jump to navigation

SEJARAH MUNA Agustus 5, 2009

Posted by Muhammad Alimuddin in Tak Berkategori.
Tags:
trackback

MENAPAK JEJAK SEJARAH
KERAJAAN MUNA YANG TERLUPAKAN

Kota Muna tua, terletak dibagian selatan Kota Raha ibu Kota Ibu Kota Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi tenggara, di Waktu dulu tidak sembarang orang dapaat menunggang kuda. Ini tak lain untuk menjaga etika dan sopan santun. Yang boleh menunggang kuda hanyalah para pejabattinggi itupun bila sudah mendekati kediaman perdana menteri, penunggang kuda juga harus turun, lalu berjalan kaki ke tempat tujuan.
Budaya dan tatakrama di kota Muna adalah potret sepenggal sejarah kerajaan Muna di masa lampau. Sebagai mana di ungkapkan Jules Cauvreur dalam buku sejarah dan kebudayaan Kerajaan Muna yang diterbitkan Artha Wahana Press, Kupang Nusa Tenggara Timur, tahun 2001. Couvreur cukup memahami sejarah dan kebudayaan muna salah satu etnis yang mendiami Pulau Muna dan Pulau-pulau kecil lain di sekitarnya. Sebab dia adalah pegawai pemerintah kolonial belanda yang pernah menjabat sebagai kontroler ( setingkat Bupati) di kerajaan Muna selama kuarang lebih dua tahun ( 1933-1935). Selama kurun waktu itu dia tekun menggali sejarah dan kebudayaan Muna.
Ketika couvreur meninggal dalam usia 70 tahun ( 1971), naskah yang ditulisnya tahun 1935 dan masih dalam bentuk stensilan dan berbahasa belanda kemudian diterjemahkan oleg DR. Rene Vanden Berg dosen linguistik dan peneliti bahasa Muna di darwin Australia.
Kota Muna berjarak sekitar 25 Km dari Raha, Sebetulnya orang Muna menyebutnya ‘Wuna’ sebagaimana nama aslinya. Kota ‘ Wuna’ namun lama kelamaan kemudian diucapkan dan ditulis Muna dalam laporan dan bahasa resmi.
Wuna dalam bahasa Muna berarti bunga. Disebut begitu karena tidak jauh dari situ terdapat sebuah gunung batu karang yang sewaktu-waktu tumbuh dan menyerupai bunga karang. Bukit batu yang sering berbunga itu oleh orang Muna di sebut ‘bahutara’ yang kemungkinan berasal dari kata bahtera. Hal ini dikaitkan dengan dengan tradisi lisan yang hidup dikalangan masyarakat bahwa ditempat itu perahu tumpangan ‘Sawerigading’ tokoh masyarakat asal Sulawesi Selatan yang melegenda terdampar dan membrak baru karang.
Para pengikut Sawerigading sebanyak 40 orang yang berasal dari kerajaan luwu Sulawesi Selatan itu kemudian berpencar keberbagai tempat dan membuat koloni di Pulau Muna dan sebagian lagi ke Konawe di jazirah Pulau Sulawesi bagian Tenggara .
Sejalan dengan semakin baiknya sistem pemerintahan, pada masa kekuasaan Lakilaponto sebagai Raja Muna VII ( 1538-1541) mulailah dibangun pusat pemerintahan kerajaan di lokasi yang disebut Wuna tadi. Bersamaan dengan itu turut dibangun benteng raksasa yang mengelilingi Kota Wuna.
Setelah Lakilaponto ditunjuk menjadi Raja Buton, Pembangunan Benteng Kota Wuna dilanjutkan penggantinya, laposasu adik dari Lakilaponto. Pengangkatan Lakilaponto sebagai Raja Buton merupakan hadiah dari Raja yang sedang berkuasa atas keberhasilannya mengalahkan dan membunuh bajak laut Labolontio pengacau ke amanan Kerajaan Buton.
Selain melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan benteng ibu kota kerajaan, laposasu sebagai pengganti Lakilaponto juga mendirikan bangunan tempat perguruan islam, sesuai anjuran syekh Abdul Wahid, seperti disebutkan Lakimi Batoa. Abdul Wahid merupakan Ipenyebar Islam per tama di Muna.
Ihwal pembangunan Kota Wuna, courvreur mengutip kepercayaan mistis bahwa Lakilaponto dalam membangun benteng kota itu dibantu oleh para jin ( roh halus).Pembuatan benteng itu memang merupakan pekerjaan raksasa,sebab seperti ditulis courvreur, panjang keliling pagar batu itu mencapai 8.073 M dan tebal tiga Meter.
Seteah mejadi raja dan kemudian bergelar sultan menyusul diterimahnya Islam sebagai agama resmi kerajaan, lakilaponto mengadakan kesepakatan dengan adiknya Laposasu untuk saling membantu dan bekerja sama bila kedua kerajaan menghadapi situasi yang pelik, termasuk ancaman dan intervensi dari luar.
Hubungan persaudaraan diantara kedua kerajaan terjalin hangat selama kurang lebih 3,5 abad. Namun dalam kerangka politik pecah belah pemerintah kolonial Belanda bersama Sultan Buton secara sepihak membuat perjanjian yang disebut dengan Korte verklaring pada tanggal 2 Agustus 1918.
Isi perjanjian itu menyebutkan, belanda hanya mengakui dua pemerintahan swapraja di Sulawesi tenggara, yakni Swapraja Buton dan Swapraja laiwoi di Kendari.
Sejak saat itu Kerajaan Muna yang berdaulat dinyatakan berada dibawah kontrol kesultanan Buton. Sebagai subordinasi kesultanan buton, muna praktis menjadi salah satu dari empat wilayah penyangga (bhatara) kerajaan islam tersebut, yakni ; Tiworo, Kulisusu dan Kaledupa. Sedangkan dua kerajaan kecil(Rumbia dan kabaena) yang juga ikut dicaplok menjadi wilayah non struktural karena tidak menyandang predikat bhatara.
Fasilitas publik lainya di kota wuna adalah Masjid pertama di bangun pada masa pemerintahan La Titakono sebagai Raja muna X (1600-1625). Menurut La Ode Muhammad Sirad Imbo,Tokoh adat Muna masjid yang dibangun tersebut masih sangat sederhana dan bersifat darurat.
Masjid agak besar baru dibangun pada era La Ode Husaini dengan gelar omputo sangia ( 1716-1757). Masjid tersebut di bangun ditenpat berbeda dengan lokasi masjid pertama dan umur Masjid tersebut hampir seumur dengan Masjid Agunng Buton di Bau-Bau. Yang di bangun oleh Saikuddin darul Alam tahun 1712 dengan konstruksi permanen.dan baru di pugar pada tahun 1930-an di masa pemerntahan sultan buton ke -37 Muhammad hamidi.
Masjid Kota Wuna baru di bangun secara permanen sekitar tahun 1933 oleh Raja muna La Ode Dika (1930-1938 yang mendapat bantuan dari kontrolir belanda yang berkedudukan di Raha, Jules Couvreur.
Karena selama memangku Raja lebih banyak memperhatikan masjid tersebut, maka la Ode Dika di beri gelar ‘ Komasigino’ ( yang memiliki masjid ).
Kerajaan Muna di masa lalu kini nyaris tidak meninggalkan bekas. Satu-satunya peninggalan yang masih tampak dan terawat baik adalah masjid yang pernah dibangun La Ode Dika, raja muna yang terakhir dipilih oleh ‘sarano Wuna’ ( sejenis MPR era orde baru ) yang dibentuk sejak masa pemerintahan La Titakono pada abad ke-17.
Bangunan masjid yang dilihat saat ini sudah tidak asli. Ketika Bupati Muna di jabat Drs. Maola daud (1990-1997), bangunan masjid dirombak total dan dibangun yang baru dengan model dan ukuran yang berbeda dengan aslinya.
Pada era Bupati Muna di jabat Ridwan (2000-2010) bangunan itu dikembalikan lagi pada bentuk aslinya.Bangunan masjid terdiri dari tiga tingkatan termasuk tempat dudukan kuba.
Peninggalan lain sudah tidak ada lagi kecuali makam tua raja-raja masa lalu seperti makam la Ode Husaini yang dikenal sangat taat beribah, sisa-sisa benteng yang tersisa 1800 meter dan telah ditutup rerumputan karena tidak mendapat perawatan yang memadai dan batu-batunya telah di curi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sumber ; Harian Radar Buton edisi Selasa,09 Juni 2009 dengan editing seperlunya.

About these ads

Komentar»

1. La Ode Amir Jaya, S.Si - September 6, 2009

Raja Muna terakhir bukan La Ode Dika tetapi masih ada lagi Raja setelah Beliau. Raja La Ode Dika diberhentikan secara paksa oleh Gubernur Jenderal VOC di Makassar karena saat itu dianggap pemberontak dari Muna, padahal Beliau saat itu bersama Aro Jupanda dan Tokoh masyarakat lainnya ke Makassar untuk menyampaikan protes ke Makassar karena ditetapkannya Muna sebagai Under Afdeling (daerah bawahan) di mana saat itu Belanda hanya mengakui Swap Raja Buton dan Swap Raja Laiwoi.

Setelah Beliau, masih ada Raja Lagi yang bernama La Ode Pandu. Sang Raja inilah jugalah yang berperan penting dalam pembentukan Kabupaten Muna. Setalah La Ode Pandu, muna ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II (Kabupaten) dengan Bupati Pertama bernama La Ode Abdul Kudus.

Thahirul Rajab - Agustus 20, 2010

tolong donk… pribahasa dalam bahasa muna… q org muna tp g’ begitu taw… alx ini berhubung dengan tugas kampus Q… kalaw bisa.. tlong disebutkan sekalian dengan artaix….
misalx fekamara marasai..
koeana marasai…

2. Lm. Irawansyah - Januari 27, 2012

Izin share


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

SEJARAH WUNA

" Pelajarilah Sejarah Bila Kamu ingn menguasai Dunia"

SOWITE : " Hansuru hansuru badha, sumano kono hansuru liwu, Hansuru hansuru ana liwu, sumano kono hansuru adhati- Hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama "

Astrofiska DFSC

Astronomy And Physics Darul Falah Ctudy Club

PEMBELAJARAN GEOGRAFI

ASSALAMU'ALAIKUM

Snoring Dog Studio

Original Painting and Illustration and Comments on Life's Oddities

Todd Pack's Messy Desk

A blog about whatever comes to mind.

Gossip, Fast Fashion, Female Lifestyle, Sex & Love: CollegeCandy

Advice on student style, collegiate dating discussion guides, relationship advice and women's studies.

Broadside

Smart and surprising

Hey from Japan- or wherever the moving van arrives- Emily Cannell

Moving a Family When Everyone is Held Tightly in the Grips of Hormonal Fluctuations

F O O T B A L L I S T S

"Everything I know about morality and the obligations of men, I owe it to football." — Albert Camus..................... "If God existed, he would be a solid midfielder." — Aleksandar Hemon................……………...........................

The Adventures of Heidi Hefeweizen

tales of life, language & long-distance marriage by an American teacher in Germany

2Summers

An American in Quirky Johannesburg

Spot Share

This WordPress.com site is the bee's knees

Ankechuby's Weblog

Just another WordPress.com weblog

brainprojec

Semua pekerjaan di mulai dari otak

Rinomdn's Blog

Just another WordPress.com weblog

ryamelilea

Hidup sehat adalah hidup yang sebenarnya

Myslide Skateboard

Limited For Exclusive

Istiqomah di Atas Manhaj Salaf

Lau kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi

Muna An-NAdzyra^^

Kewajiban Seorang hamba lebih banyak daripada Waktu yang tersedia

Banjarnegara Bicara

From Banjarnegara To Indonesia

081394257824

les privat / autocad / sketchup

jhotasedjarah

Keajaiban terjadi pada orang yang percaya

Dinding Kreatif

Jangan Takut Untuk Sukses

Ramajani S

Menulis adalah membuat arsip kehidupan

GO ALLAH

Menuju Baitulloh Tanpa Kendala Biaya

Sneijdera D' Iniesta

Just for fun & share

Niswah Adzra Ghozi's blog

my dream,my work n my life

Oetoeh Koetatil

Just another WordPress.com site

Pembangunan Pasar Desa Cikijing

Dengan Sistim Swakelola Bertekad Menjadi Pelopor Pembangunan Berbasis Masyarakat

Blog Guru Fisika

Rudy Hilkya Hans E. Undjung, S.Pd, M.Pd di Palangka Raya - Kalimantan Tengah - Indonesia

nasimuddin_alkamal

Blog Pribadi

My Second World

Hope is a dream that doesn't sleep

PULAU MUNA TANAH YANG BERKAH

WITENO WUNA WITE BARAKATI

ghontohe

Just another WordPress.com site

tourwakatobi

Just another WordPress.com site

my alter-ARTIficial mind

Catatan-catatan amburadul tentang realita, mimpi-mimpi, dan apa saja yang mampu kutuliskan

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Business and investment

Investment,asset management operation

Jurnal Ari

Coretan iseng pengelana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 837 pengikut lainnya.