidak sampai disitu saja, ketika Kerajaan Buton dipimpin oleh raja Buton V yang bernama La Mulae terjadi kekacauan yang luar biasa di kerajaan Buton akbiat terror yang dilakukan oleh La Bolontio seorang bajak laut dari Tobelo.
Teror tersebut nyaris meruntuhkan kerajaan Buton. Dalam Kondisi yang kacau balau itulah, Putera raja Muna VI Sugi Manuru yang bernama La Kilaponto datang menyelamatkan Negeri Buton dari kehancuran. Dengan kesaktiannya dalam waktu singkat penyebar terror tersebut dapat ditumpas.
Setelah Raja Buton V meninggal, tidak ada satupun yang berani menggantikannya untuk menjadi raja. Olehnya itu para tetua dinegeri Buton bersepakat untuk melantik La Kilaponto menjadi Raja buton menggantikan La Mulae. Padahal waktu itu La kilaponto baru saja dilantik menjadi Raja Muna VII menggantikan ayahandanya Sugi Manuru yang telah tua.
Karena merasa bertanggung jawab untuk menyelamatkan negeri Buton yang telah dibangun lelluhurnya serta petuah ayahandanya La Kilaponto menerimah amanah tersebut dengan konsekuensi harus mengemban jabatan raja pada dua kerajaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.dikisahkan pula selain pada Kerajaan Muna dan Kerajaan Buton, pada waktu yang bersamaan pula La Kilaponton juga menjadi raja pada kerajaan Konawe, kerajaan Kabaena dan Kerajaan kaledupa
Terhitung sejak masa pemerintahan La Kilaponto sampai masa pemerintahan Sultan Buton IV La Elangi gelar Dayanu Ikhsanuddin orang Muna menjadi penguasa dan berperan melakukan penataan terhadap system pemerintahan, hukum dan mebangun tatanan social kemasyarakat di negeri Buton adalah selama hampir dari dua ratus tahun.
Mengapa La Kilaponto dan penerusnya sampai La Elangi di katakana sebagai Orang Muna ? Sebab berdasarkan hasil penelusuran sejarah dan analisis terhadap sislsilah Raja-raja/Sultan Buton yang dilakukan penulis terungkap bahwa Sultan Buton I ( La Kilaponton ) sampai Sultan Buton IV ( La Elangi ) tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Raja-Raja Buton terdahulu ( Baca; La Kilaponto Omputo Mepokonduaghono ghoera).
Itu artinya bahwa peranan Orang Muna dalam membangun peradaban di negeri Buton, sampai menjadikan Negeri itu menjadi sebuah Kesultanan yang di kenal dalam pergaulan dunia sangat besar dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Komentar»

1. isbar - Juni 18, 2011

Bung Karno : Jgn sekali2 meninggalkan sejarah (jasmerah)…….

2. agung - Juli 14, 2011

Ya Orang MUna telah Mengenal sejarah peradaban sejak dahulu. WUNA artinya puncak bunga tumbuhan dalam artian puncak pohon kehidupan (HIDUP ORANG MUNA!!)

3. muhammad hakim - November 28, 2011

sepakat dengan tulisan di atas, bahwa orang Muna punya peran besar dalam membangun peradaban di jazirah kepulauan ini. Bahkan seseorang yang notabene keturunan walaka di pulau Buton berkata, bahwa untuk bisa kembali ke kejayaan masa lampaunya, provinsi Sultra harus dipimpin oleh orang dari Muna, bukan dari Buton.

Namun, ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan terkait artikel di atas.

1. dengan La Kilaponto menjadi raja di Buton, bukankah beliau telah mempersatukan beberapa kerajaan di bawah satu pemerintahan….? ataukah barangkali pasca meninggalnya La Kilaponto, bekas wilayahnya kekuasaannya tidak diakui lagi sebagai satu kesatuan pemerintahan yang besar…? siapa yang masih mengakui dan siapa yang tidak mengakuinya lagi….?

2. kalau memperhatikan kamboru-boru talupalena, yakni Tanailandu, Kumbewaha, Tapi-Tapi… di pulau manakah yang disebut daerah Tanailandu, Kumbewaha dan Tapi-Tapi…? Tanailandu ada di Pulau Muna daerah Mawasangka, Kumbewaha ada di Pulau Buton dekat Kamaru, keturunan dari suku manakah mereka, jika membaca artikel di atas…?

3. mengapa ada ‘kalimat’ kerajaan Buton mengkooptasi kerajaan Muna…? apakah hanya karena penggunaan nama kerajaan/kesultanan…? ataukah lebih tepat jika dikalimatkan: “kerajaan keturunan orang Muna yang bertahta di Pulau Buton mengkooptasi kerajaan keturunan orang Muna yang bertahta di Pulau Muna….?”

4. sejak kapankah kerajaan di jazirah kepulauan ini dikenal sebagai kerajaan Buton…? sejak jaman Belandakah atau sebelum Belanda masuk ke Indonesia…?

5. Kalau dikatakan oleh catatan sejarah bahwa Sawerigading berasal dari Luwuk dan keturunannya ada yang menjadi raja di Muna, berdasarkan artikel di atas, maka bisakah dikatakan bahwa kerajaan Muna itu dibesarkan oleh orang-orang dari kerajaan Luwuk….?

6. Kalau memang beda, mengapa para raja dan keturunannya di pulau-pulau ini memakai gelar La Ode dan Wa Ode…? siapa yang pertamakali menggunakan gelar itu…?

formuna - Desember 3, 2011

Bung Muh. Hakim….. Semua pertanyaan anda jawabannya ada dalam buku ” Mengenal Sejarah dan peradaban Orang Muna – Suatu Upaya Pelurusan Sejarah ” yang isinya anda dapat kan di blog ini. Un tuk itu silakan klik halaman buku, kemudian anda bisa cari pada bab2 nya.
Trims atas atensinya terhadap sejarah dan peradaban Orang Muna

salam

4. asti - Januari 2, 2012

malas dengan orang muna kasar-kasar perempuannya…

5. agung - Januari 23, 2012

ya orang muna memang kasar-kasar tapi sebenarnya hatinya lembut selembut salju.
1. persoalan lakilaponto adalah persoalan nasional dan intrernasional keran beliau adalah tokoh nusantara abad ke 15 M. karena kewibawaannyalah sultra tidak di intervensi oleh portugis sebelum kedatangan belanda di NUsantara. Persoalan kekuasaannya di beberapa wilayah sultra la kilapuonto tidak membangun sisitem pemerintahan model majapahit di sultra tetapu sistem Persemakmuran seperti di Inggris.
2. setelah la kilaponto menjadi sultan di buton, maka dua kino di mawa sangka menjadi milik buton dan didanya pulau buton menjadi milik muna. ya saya setuju orang muna tidak hanya samapi zaman laelangi itu keliru
3. ya saya rasa kerajaan muna dan buton itu bersaudara, hanya saja pada waktu itu sapati baluwu di buton menyerang muna di bawah sangia kaendea tapi sultan buton kalah telak sehingga dia meminta bantuan belanda. sangia kaendea sebenarnya telah menang melawan buton tapi karena muslihat belanda dan buton yang mengundanggya di kapal belanda delewin maka dia di tawan dan dibuang keternate oleh belanda sehingga memecah persaudaraan orang muna kepada buton.
4. sebelum VOC masuk ke nusantara buton sebagai sebuah kerajaan taklukan majaphit suda ada dalam buku negara karta gama
5. iya bisa demikian karena orang muna adalah satu wangsa yang hidup di zaman kerajaan luwu dan la eli atau rilangrilangkik adalah satu toko yang sama yang menjadi raja luwu sebelum sewerigading menjadi raja di luwu purba (La Galigo)
6. Ld dan WD berasal dari muna dimana pada saat itu seorang pembantu raja muna apabila menudurkan anak-anaknya dari keturunan para sugi murhum maka dia menyebut laka ode-ode dan anak lamarati perdana mentri muna pertama ditidurkan dengan lagu lade-lade. sayakira ini jawaban cukup netral (Baca J. Couvrer sejarak kebudayaan kerajaan muna from belanda)

xxxx - Januari 24, 2012

Asal mula La Ode & Wa Ode :
Kata La & Wa diambil dari kalimat shadat, ketika itu Kerajaan Muna & Buton masuk Islam mereka Mengucapkan 2 Kalimat Shadat
” Lailaha Ilaullah Waashaduanna Muhammadarrasulullah “

Salnuddin di Ternate - September 5, 2012

walaikum salam
saudaraku sesama orang muna/buton… jangan berlebihan dalam menarik benang merah kata Laode dan Waode dengan kalimat sahadat ilahi dan sahadat rasul. keduanya hanya huruf awal La dan Wa saja dari sahadat tsb, lalu kata ode itu apa??? begini..
pada mulanya nama dengan awal La dan Wa telah digunakan oleh beberapa suku/bangsa dinegeri ini (nusantara; NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi tengah, sulut dsb) bahkan di Italia/brasil dan beberapa negeri lain di Afrika menggunakannya awal nama dengan La dan Wa.
berdasarkan kajian sejarah (jalur tarekat) kata dengan menggunakan kata “ode” untuk La ode dan Wa ode pertama kali digunakan oleh hanya La ode (laki-laki) saja saat Syech Almunawar (penyiar islam era II setelah syech abd sukur dan syech Abd gafur mencari negeri muna/buton) bermunajat pada Allah SWT untuk permintaan anak untuk Mieno Latugho (kalau tidak salah/lupa) pada istrinya yang telah berumur 60 thn lebih saat itu. dengan isi Allah pada rahim istrinya terkandung janin laki-laki dan diberi nama oleh syech almunawar “Husein” dan dengan “kemampuan” yang dimilikinya dilengkapi/cukupkan namanya dengan La Ode Husein. kata laode La ode tersebut sendiri mengandung makna memiliki kemampuan tarekat serta amanat dari kemampuannya. setelah itu kata laode digubakan bagi orang yang mempunyai kemampuan/pemegang amanat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SEJARAH WUNA

" Pelajarilah Sejarah Bila Kamu ingn menguasai Dunia"

SOWITE : " Hansuru hansuru badha, sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu, sumano kono hansuru adhati- Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama "

Astrofiska DFSC

Astronomy And Physics Darul Falah Ctudy Club

PEMBELAJARAN GEOGRAFI

ASSALAMU'ALAIKUM

Snoring Dog Studio

Original Painting and Illustration and Comments on Life's Oddities

Todd Pack's Messy Desk

A blog about whatever comes to mind.

Gossip, Fast Fashion, Female Lifestyle, Sex & Love: CollegeCandy

Advice on student style, collegiate dating discussion guides, relationship advice and women's studies.

Broadside

Smart and surprising

Hey from Japan- or wherever the moving van arrives- Emily Cannell

Moving a Family When Everyone is Held Tightly in the Grips of Hormonal Fluctuations

F O O T B A L L I S T S

"Everything I know about morality and the obligations of men, I owe it to football." — Albert Camus..................... "If God existed, he would be a solid midfielder." — Aleksandar Hemon................……………...........................

The Adventures of Heidi Hefeweizen

tales of life, language & long-distance marriage by an American teacher in Germany

2Summers

An American in Quirky Johannesburg

Spot Share

This WordPress.com site is the bee's knees

Ankechuby's Weblog

Just another WordPress.com weblog

brainprojec

Semua pekerjaan di mulai dari otak

Rinomdn's Blog

Just another WordPress.com weblog

ryamelilea

Hidup sehat adalah hidup yang sebenarnya

Myslide Skateboard

Limited For Exclusive

Istiqomah di Atas Manhaj Salaf

Lau kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi

Muna An-NAdzyra^^

Kewajiban Seorang hamba lebih banyak daripada Waktu yang tersedia

Banjarnegara Bicara

From Banjarnegara To Indonesia

081394257824

les privat / autocad / sketchup

jhotasedjarah

Keajaiban terjadi pada orang yang percaya

Dinding Kreatif

Jangan Takut Untuk Sukses

Ramajani S

Menulis adalah membuat arsip kehidupan

GO ALLAH

Menuju Baitulloh Tanpa Kendala Biaya

Sneijdera D' Iniesta

Just for fun & share

Niswah Adzra Ghozi's blog

my dream,my work n my life

Oetoeh Koetatil

Just another WordPress.com site

Pembangunan Pasar Desa Cikijing

Dengan Sistim Swakelola Bertekad Menjadi Pelopor Pembangunan Berbasis Masyarakat

Blog Guru Fisika

Rudy Hilkya Hans E. Undjung, S.Pd, M.Pd di Palangka Raya - Kalimantan Tengah - Indonesia

nasimuddin_alkamal

Blog Pribadi

My Second World

Hope is a dream that doesn't sleep

PULAU MUNA TANAH YANG BERKAH

WITENO WUNA WITE BARAKATI

ghontohe

Just another WordPress.com site

tourwakatobi

Just another WordPress.com site

my alter-ARTIficial mind

Catatan-catatan amburadul tentang realita, mimpi-mimpi, dan apa saja yang mampu kutuliskan

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Business and investment

Investment,asset management operation

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 835 pengikut lainnya.